thumbnail Halo,

Mengorbitnya talenta Inggris ini bersama klub dan negaranya musim lalu menjamin satu tempat di daftar terbaik GOAL.com.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Sepanjang kariernya sebagai pesepakbola, Jack Wilshere telah menunjukkan keinginan gigih untuk mengunci tempat serta mengekspresikan diri di lapangan. Bahkan, sejak masa kanak-kanak, gairah dan rasa lapar akan kesuksesan yang dimiliki pemuda Inggris itu mematri ban kapten tim sepakbola sekolah di lengannya, dan itu rupanya baru permulaan.

Memperlihatkan bakat menjanikan di usia remaja, gelandang tangguh ini sering mewakili negaranya di kategori umur setingkat di atasnya berkat kematangan permainan yang jauh melampaui usianya. Karakteristik istimewa ini terus berlanjut seiring bertambahnya usia Wilshere. Pemain 19 tahun itu dipandang banyak kalangan sebagai opsi pertama di pos gelandang sentral timnas senior Inggris.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana sang starlet menggapai posisi yang begitu diidam-idamkan dan terhormat itu? Bagaimana ia memperoleh respek dan kekaguman dari fans klub dan negaranya di usia yang sangat belia? Well, kita akan menemukan jawabannya saat menengok catatan maestro kelahiran Stevenage itu di musim 2010/11.

"Kami mungkin akan lolos [ke semi-final Euro U-21] jika memiliki Jack Wilshere dalam tim."

- Kapten Inggris U-21, Michael Mancienne

Mengirim Wilshere ke Bolton demi menambah pengalaman di Liga Primer musim sebelumnya, Arsenal menolak perpanjangan periode peminjaman sang pemain yang menyajikan performa apik di Reebok Stadium. Dengan kesiapan Wilshere berlaga di pentas utama nyata terlihat, The Gunners mulai memasukkan namanya dalam starting XI, keyakinan yang diganjar penampilan antusias dan mengilap yang berkulminasi pada raihan Arsenal's Player of the Month pada September.

Memasuki Oktober, momentum Wilshere tampak sedikit tertahan setelah menerima kartu merah langsung gara-gara tekel terlambatnya pada penyerang Birmingham City, Nikola Zigic. Namun, keraguan atas kestabilan performanya terjawab hanya tiga hari kemudian. Menghadapi Shakhtar Donetsk di Liga Champions, Wilshere menceploskan gol pertamanya di ajang terakbar Eropa itu lewat chip terukur yang manis.

MOMEN TERBAIK 2010/11

 LIGA CHAMPIONS:
ARSENAL 2-1 BARCELONA
Performa matang Wilshere memastikan Xavi, yang banyak dipuji sebagai gelandang sentral terbaik dunia, tak bisa berkutik untuk mengatur permainan dari lini tengah.
Display yang mencuri perhatian terus dipersembahkannya, tapi penampilan terbaik Wilshere musim kemarin datang di saat yang tak disangka-sangka: kontra Barcelona di Liga Champions. Selain mencatat tingkat keberhasilan operan di atas 90 persen, secara mengejutkan Wilshere pun mendominasi lini tengah pada laga yang juga menampilkan Xavi dan Andres Iniesta itu. Keberanian, determinasi, skill, dan visinya krusial dalam memimpin The Gunners menuju kemenangan 2-1.

Penampilan versus kampiun Spanyol itu menjadi perlambang breakthrough season memukau buat Wilshere, yang tak cuma membuktikan bahwa sang youngster siap untuk bermain berdampingan dengan ikon klub seperti Cesc Fabregas, tapi juga menunjukkan gairahnya terhadap permainan, skill, dan ketenangan yang patut diteladani pemain lainnya. Hal itu pun tak luput dari pengamatan PFA, yang menganugerahinya penghargaan Pemain Muda Terbaik 2010/11.

Sebagai duta generasi baru pesepakbola, mengorbitnya Wilshere juga kian menyorot fakta bahwa persepakbola tak harus tinggi atau berperawakan kuat untuk bisa sukses di era modern. Dengan postur yang tergolong di bawah rata-rata, Wilshere memiliki kemampuan dahsyat untuk terus berlari setelah dijegal, atau dengan cepat mengubah arah untuk menghindari tekel, mengoper bola, atau berkelit dari si penekel.

"Wilshere tak hanya siap bermain berdampingan dengan ikon-ikon Arsenal, tapi dia juga memberikan teladan."

Diamankan Arsenal hingga musim panas 2016, prodigy berusia 19 tahun ini memiliki basis solid untuk membangun karier yang sudah berkilau. Dengan demikian, Arsene Wenger pun bisa tenang karena mendapat jaminan bahwa setidaknya salah satu bintang utamanya akan bertahan.


We would have gone through if we'd had Jack Wilshere in the team.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait