thumbnail Halo,

Pemain yang pindah ke Paris St Germain itu sudah menunjukkan penampilan yang luar biasa musim lalu bersama Palermo, yang membuatnya menempati peringkat 35 GOAL.com 50.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Setelah menjalani musim yang luar biasa bersama Palermo, Javier Pastore akhirya hijrah ke Paris St Germain. Nilai transfernya mencapai €43 juta, yang juga menegaskan kualitasnya sebagai pemain penghuni peringkat 35 GOAL.com 50.

Pemain berusia 22 tahun itu sudah menunjukkan bakat dan kelebihan saat dua kali tampil sebagai pengganti di Piala Dunia 2010 di bawah asuhan Diego Maradona. Penampilan luar biasa itu terus dibawanya ke Italia bersama Palermo musim lalu.

"Saya ingin mempertahankannya untuk setahun lagi. Dengan €40 juta, Anda bahkan tak bisa membeli sepatu kanannya."

- Maurizio Zamparini, presiden Palermo sebelum akhirnya menjual Pastore ke PSG

Pastore menjadi salah satu andalan Palermo di musim lalu. Berduet dengan Josil Ilicic, dia menjadi salah satu pasangan paling disegani di Italia. Palermo juga dibawanya masuk ke jajaran atas persaingan di Serie A Italia.

Karena penampilan apiknya itu, Pastore juga masuk dalam susunan tim terbaik Serie A paruh musim pertama versi GOAL.com. Dengan kualitas dan gaya bermainnya, tak sedikit yang menyebut dirinya sebagai 'Kaka-nya Argentina'. Pastore memberikan kontribusi maksimal dalam mencetak gol, menciptakan serangan dan memberikan assists juga dalam menggiring bola.

MOMEN TERBAIK MUSIM LALU

 HAT-TRICK DERBY SISILIA:
PALERMO 3-1 CATANIA
Pastore mencetak dengan gaya berbeda, satu gol lewat sundulan, sedangkan dua lainnya dicetak dengan kaki kanan dan kiri. GOAL.com memberi poin sembilan untuknya.
Saat Palermo melakoni laga tandang melawan Juventus dan Fiorentina, dia mencetak gol indah dan mengantar timnya menang. Gol cantik dengan tendangan voli juga dicetaknya saat melawan Bologna dengan kemenangan 4-1.

Penampilan paling impresif kala mencetak hat-trick ke gawang Catania di kandang sendiri, di mana Paermo menang 3-1. Dia mencetak dengan gaya berbeda, satu gol lewat sundulan, sedangkan dua lainnya dicetak dengan kaki kanan dan kiri. GOAL.com memberi poin sembilan untuk Pastore.

Baru setelah jeda kompetisi performanya sedikit menurun, yang berimbas pula pada penampilan Palermo secara keseluruhan. Palermo kalah 7-0 dari Udinese dan dibalas Catania dengan skor 4-0. Palermo hanya bisa menuntaskan musim di peringkat delapan..

Tapi pencapaian Pastore tetap luar biasa. 11 gol dicetaknya dan lima assists dibuat di Serie A yang menjadikannya sebagai salah satu pemain paling bersinar musim lalu.

Sementara di turnamen domestik, Pastore bisa membawa Palermo menembus babak final Coppa Italia. Meski di babak sebelumnya bermain bagus, Pastore gagal mempersembahkan gelar juara setelah Palermo takluk 3-1 dari Inter.

"Dengan kualitas dan gaya bermainnya, tak sedikit yang menyebut dirinya sebagai 'Kaka-nya Argentina'. Pastore memberikan kontribusi maksimal dalam mencetak gol, menciptakan serangan dan memberikan assists juga dalam menggiring bola."

Dan beberapa minggu lalu, Pastore mendapat kesempatan bermain di Copa America 2011 di tengah spekulasi kelanjutan karirnya. Sayang, dia hanya mendapat kesempatan dua kali tampil dari bangku cadangan dan tak banyak memberi kontribusi.

Meski demikian, penampilan minimalis itu tak membuat bandrol harganya turun. PSG tetap bersedia membayar mahal untuknya dan akhirnya dia resmi berkiprah di Prancis musim depan.

Terkait