thumbnail Halo,

Vincent Kompany menempati urutan ke-50 dalam daftar pemain terbaik GOAL.com.

Selamat datang di GOAL.com 50! Di edisi spesial ini, editor GOAL.com di seluruh dunia memberikan suara untuk menentukan 50 pemain terbaik di musim 2010/11. Kami mengumumkan secara hitung mundur pemenang pada 21 Agustus dengan profil dari setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 pemain tersebut...

Setelah belanja besar-besaran yang dilakukan pemilik Manchester City untuk timnya, hasil yang dipetik setara dengan apa yang sudah diinvestasikan dalam diri pemain yang diboyong ke Etihad Stadium.

Yaya Toure, David Silva dan Edin Dzeko sudah menunjukkan kemampuan masing-masing untuk menunjukkan jika Manchester City tak bisa dipandang sebelah mata lagi. Tapi ada satu sosok lain yang pantas diperhatikan. Adalah Vincent Kompany yang membuat pemain depan lawan berkelas dunia kehilangan kemampuan terbaik mereka saat menghadapi Manchester City.

Pemain asal Belgia itu bergabung dari Hamburg SV di tahun 2008, dan kemampuan terbaiknya terlihat jelas musim lalu. Berduet bersama Kolo Toure dan Joleon Lescott, perpaduan tersebut menghasilkan kualitas pertahanan yang tak bisa dianggap remeh oleh lawan.

Catat saja hasil duet Kompany selama membela Manchester City musim lalu. Timnya menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit dengan hanya 33 gol. Kompany sendiri memiliki andil besar dan hanya sekali absen membela Citizen.

"Saya bangga bisa bermain bersamanya dan jika dia bisa terus bermain seperyi ini, dia bisa memiliki kualitas seperti Nemanja Vidic."

- Aleksandar Kolarov, rekan satu tim

Carlos Tevez juga mencuri perhatian bersama Manchester City musim lalu, karena dengan kontribusi golnya juga timnya bisa menembus zona Champions, bahkan masuk tiga besar. Tapi Kompany tak bisa dilepaskan dari sukses City tersebut. Kemampuannya menghadang striker lawan juga layak diacungi jempol.
MOMENT TERBAIK MUSIM LALU

 FINAL PIALA FA:
MANCHESTER CITY 1-0 STOKE
Kompany mendapatkan gelar pertamanya di sepakbola Inggris di Wembley, berkat gol tunggal Yaya Toure tanpa bisa dibalas oleh Stoke City.

Grafik penampilannya juga terbilang bagus. Saat melawan Chelsea di bulan September, tim lawan dipaksanya mandul, tanpa bisa menggolkan sebiji bola ke gawang Joe Hart. Pada akhirnya, City memenangi laga tersebut dengan skor 1-0.

Sukses berlanjut saat menghadapi rival sekota, Manchester United. Dua bulan setelah menghadapi Chelsea, United dipaksa bermain imbang.

Kemampuannya memimpin skuad juga pantas mendapat apresiasi. Saat Tevez absen, ban kapten langsung berpindah ke lengan kirinya dan dengan semangat seorang pemimpin dia membuktikan bisa memotivasi teman-temannya untuk meraih poin penuh dan kemenangan. Saat di semi-final Piala FA menghadapi United, dengan komenadonya, City bisa menang dan melaju ke final hingga akhirnya menang atas Stoke City di Wembley. Kemenangan atas Blackburn Rovers di bulan April, masih dengan ban kapten di lengan kirinya, juga memastikan tiket Liga Champions menjadi milik City.

Karena kontribusinya itu, juga konsistensi bermain, PFA memasukkan nama Kompany dalam daftar pemain yang masuk tim terbaik versi mereka musim 2010/11. Tevez juga menjadi pemain Manchester City lain yang masuk dalam daftar tersebut.

Namun dengan masa depan Tevez yang tak begitu jelas, Kompany menjadi satu-satunya kandidat yang pantas secara penuh memimpin armada perang Manchester City musim depan. Dengan kemampuan, performa, karakter bermain dan kualitas yang dimiliki Kompany, sepertinya tidak ada yang bisa menggugat jika memang ban kapten Manchester City diserahkan kepadanya.

"Namun dengan masa depan Tevez yang tak begitu jelas, Kompany menjadi satu-satunya kandidat yang pantas secara penuh memimpin armada perang Manchester City musim depan."

Manchester City juga boleh berbangga dengan pembelian pemain ini. Kompany menjadi bukti bahwa Manchester City bisa mendatangkan pemain berkualitas dengan harga relatif murah, dengan hanya €8 million tiga tahun lalu.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!
BEBE STUMBLES
 FROM OUR LIVE COMMENTARY
70' Bebe has had a game to forget this evening, and sums it up by running the ball out of play down the left-hand side
 PLAYER RATING
3 Hapless even against Blue Square Bet Premier opposition. Every cross was blasted way too deep, while he provided no cover for Rafael. Awful.

Terkait