thumbnail Halo,

Hitung mundur pemain terbaik 2011/12 versi GOAL.com berlanjut dengan pemain Arsenal asal Spanyol itu menempati pos ke-45.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Memasuki bursa transfer musim panas 2011, saga transfer Cesc Fabregas berlanjut. Skiper Arsenal itu 'diminta' untuk kembali ke klub asalnya, Barcelona.

Terlepas dari spekulasi transfernya, kualitas Fabregas sendiri tak bisa diragukan. Meski gagal mengakhiri kealpaan Arsenal meraih tropi juara dalam enam musim terakhir, Fabregas tetap layak disebut sebagai gelandang terbaik yang ada sekarang ini. Label harga 40 juta euro yang disematkan padanya pun dinilai tidak berlebihan, setidaknya begitu menurut Arsenal. Dia juga dinilai layak mengisi tempat Xavi di Barcelona kelak.


"Saya harap Fabreas bergabung. Kehadirannya bisa memastikan siklus Barcelona tetap berlanjut. Dia adalah bagian yang hilang dari jigsaw kami."

- Spain international team-mate Xavi

Fabregas sendiri tidak menjalani musim dengan baik. Masalah cedera menghambatnya untuk bisa menunjukkan penampilan terbaik. Namun ketika mendapat kesempatan tampil, Fabregas langsung menunjukkan alasan mengapa Arsenal sangat ngotot untuk mempertahankannya tetap di Emirates.

17 assists dibuatnya di semua kompetisi musim lalu, ditambah sembilan gol dari kaki dan kepalanya. Hebatnya, Fabregas mencatat semua statistik tersebut dengan hanya memiliki menit bermain yang tidak lebih banyak dari rekan-rekannya di Arsenal.

Pengetahuannya akan taktik bermain tak diragukan lagi, umpan-umpannya juga jaminan mutu. Tambahan lain, Fabregas selalu bisa memberi ancaman meski tidak berada di depan gawang. Kemampuannya beradaptasi dengan taktik bagaimana pun dan personaliti yang baik membuatnya mudah bergabung dengan siapa pun dan bisa diterima oleh siapa pun.
MOMEN TERBAIK MUSIM LALU

 LIGA PRIMER iNGGRIS:
ARSENAL 3-1 CHELSEA
Fabregas mencetak gol kedua dan memberikan assists untuk Alex Song dan Theo Walcott. Di pertandingan itu, Fabregas menunjukkan perannya secara maksimal, baik sebagai pemimpin di lapangan, juga pencetak gol dan assist.

Namun Arsenal sepertinya terlalu bergantung padanya. Terbukti, saat Fabregas mengalami cedera, kans meraih juara di empat kompetisi langsung sirna beritu saja. Tim sepertinya tak siap kehilangan pemain asal Spanyol itu dan kejeniusan yang dimilikinya.

Tak salah jika kemudian pemain Arsenal yang mulai membayangkan "Andaikan Fabregas bisa bermain." Begitu kira-kira. Dan karena itu juga, kegagalan di Piala Liga berlanjut di Liga Champions, Piala FA dan Liga Primer Inggris. Arsene Wenger tak bisa berbuat banyak mengembalikan kepercayaan diri pemain Arsenal.

Saat mulai pulih, Fabregas sudah melakukan apa pun yang dia bisa untuk membawa lagi Arsenal ke pintu juara. Namun waktu tak cukup bagus untuk bisa merealisasikan keinginannya itu. Arsenal sudah tak memiliki lagi kepercayaan diri yang dibutuhkan dan meski pun materi pemain Arsenal di atas rata-rata, tanpa kepercayaan diri, klub asal London itu tak ubahnya klub medioker. Fabregas juga tak bisa berbuat banyak meski ban kapten kembali melingkar di lengan kirinya.

Ditambah kebijakan transfer awal musim Wenger yang tak meyakinkan, lengkap sudah kebinasaan Arsenal musim lalu. Lagi-lagi membebani Fabregas dengan tanggung jawab mengangkat timnya kembali ke level yang seharusnya sepertinya terlalu mengada-ada.

"17 assists dibuatnya di semua kompetisi musim lalu, ditambah sembilan gol dari kaki dan kepalanya."

Mungkin saja Fabregas sudah tak lagi merasakan situasi tersebut musim depan, jika memang Barcelona benar memboyongnya ke Camp Nou. Tapi apa pun itu, jadi atau tidak dia pindah dari Arsenal, Fabregas masih memiliki masa depan cerah dan gemilang untuk terus berkembang.

Terkait