thumbnail Halo,

Bintang muda Belgia yang dilirik banyak klub elite Benua Biru ini menandai hitung mundur kami berikutnya.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Memainkan peran utama dalam raihan Ligue 1 pertama dalam 50 tahun terakhir buat Lille musim lalu, Eden Hazard kian memperkuat reputasi sebagai salah satu talenta tercerah di Eropa.

Meski terkadang dikategorikan sebagai seorang playmaker, pemuda Belgia itu lebih sering diplot di sisi sayap oleh pelatih Rudi Garcia, di mana gaya lari direct-nya kerap menghadirkan ancaman yang membuat banyak bek Le Championnat kalang-kabut.

"Hanya sedikit yang meragukan kapabilitasnya menjadi bintang masa depan. Dia sangat cepat, memiliki kelas secara individual, dan saya yakin dia akan menjadi pemain hebat."

- Zinedine Zidane

Merangkak lewat akademi muda Lille, Hazard melakoni debut first team di usia 16 tahun pada 2007. Tak sampai empat tahun berselang, dia tumbuh menjadi bintang utama yang mengantar Lille keluar sebagai jawara Prancis. Hal-hal yang lebih baik pun menanti Hazard karena bisa dibilang setiap klub besar Eropa jatuh hati padanya.

MOMEN TERBAIK 2010/11

 LIGUE 1:
MARSEILLE 1-2 LILLE
Dalam duel yang kala itu bertajuk penentu titel, Hazard membuka keunggulan Lille di menit-menit awal lewat sepakan kencang dari jarak jauh yang berakhir di pojok atas jala gawang tuan rumah.
Untuk ukuran pemain yang baru genap berusia 20 tahun pada Januari lalu, tekanan seperti ini bisa saja mengintimidasi, namun setelah permulaan musim yang lesu, Hazard mulai menyuguhkan sepakbola impresif yang kini reguler ditampilkannya.

Sering ditugaskan di sisi kiri dari trio ofensif Lille nan menakutkan, yang juga diisi Gervinho dan Moussa Sow, dengan versatilitasnya, Hazard juga bisa berpindah posisi lebih ke tengah. Ia selalu turun di seluruh gim liga LOSC musim lalu dan menyumbang tujuh gol, angka tertinggi dalam kariernya.

Kegemaran Hazard mendribel bola berujung pada komparasi dengan Lionel Messi. Meskipun youngster 20 tahun itu tak berada di level yang sama dengan El Messiah, bayangan penyerang Argentina itu sedikit-banyak terpancar dalam permainannya. Percaya diri, licin bak belut, daya gravitasi rendah serta injeksi kecepatan menghasilkan paket kombinasi impresif dalam permainan Hazard yang amat dibenci pemain belakang musuh.

Mungkin aspek paling impresif dari permainan Hazard adalah kemampuannya untuk memberikan kontribusi signifikan di momen krusial. Sebiji assist buat Tulio de Melo tiga menit jelang waktu normal berakhir di laga kontra Arles berujung kemenangan yang mengakhiri serentetan hasil seri di masa Pra-Natal. Tapi, yang akan lebih diingat fans Lille dari catatan Hazard musim lalau adalah gol-golnya ke gawang Nancy, Valenciennes, dan yang teristimewa ke gawang Marseille.

Memasuki musim panas, spekulasi kembali mengait-ngaitkan sosok kelahiran La Louviere itu dengan banyak klub, namun dengan loyalitas dan kematangan yang jarang ditunjukkan pemain seusianya, sang gelandang serang memilih bertahan semusim lagi bersama Lille, di mana dia akan mencicipi sepakbola Liga Champions untuk kali pertama serta menjajal rumput markas baru klub yang berkapasitas 50.000 kursi.

Tanda-tanda awal bahwa kampanye 2011/12 bakal kembali berjalan sukses buat Hazard sudah terlihat. Pada Trophee des Champions versus Marseille di Tangier, Maroko, Hazard menampilkan footwork dan kecepatan khasnya untuk melesakkan gol indah dalam laga sensasional yang berakhir dengan kekalahan Lille 5-4. Tipe ekspolitasi individual seperti inilah yang kini jamak dinantikan fans dari pemain muda berbakat ini.

"Percaya diri, licin bak belut, daya gravitasi rendah serta injeksi kecepatan menghasilkan paket kombinasi impresif dalam permainan Hazard yang amat dibenci pemain belakang musuh."

Dalam perjalanan kampanye depan, Hazard akan memperoleh kans untuk menguji diri menghadapi bek-bek terbaik Eropa, dan tak akan terlalu mengejutkan kalau ia mampu melewati tes itu dengan rapor mengagumkan sekaligus mencaplok tiket hijrah ke tim yang lebih top. Musim ini akan menjadi waktu pengesahan talenta ajaib bocah Belgia itu.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait