thumbnail Halo,

Xavi adalah pemain terbaik ketiga musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar...

Xavi mendapat predikat sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya. Bagi beberapa penggemar, aksinya terbilang tidak seheboh Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, bahkan tidak bertenaga seperti Cesc Fabregas atau Frank Lampard; tetapi tetap saja Xavi menjadi favorit.

Pelatih di seluruh dunia, pengamat dan pemain sepakbola pastinya terkesima dengan aksi Xavi di atas lapangan, dari kesederhanaan mengatur tim hingga sikap tak kenal lelah memandu ritme jalannya pertandingan. Semua hal tersebut dilakukannya sendirian berkat keterampilan istimewanya dalam mengolah si kulit bundar terlebih dalam mengirimkan umpan akurat.

Konsistensi permainan dan kondisi fisik prima Xavi merupakan faktor utama yang membuatnya bertransformasi menjadi seorang bintang. Sejak mengalami cedera parah 2006 silam, setiap tahunnya Xavi membela Barcelona sebanyak 54 kali kecuali musim lalu 53. Tetapi catatan itu masih di luar penampilan bersama La Furia Roja sebanyak 17 laga yang membuat total aksi Xavi lebih dari 70 pertandingan sepanjang musim 2009/10.

Catatan soal kondisi fisik Xavi bahkan mendapat tempat khusus, karena dia tercatat sebagai pemain yang paling banyak menjelajahi setiap sudut lapangan dibanding pemain lainnya di setiap pertandingan.

Maestro lini tengah itu juga tercatat memiliki waktu istirahat paling sedikit di masa rehat kompetisi reguler tiga tahun terakhir. Sejak membantu Spanyol merajai Euro 2008, Xavi menjadi tokoh sentral bagi La Furia Roja di Piala Konfederasi 2009 dan Piala Dunia 2010. Catatan ini belum termasuk aksi Xavi bersama Barcelona yang mencoba meraih enam gelar di musim 2009/10.

Di balik kehebatan stamina yang dimilikinya, musim lalu Xavi mencatat dua aksi yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Keduanya terjadi saat El Barca menghadapi Inter di babak grup Liga Champions. Xavi memang tidak mampu mencetak gol atau menghadirkan assist bagi rekan satu timnya, tetapi aksi Xavi kala itu seakan menegaskan kehebatannya dalam mengatur ritme jalannya pertandingan.

Aksinya di La Liga Spanyol hampir tak tertandingi. Penampilan terbaiknya di liga domestik terlihat kala Blaugrana menghajar Real Madrid 2-0 di awal bulan April lalu. Saat itu Xavi mempersembahkan dua assist sekaligus memperbesar peluang El Barca meraih gelar juara, gelar keempat di musim 2009/10 setelah Piala Super UEFA, Piala Super Spanyol dan Piala Dunia Antar Klub FIFA.

Di level personal, Xavi menempati peringkat tiga di acara penganugerahan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik versi FIFA. Kemampuan Xavi dalam memberikan umpan dibuktikannya dengan mencatatkan diri sebagai pemain yang paling banyak memberikan assist dua musim beruntun. Tahun lalu dia mencatat 14 assist di La Liga, total 19 assist di setiap kompetisi. Hebatnya dia mencetak sepuluh di antaranya dalam 14 pertandingan terakhir.

Xavi
Momen Musim Ini

Menyumbangkan dua assist ketika Barcelona menaklukkan Real Madrid dengan skor 2-0 dalam laga El Clasico di Santiago Bernabeu.
Dengan sabuk gelar juara domestik berada di pinggangnya, Xavi menanggung beban harapan besar untuk mengulang aksi fenomenal Euro 2008 di Afrika Selatan sekaligus meraih trophy Bola Emas sebagai pemain terbaik.

Akan tetapi, Xavi mendapat rintangan keras di Afrika Selatan karena hampir semua lawan yang dihadapinya melakukan pengawalan ketat dan tekel-tekel keras. Meski demikian, Xavi tetap menikmati Piala Dunia meski tidak dengan cara yang spektakuler. Penampilan Xavi seakan berada di balik bayang-banyang rekan satu timnya David Villa dan Andres Iniesta, belum lagi penampilan menawan dari bintang lainnya seperti Wesley Sneijder dan Diego Forlan.

Namun kegagalan Xavi mencetak banyak gol dan assist di Piala Dunia seakan menjadi wasiat kehebatan di belakang layar dan papan skor dengan tugas utamanya menjaga kinerja maksimal tim.

Xavi mencatat 699 umpan, lebih banyak dari siapapun di Piala Dunia dan 544 di antaranya tepat menemui sasaran. Catatan ini hanya kurang 21 dari yang dibukukan Bastian Schweinsteiger. Xavi juga mengirimkan umpan silang dan terobosan ke kotak penalti lebih banyak dari siapapun. Sepanjang Piala Dunia, Xavi tercatat berlari sepanjang 80.20 km atau rata-rata 11.46 km per pertandingan. Catatan itu adalah yang terbaik di Afrika Selatan.

Memperhatikan aksi Xavi di tengah lapangan baik itu dengan atau tanpa bola hanya akan menemukan kenikmatan dalam sepakbola. Aksinya menjelajahi setiap sudut lapangan hijau hanya akan memperlihatkan keinginannya berada dua atau tiga langkah di hadapan semua lawan. Dengan usia yang baru menginjak 30, dipastikan masih banyak catatan fenomenal yang akan ditorehkan Xavi di masa mendatang.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Xavi sudah sesuai?

Terkait