thumbnail Halo,

Hitung mundur kami berlanjut dengan gelandang yang mengantar City merengkuh trofi Piala FA 2011.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Tak sedikit yang terkejut saat Manchester City menggelontorkan 30 juta demi mengangkut Yaya Toure dari Barcelona, tapi pemain timnas Pantai Gading itu menjustifikasi banderol besarnya dengan penampilan ciamik buat kontestan Liga Primer itu.

Lelaki 28 tahun itu bergabung dengan kakaknya, Kolo, di Eastlands, dan menyeruak sebagai salah satu bintang utama, mencetak delapan gol dan mengirim empat assist lewat peran baru di sektor gelandang serang yang diberikan manajer Roberto Mancini.

Kecenderungannya untuk muncul di waktu yang pas guna melesakkan gol mengangkatnya sebagai salah satu pemain kesayangan publik City, apalagi ia seolah berperan tunggal mengantar klub berjaya di Piala FA dengan mencetak gol kemenangan berturut-turut kontra Manchester United (semi-final) dan Stoke (final) di Wembley.

"Pemain dengan jumlah gol dan postur yang menjulang. Dia berharga mahal dan saya rasa bayarannya pun tinggi, tapi dia datang dengan kapabilitas yang begitu bagus sehingga tak seorang pun meragukannya."

Rekan setim, Joe Hart

Pasukan Mancini sempat berada dalam tekanan besar dengan kewajiban membukukan prestasi di musim 2010/11 setelah pembelanjaan jorjoran di jendela transfer musim panas dan musim dingin. Finis di zona empat besar adalah target utama yang tak bisa ditolerir oleh jajaran petinggi klub. Toure memberikan respons dengan menyuguhkan musim terbaik dalam kariernya. Ia memainkan peran integral dalam membantu City lolos ke Liga Champions.

MOMEN TERBAIK 2010/11

FINAL PIALA FA:
MANCHESTER CITY 1-0 STOKE
Toure menjadi menara kekuatan nan kokoh di babak kedua dan mencetak gol tunggal yang membawa City mengandaskan Stoke pada final di Wembley.
Dia duduk di daftar kedua topskor klub setelah Carlos Tevez dan postur menjulangnya di lini tengah hadir menghiasi starting line-up City di 35 partai Liga Primer.

Rasa lapar Toure untuk memenangi perebutan bola dan mengawali counterattack dengan kecepatan kilat tak ternilai buat timnya, sedangkan abilitasnya untuk merangsek ke depan tanpa melupakan tanggung jawab defensifnya membuatnya pemain favorit di mata pelatihnya.

Kemampuannya untuk mencetak gol di bigmatch tak terbantahkan dengan kesuksesan klub di Piala FA. Dia menyarangkan gol tunggal kala melawan rival tersengit, Manchester United, di semi-final, dengan merebut bola dari penguasaan Michael Carrick sebelum menaklukkan Edwin van der Sar.
 
Setelah itu, ia kembali membukukan gol kemenangan versus Stoke pada final di Wembley dengan sepakan keras di menit ke-74 yang mengakhiri 35 tahun paceklik trofi City.

Kubu Eastlands merealisasikan dua target utama mereka berkat kebintangan Toure. Kepahlawannya, bersama performa menawan Tevez dan Vincent Kompany menghasilkan kampanye yang patut dikenang semua suporter Manchester City.

"Kecenderungannya untuk muncul di waktu yang pas guna melesakkan gol mengangkatnya sebagai salah satu pemain kesayangan publik City, apalagi ia seolah berperan tunggal mengantar klub berjaya di Piala FA."


Belum lama ini, Toure melesat ke puncak daftar pesepakbola Afrika dengan bayaran tertinggi versi majalah Forbes, gaji per tahunnya yang sebesar 9,3 juta melampaui nama-nama top seperti Samuel Eto'o dan Didier Drogba, dan City berharap jenderal lapangan tengah mereka itu akan mampu memimpin klub menuju keberhasilan yang lebih tinggi lagi musim depan.

 

Mobile GOAL.com
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai akses GOAL.com via ponsel,
termasuk cara mengunduh aplikasinya, klik di sini.

Terkait