thumbnail Halo,

Winger Real Madrid asal Argentina itu menempati urutan ke-36 daftar GOAL.com 50 setelah menjalani musim bagus di La Liga Spanyol.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Kedatangan Angel Di Maria ke Santiago Bernabeu di awal musim lalu membuat banyak pihak mempertanyakan kemampuannya. Soalnya Real Madrid sampai berani membayar mahal, €25 juta, untuk menariknya dari Benfica.

Memang benar dia menjadi salah satu pemain terbaik klub Portugal tersebut dengan mengantarkan gelar juara domestik, tapi belum adanya bukti sahih dia bermain bagus di kompetisi antarklub Eropa membuat banyak pihak bertanya-tanya.

Keraguan itu diperkuat dengan kegagalan Di Maria tampil kontributif di Afrika Selatan bersama Argentina. Performanya biasa-biasa saja dan tak ada yang bisa dibanggakan. Namun, performa terbaiknya bisa keluar saat Jose Mourinho memolesnya di Real Madrid.

“Dia pemain spektakuler, yang terus berkembang dari hari ke hari. Dia terus berhadapan dengan pemain belakang berkualitas dan hal itulah yang orang berani bayar untuk dilihat saat ini.”

    - Diego Maradona
Bergabung dengan Real Madrid, Di Maria tidak masuk dalam kategori pemain bintang. Oleh Jose Mourinho dia hanya disebut sebagai pemain yang memiliki karakter tersendiri dari Rosario, suatu daerah di Argentina yang banyak menghasilkan pemain berbakat seperti Maradona dan Lionel Messi.

Tapi Mourinho menjadikan pemain ini sebagai salah satu permata Real Madrid dengan memaksimalkan kemampuannya di sisi sayap. Tak hanya di sayap kiri, dia juga sering bertukar peran dengan Cristiano Ronaldo. Ketika banyak orang membandingkan Ronaldo, mulai dari gaya bermain hingga koleksi golnya, dengan Messi, Di Maria menjalankan tugasnya dengan tenang, efektif, rajin dan dengan jaminan berakhir baik.

MOMEN TERBAIK MUSIM LALU

  BABAK 16 BESAR LIGA CHAMPIONS
REAL MADRID 3-0 LYON
Membantu Real Madrid meraih kemenangan dengan performa efektif dan berkelas. Mencetak satu gol indah ke gawang Hugo Lloris.
Pemain berusia 23 tahun itu menjalani 29 pertandingan di La Liga, mencetak enam gol dan 11 assists. Dia membantu lini serang yang digawangi Ronaldo dan Mesut Ozil, tapi juga tidak pelit membantu pertahanan sejak tengah lapangan yang dikomandani Xabi Alonso dan Sami Khedira.

Di Maria juga bersedia melakukan apa saja yang diminta Mourinho, yang membuatnya mendapat porsi lebih dari Pedro Leon, yang sedikit membangkang. Di Maria bahkan pernah diposisikan sebagai bek kiri, namun tetap memberikan kontribusi dua assists dari enam gol yang tercipta di pertandingan melawan Racing Santander di bukan Oktober.

Di Liga Champions, Di Maria juga bisa dibilang mereguk sukses, meski tak sampai meraih gelar juara untuk Real Madrid. Dia bisa mengantar timnya menembus semi-final sebelum kandas di tangan Barcelona.

Meski gagal juara, tapi keberhasilan menembus semi-final merupakan prestasi terbaik Real Madrid sejak musim 2002/03 di Liga Champions. Di Maria sendiri memberi kontribusi tiga gol dan tiga assists dalam sepuluh penampilan di kompetisi antarklub terbaik Eropa. Salah satu gol terbaik yang dicetaknya adalah saat Real Madrid menang 3-0 di babak 16 besar atas Olympique Lyon.

Ketika banyak orang membandingkan Ronaldo, mulai dari gaya bermain hingga koleksi golnya, dengan Messi, Di Maria menjalankan tugasnya dengan tenang, efektif, rajin dan dengan jaminan berakhir baik.

Tapi Di Maria tidak menjalani musim dengan sempurna. Saat Real Madrid kalah 5-0 di Nou Camp di awal musim, dia menjadi pemain terburuk dari rapor pemain GOAL.com. Namun Real Madrid, juga Di Maria, membuktikan bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan dari Barcelona di pertemuan berikutnya.

 

Terkait