thumbnail Halo,

Wesley Sneijder adalah pemain TERBAIK musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Hitungan mundur telah rampung, dan inilah pemenangnya...

Wesley Sneijder sedang berada di bandara Barajas, Madrid, Agustus 2009. Pikirannya dipenuhi dengan bagaimana cara beradaptasi dengan Inter Milan. Apakah keputusan Madrid melepasnya merupakan keputusan yang tepat? Apakah Inter pilihan yang tepat? Bagaimana dia mampu menjawab harapan dari harga transfer yang disematkan kepada dirinya? Bagaimana dengan karier internasionalnya? Sneijder adalah pemain yang penuh percaya diri, tapi untuk saat ini dia tak bisa membayangkan seperti apa musim yang akan dijalaninya. Setahun berselang, para editor GOAL.com memilihnya sebagai pemain terbaik dunia sepanjang musim 2009/10.

Prestasi itu dicapainya setelah dipersilakan meninggalkan Santiago Bernabeu oleh Florentino Perez. Mega-proyek Real Madrid tak menyisakan tempat untuknya. Bersama klub barunya, Sneijder tak perlu butuh waktu lama beradaptasi.

Sneijder langsung beraksi dan membantu Inter mengalahkan AC Milan 4-0 dalam partai kompetitif pertamanya, atau dua hari setelah bergabung. Sebulan kemudian, Sneijder melesakkan gol pertama untuk Inter, gol pada pengujung pertandingan yang mengalahkan Udinese, tapi mendapat kartu kuning karena diving. Bukan masalah disiplin terakhir yang dilakukannya sepanjang musim, tapi setidaknya menandakan insting kreatif yang dimilikinya.

Oktober, Sneijder lepas landas. Saat itu Sneijder menikmati enam kemenangan beruntun bersama Inter di Serie A. Selain itu, tim juga tampil baik di Liga Champions. Sneijder melesakkan gol ke gawang Dynamo Kyiv yang mengantarkan Inter memuncaki klasemen grup. Kartu merah melawan Atalanta dan Milan sempat mewarnai penampilannya, tapi segera dijawab Sneijder dengan penampilan terbaiknya ketika Inter mengalahkan Siena 4-3.

Max de Luca dari GOAL.com mengatakan, "Sneijder beraksi pada sepertiga akhir pertandingan untuk Beneamata dengan menyediakan umpan untuk gol Diego Miliro dan mencetak dua gol dari situasi bola mati. Benar-benar mengagumkan."

Jika harus ada penilaian untuk penampilan Sneijder malam itu, sepantasnya nilai sembilan dari sepuluh disematkan kepadanya.

Februari dan Maret, Sneijder kering gol. Tapi itu bukan berarti kemunduran penampilannya di atas lapangan. Peran kreatif Sneijder terus tersaji bagi Nerazzurri. Ingatlah kemenangan 2-1 atas Chelsea di Liga Champions. Sneijder membantu terciptanya gol Milito dan juga mengawali proses terciptanya gol Samuel Eto'o. Saat tandang, Inter berupaya menghindari kebobolan. Pertahanan terbaik adalah melalui serangan.

Melalui penampilan yang hebat, dengan mengandalkan pengaturan bola-bola mati, umpan terobosan, dan umpan-umpan cepat, Sneijder menginspirasikan kemenangan Inter. Umpannya kepada Eto'o lah yang menamatkan perjuangan Chelsea. Ketika pada saat yang sama Madrid terjungkal dari turnamen, mulai muncul andai-andai jika mereka masih mempertahankan pemain Belanda itu di Bernabeu.

Jelang akhir musim, penampilan Sneijder terus mengesankan. Kesepahaman yang dibangunnya bersama Milito dan Eto'o berhasil menumpas Barcelona 3-1 di semi-final Liga Champions sebelum akhirnya memastikan diri tampil di final.

Pada 5 Mei, kemenangan 1-0 atas AS Roma membuat Sneijder turut mencicipi gelar Coppa Italia. Tapi saat itu dia terpaksa beristirahat karena menderita cedera.

Tak lama berselang, Inter memastikan scudetto dan ujian meraih gelar Liga Champions pun membayang di depan mata. Saat final, Sneijder mendapat penilaian 8,5 atau terbaik kedua setelah Milito, yang tampil sebagai pahlawan Inter.

Sneijder masih melanjutkan petualangan. Bersama Belanda di Afrika Selatan, namanya seolah terabaikan. Sneijder mampu melesakkan lima gol sepanjang turnamen, terutama yang paling dikenang adalah dua gol ke gawang Brasil di babak perempat-final.

Bahkan pertandingan menjemukan melawan Jepang juga ditandainya dengan sebuah gol. Tapi pengaruhnya bagi Belanda sangat terasa dalam pertandingan melawan Brasil.

Ketika menghadapi Uruguay di semi-final, lagi-lagi Sneijder tampil apik dan mempersembahkan gol kedua tim.

Datanglah final melawan Spanyol. Belanda memang gagal, tapi Sneijder hampir saja memberikan peran yang menentukan kalau saja Arjen Robben bisa menuntaskan peluang yang diperolehnya. Jika Robben menciptakan gol, sejarah akan lain.

Selain kekecewaan tersebut, Sneijder boleh menikmati musim yang hebat. Inilah salah satu musim terbaik dalam kariernya -- sekaligus yang terbaik bagi seluruh pemain sepakbola dunia sepanjang musim lalu.




Selamat kepada Wesley Sneijder
Pemenang "GOAL.com 50" untuk musim 2009/10

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Wesley Sneijder sudah sesuai?

Terkait