thumbnail Halo,

Hitungan mundur GOAL.com 50 kami sampai pada pemain belakang elegan Spanyol dan Barcelona, yang musim lalu banyak dibebat cedera.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Pengaruh Carles Puyol di Barcelona tak bisa diremehkan. Meski musim lalu banyak berkutat dengan masalah cedera, dia tetap menjadi bagian penting sukses tim di musim 2010/11.

Secara keseluruhan Puyol tampil 28 ali membela Barcelona musim lalu, di mana sebagian besar musimnya dihabiskan di paruh pertama. Sedangkan di bagian kedua, usai libur musim dingin, Puyol hanya bisa sepuluh kali membela Barcelona.

"Saya menikmati berbicara mengenai Puyol dan saya senang dengan keputusannya untuk tetap bertahan di timnas. Dia jujur dan sangat profesional, dengan menjadi pemain pertama yang datang latihan dan harus ada yang dievaluasi mengenai hal ini."

-Vicente del Bosque, pelatih timnas Spanyol

Namun begitu, 28 penampilan itu sudah cukup untuk menunjukkan peran penting Puyol di tim. Tidak sepeti Lionel Messi memang, tapi tetap penting. Lihat saja ketika dia absen di laga krusial, semisal final Copa Del Rey, yang berujung pada kekalahan Barcelona. Bahkan secara rata-rata, jika Puyol tidak tampil, hampir pasti Barcelona tak menuai hasil memuaskan.

MOMEN TERBAIK MUSIM LALU

 FINAL LIGA CHAMPIONS:
BARCELONA 3-1 MAN UTD
Pulih dari cedera dan masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti untuk ikut merayakan sukses Barcelona merayakan gelar Liga Champions.
Puyol sendiri menunjukkan totalitas luar biasa untuk Barcelona. Absen sebab cedera mulai Januari hingga awal April, pemain internasional Spanyol itu menunjukkan usaha hebat untuk bisa segera tampil secepat mungkin membela tim yang menjalani fase kritis.

Saat di semi-final Liga Champions, kehadiran Puyol begitu terasa, terutama untuk Angel Di Maria yang harus berhadapan langsung dengan pemain berusia 33 tahun itu. Winger Real Madrid itu tak bisa menembus ketatnya pertahanan Puyol dan akhirnya minim memberi kontribusi. Hasilnya, di luar kontroversi yang ada, Barcelona menang 3-1 secara agregate.

Cedera yang dialami Puyol juga menjadi alasan kuat mengapa dia bisa tersingkir dari daftar sepuluh besar GOAL.com 50 tahun lalu di edisi terbaru. Dengan hanya bermain setengah musim, sepertinya pencapaian Puyol itu tak bisa digugat.

Terlepas dari masalah cedera tersebut, kualitas Puyol diakui oleh banyak pelatih. Tiga kali peraih gelar juara Liga Champions bersama Barcelona itu disebut sebagai pemain yang tangguh, ulet, kompetitif, berpengalaman, vokal, profesional, berkarakter bertahan dan mungkin yang paling penting adalah memiliki sikap pemimpin.

Di usianya yang sekarang ini, Puyol bisa tetap membuat rekan-rekannya meras aterjamin ketika harus meninggalkan lini belakang dan membiarkannya sendirian di depan Victor Valdes.

"Puyol itu pemain yang tangguh, ulet, kompetitif, berpengalaman, vokal, profesional, berkarakter bertahan dan mungkin yang paling penting adalah memiliki sikap pemimpin."

Di akhir musim, Puyol kembali masuk ke tim dan menjadi palang pintu tangguh di lini pertahanan Barcelona. Striker Manchester United kembali merasakan sulitnya bisa menembus lini pertahan yang dikomandoi Puyol sebelum akhirnya menyerah kalah 3-1.

Dua hal yang pasti. Yang pertama adalah suporter mengharapkan Puyol bisa kembali pulih dan siap seperti sedia kala untuk membela Barcelona dan mempertahankan kondisinya sampai waktu yang lama. Yang kedua, Puyol bisa sekali lagi memimpin skuad Barcelona meraih kesuksesan yang sama, atau bahkan lebih di musim yang akan datang.

Terkait