thumbnail Halo,

Hitung mundur pemain terbaik 2011/12 versi GOAL.com berlanjut dengan pemain berpengalaman Schalke 04, yang melakukan debutnya dengan luar biasa di Bundesliga Jerman.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Tak sedikit pemain yang didatangkan ke Gelsenkirchen musim panas 2010, tapi hanya satu yang bisa dikatakan mencuri perhatian. Siapa lagi jika bukan Raul Gonzalez, pemain yang sudah lebih dari 500 kali membela Real Madrid dan mengantarkan raksasa Spanyol itu meraih beragam gelar juara.

Dan keberadaan Raul semakin terasa ketika pemain dengan nama besar lain, seperti Klaas-Jan Huntelaar dan Jose Jurado gagal memenuhi ekspektasi. Raul pun menjelma sebagai salah satu pemain paling dipuja fans Schalke 04 setelah mencetak 19 gol di semua kompetisi dan menjadi topskor klub.

"Saya bisa belajar banyak hal luar biasa dari pemain seperti Raul. Hal itu mendorong saya untuk terus berkembang dan saya tak meragukan dirinya sebagai panutan, dan bukan saya."

- Julian Draxler, rekan satu tim

Namun, Raul bukannya tanpa rintangan. Di sejumlah laga pertama bersama Schalke, timnya gagal menang, bahkan kalah dan Raul juga belum mencetak gol. Situasinya semakin parah karena Schalke malah terjerembab di zona degradasi.

MOMEN TERBAIK MUSIM LALU

 PEREMPAT-FINAL LIGA CHAMPIONS:
SCHALKE 2-1 INTER
Raul mencetak satu gol ke gawang Inter untuk, tak hanya mengantar timnya menang, tapi juga mencatatkan namanya sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak di Liga Champions, dengan 71 gol.
Dan sejak itulah Raul bangkit dan menjadi inspirasi timnya untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Dengan sejumlah penampilan impresif, Raul mencetak hat-tricks saat melawan Werder Bremen dan Koln, dan dengan delapan gol dari tujuh pertandingan, Schalke mulai melihat cahaya untuk bisa kembali ke papan atas.

Namun performa Schalke mentok hingga papan tengah. Di akhir musim, Schalke hanya mampu menempati peringkat 14. Raul tak bisa disalahkan karena semua anggota tim melakukan start dengan buruk dan tidak konsisten di kompetisi domestik.

Tapi lain ceritanya di Liga Champions. Raul bisa mengantar Schalke menatat sejumlah kemenangan impresif, termasuk mengkandaskan Inter di babak delapan besar. Raul menjadi pemain kunci kesuksesan tersebut karena pengalaman segudang yang dimilikinya saat berlaga di kompetisi antarklub Eropa bersama Real Madrid. Raul sepertinya membagi pengalaman ke pemain lain cara mengatasi tekanan yang ada.

Mulai dari babak kualifikasi grup, Schalke bisa menjadi juara grup dengan mengungguli Hapoel tel Aviv, Benfica juga Olympique Lyon. Di babak 16 besar, Valencia ditaklukkan dengan skor agregat 3-1, yang membuat mereka bertemu sang juara bertahan Liga Champions, Inter. 

Di luar dugaan, Raul dkk menang 5-2 atas Inter di Giuseppe Meazza dan 2-1 di kandang sendiri. Yang lebih hebat lagi, Raul bisa menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan golnya ke gawang Inter itu, mengungguli jumlah 70 gol Filippo Inzaghi dari Milan.

Kejutan Schalke terhenti di babak semi-final karena Manchester United terlalu tangguh buat mereka. Tapi Raul masih bisa merayakan kesuksesan di turnamen domestik Piala Jerman dan mnambah koleksi gelarnya..

"Peran Raul tak hanya besar saat bermain di lapangan, tapi juga menjadi inspirasi untuk pemain yang lebih muda di klub."

Dengan kemampuan dan kontribusi di luar lapangan yang ditunjukkan Raul selama di klub, Schalke sepertinya harus mempertimbangkan untuk memperpanjang kontraknya yang bakal berakhir pada Juni 2012. Soalnya Raul sudah membuktikan dirinya belum habis.

Terkait