thumbnail Halo,

Performa impresif di bawah komando Jose Mourinho di kampanye lalu mengesahkan kelayakan bek kiri Los Blancos ini melakoni debut dalam daftar terbaik GOAL.com.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Jurang perbedaan kelas antara Barcelona dan Real Madrid mungkin masih kentara di musim 2010/11. Tapi, di bawah komando Jose Mourinho, kubu Santiago Bernabeu sedikit demi sedikit meningkatkan kekuatan demi memangkas perbedaan itu. Perkembangan mereka sebagai sebuat unit dapat dikarakterisasikan melalui individu-individu yang mereka miliki, dan Marcelo bisa dianggap sebagai contoh sempurna seorang pemain yang level permainannya telah menanjak jauh dalam usaha menggulingkan sang juara Eropa.

Banyak yang mengangkat alis saat The Special One mengembalikan anggota timnas Brasil itu ke posisi defensif setelah periode sukses musim sebelumnya di sayap kiri waktu ditangani Manuel Pellegrini. Kini keraguan atas keputusan Mourinho memudar.

"Dalam polling yang digelar awal Juli, 70 persen pembaca GOAL.com menilai Marcelo lebih baik ketimbang bek kiri anyar Real Madrid, Fabio Coentrao."

Tergolong ironis buat tim asuhan Pep Guardiola, atau musuh bagi Marcelo, karena mereka memberikan contoh kolektif yang membuat pemain 23 tahun itu menjelma jadi full-back efektif. Dengan memilih opsi menyerang demi bertahan, Marcelo membendung winger dan bek kanan lawan dengan cara yang serupa dengan kompatriotnya, Dani Alves.

Ini seolah telah mendarah daging di Tim Samba. Dalam gaya jogo bonito, minimnya serangan yang dibangun dari lini tengah seringkali ditambal oleh para full-back yang kemampuan ofensifnya rata-rata di atas karakteristik defensif. Nama-nama seperti Alves dan punggawa Inter, Maicon, mewarisi peran identik yang pernah diemban para legenda semacam Carlos Alberto dan Cafu.
MOMEN TERBAIK 2010/11

 FASE KNOCK-OUT PERTAMA LIGA CHAMPIONS
REAL MADRID 3-0 LYON
Membantu kubu Bernabeu melangkah ke perempat-final Liga Champions perdana dalam tujuh tahun dengan display memukau menghadapi klub Prancis itu. Membuka skor bagi anak-anak Mourinho dan berperan besar dalam gol Karim Benzema yang menggandakan keunggulan sekaligus mengunci tiket ke babak berikut.

Seperti para pendahulunya, kegemaran Marcelo merangsek ke depan memunculkan banyak pertanyaan seputar kapabilitasnya dalam bertahan. Figur yang direkrut di era kekuasaan Ramon Calderon ini tak jarang dinilai sebagai titik lemah Los Merengues oleh para pelatih tim oposisi. Performa buruknya waktu Madrid dihancurkan Barcelona 5-0, di mana kecerobohan sang bek kiri bermuara pada gol pembuka Xavi buat Tim Catalan, merupakan bukti bahwa dirinya belumlah sempurna.

Meski begitu, sepanjang perjalanan 2010/11, penampilan apik Marcelo toh jauh lebih sering muncul ketimbang permainan jeleknya. Kecondongannya dalam menyerang membuahkan tiga gol dan empat assist di La Liga yang memudahkan Madrid menceploskan lebih dari 100 gol.

Tapi, di pergelaran Liga Champions-lah Marcelo menunjukkan sinar paling terang. Eks Fluminense itu menyuguhkan rangkaian performa fenomenal menghadapi Lyon dan Tottenham, masing-masing di fase knock-out pertama dan perempat-final untuk mengesahkan diri sebagai salah satu bek kiri terbaik sejagat.

Similaritas antara Marcelo dan Dani Alves kian terlihat melalui pendekatan mental mereka terhadap permainan. Menjadi 'kepala' provokator dalam skuad yang berisi Pepe dan Cristiano Ronaldo tak hanya menyiratkan kemampuan Marcelo untuk menjengkelkan pemain tim lawan, tapi juga hasrat kuatnya untuk menang. Pertikaian dengan Sergio Busquets di semi-final Liga Champions musim lalu serta kepalan tangan tanda selebrasi setelah Peter Crouch diusir di Bernabeu merupakan bukti bahwa dia adalah pesepakbola yang menikmati pertarungan.

"Menjadi 'kepala' provokator dalam skuad yang berisi Pepe dan Cristiano Ronaldo tak hanya menyiratkan kemampuan Marcelo untuk menjengkelkan pemain tim lawan, tapi juga hasrat kuatnya untuk menang."

Dengan segala faktor yang dimiliki Marcelo di atas, kedatangan bek kiri tambahan Fabio Coentrao menjanjikan subplot menarik buat petualangan Madrid di kampanye 2011/12.

Dalam polling yang digelar awal Juli, 70 persen pembaca GOAL.com menilai Marcelo lebih baik ketimbang sang rekrutan anyar. Tempat pemain Brasil itu di starting XI Mourinho musim depan mungkin saja terancam, tapi yang jelas dia tak akan begitu saja menyerahkannya tanpa perjuangan keras.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait