thumbnail Halo,

Penampilan apik di lini belakang Dortmund memastikan Hummels melakoni debut di peringkat ke-42 dalam daftar GOAL.com 50.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Ada sedikit prinsip fundamental dalam cara Juergen Klopp membangun formula untuk sukses di Borussia Dortmund. Di lapangan, soliditas pertahanan dan transisi luwes dari belakang hingga sepertiga akhir garis penyerangan adalah poin-poin utama strateginya. Sistem ini membutuhkan para pemain dengan spesifikasi sangat khusus yang memililiki versatilitas luar biasa. Di antara mereka, setidaknya seorang bek yang kapabel berperan ganda sebagai defender sekaligus deep-playmaker mutlak diperlukan, dan di musim 2010/11-lah pemain seperti itu muncul ke permukaan.

"Seiring waktu, Hummels semakin meyakinkan saya. Dia telah membuat langkah besar dalam empat atau lima bulan terakhir."

- Joachim Loew

Di peran tersebut, Klopp menyematkan keyakinannya pada pemain muda bernama Mats Hummels, dan eks personel Bayern itu tak mengecewakan. Bersama Neven Subotic, ia membentuk salah satu duet defensif terbaik di Eropa. Di penutupan musim, Dortmund, sang juara Bundesliga, hanya kebobolan 22 gol dalam 34 gim, hanya selisih satu dari rekor terbaik sepanjang sejarah Liga Jerman.

MOMEN TERBAIK 2010/11

 BUNDESLIGA:
BAYERN MUNICH 1-3 DORTMUND
Hummels membungkam Mario Gomez dengan performa defensif apik menghadapi bekas klubnya. Di babak kedua, tanjukan tajamnya mengakhiri harapan Bayern.
Secara statistik, Hummels menjadi bek terbersih di Eropa pada kampanye lalu. Catatan pelanggaran per laganya lebih sedikit dibanding bek-bek sentral elite mana pun, termasuk Thiago Silva, Gerard Pique, dan Nemanja Vidic. Di Bundesliga, pemuda Jerman itu hanya menerima dua kartu kuning. Begitu presisinya pergerakan Hummels dalam bertahan sampai membuat para striker yang menghuni tiga tim top Bundesliga mandul kala menghadapi Dortmund.

Dalam hal gaya bermain, Hummels membaca permainan dengan insting sejitu peramal ulung, dan memiliki reputasi sering membuat frustrasi para striker dengan man-marking yang amat ketat. Banyak yang menilai gaya pemain 22 tahun itu dalam bertahan mirip dengan Thiago Silva. Dia jarang memperlihatkan gerakan spektakuler karena nyaris selalu memosisikan diri dengan tepat dalam mengintervensi alur serangan musuh dengan cara yang sederhana namun menentukan.

Meski aset-aset terpenting dan paling sering diaplikasikannya adalah di lini defensif, permainan tanpa bola Hummels hanya menjabarkan setengah dari rangkain skill istimewanya. Seperti Pique, dia benar-benar nyaman menguasai bola, satu atribut yang sukses dieksploitasi Klopp.

Setelah memotong bola, sang bek muda ini sering menjadi pemain pertama yang memulai serangan balik. Ketimbang tergesa-gesa melepas bola tanpa tujuan, layaknya seorang gelandang bertahan, dia akan melakukan pengamatan terlebih dulu untuk menentukan ke mana bola akan dikirim. Dalam beberapa situasi yang tak memungkinkan untuk terjadinya fast break, Hummels biasa mendribel hingga tengah lapangan, kemudian melepas operan sejauh 20-30 meter ke sepertiga akhir. Secara garis besar, dia mampu mengadopsi sebagian besar properti dari tipe pemain no. 6 sehingga membuat para pemain no. 6 'sejati', seperti Sven Bender dan khususnya Nuri Sahin, untuk maju ke area yang lebih berbahaya.

Berkat display luar biasa di level klub, bintang Dortmund itu tampaknya telah meraih hati pelatih timnas Jerman, Joachim Loew. Dia memang baru mengoleksi tujuh cap untuk negaranya, dan belum sepenuhnya mereplikasi performa klub ke level negara, tapi serentetan penampilan di beberapa laga internasional terakhir mengindikasikan ia mendapat rapor tinggi di mata Loew.

"Secara statistik, Hummels adalah bek terbersih di Eropa pada kampanye lalu. Catatan pelanggaran per laganya lebih sedikit dibanding bek-bek sentral elite mana pun, termasuk Thiago Silva, Pique, dan Vidic."

Jelang bergulirnya musim baru, Hummels memiliki dua tantangan besar di depan mata: menularkan performa supernya ke Liga Champions serta mengadaptasikan diri agar meraih posisi starter dalam skuad Loew di Euro 2012. Itu membutuhkan perjuangan keras, tapi setelah meroket menuju status elite musim lalu, angin positif seolah bertiup membantunya menghadapi kampanye depan.


Mobile GOAL.com
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai akses GOAL.com via ponsel,
termasuk cara mengunduh aplikasinya, klik di sini.

Terkait