thumbnail Halo,

Hitungan mundur kami untuk urutan ke-48 jatuh pada playmaker Borussia Dortmund ini, yang sudah membawa timnya menjadi juara Bundesliga Jerman musim lalu.

Selamat datang di GOAL.com 50! Di edisi spesial ini, editor GOAL.com di seluruh dunia memberikan suara untuk menentukan 50 pemain terbaik di musim 2010/11. Kami mengumumkan secara hitung mundur pemenang pada 21 Agustus dengan profil dari setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 pemain tersebut...

Ketika sejarah mencatat kesuksesan Borussia Dortmund menjadi juara Bundesliga Jerman 2010/11, Nuri Sahin pun disebut-sebut sebagai aktor kunci keberhasilan itu. Tapi faktanya, Mario Gotze ikut memegang peran penting.

Di usia yang masih 18 tahun, Gotze menunjukkan kematangan dan kelas dalam menggalang lini tengah bersama Nuri Sahin di Dortmund. Dia bahkan disebut Matthias Sammer, direktur olahraga DFB, sebagai salah satu bakat terbaik yang dimiliki Jerman.

Gotze juga terbilang andal dalam menjawab kepercayaan yang didapatnya. Memulai musim sebagai pemain pengganti, di akhir musim dia menjadi pemain utama dan pahawan bagi Dortmund. Gotze juga bisa menjalankan tugasnya dengan baik saat bermain di posisi sayap kanan, gelandang serang bahkan striker lubang. Tak salah jika kemudian timnas Jerman memanggilnya masuk dan menjadi bagian dari skuad Der Panzer.

"Dia pemain yang lain dari yang lain, memiliki kecepatan yang bagus, sangat kreatif dan memiliki kemampuan teknis yang luar biasa."

- Matthias Sammer

Peran Gotze terlihat begitu kentara ketika Shinji Kagawa absen sejak Januari. Gotze yang mendapat kepercayaan menjawab dengan performa bagus dan sama sekali tak mengecewakan. 
MOMEN TERBAIK MUSIM LALU

 BUNDESLIGA:
DORTMUND 4-1 HANNOVER
Gotze menciptakan sejumlah peluang yang semuanya gagal dimaksimalkan. Gotze akhirnya menunjukkan kemampuan dengan menggiring bola sendirian, melewati empat pemain dan menjebol gawang lawan.


Peluang demi peluang diciptakannya dan juga Gotze pun bisa mencetak gol dengan gayanya sendiri. Di akhir musim, Gotze mencatat assist antara 11 dan 15 di kompetisi domestik Jerman.

Dalam hal bermain, gaya Gotze kurang lebih sama dengan Mesut Ozil yang kini membela Real Madrid. Hampir semua keputusan yang diambilnya berhasil tepat. Bahkan dalam pergerakan tanpa bola, Gotze bisa membahayakan area pertahanan lawan.

Perkembangan Gotze di Dortmund banyak disamakan dengan Mesut Ozil di Werder Bremen. Bedanya, Ozil menunjukkan bakatnya ketika dia berusia 20 tahun, sementara Gotze dari usia 18 tahun.

Dan memang benar menurut Sammer, pemain ini akan menjadi andalan Jerman di masa mendatang. Gotze juga masih bisa berkembang ke arah yang lebih baik dan tumbuh semakin matang.

Banyak yang bisa diharapkan dari pemain ini, baik oleh Dortmund mau pun Jerman. Dengan usia yang masih 19 tahun, dan kemampuan yang masih belum keluar sepenuhnya, Jerman boleh berharap masa depan mereka mengarah ke sinar yang ebih cerah dari yang ada sekarang ini.

"Perkembangan Gotze di Dortmund banyak disamakan dengan Mesut Ozil di Werder Bremen. Bedanya, Ozil menunjukkan bakatnya ketika dia berusia 20 tahun, sementara Gotze dari usia 18 tahun."


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait