thumbnail Halo,

Arjen Robben adalah pemain terbaik keempat musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar...

Lima tahun lalu, jika Anda bertanya kepada fans Chelsea apakah Arjen Robben bisa meraih Ballon d'Or di masa mendatang, jawabannya pasti bisa. Pasalnya, di usia yang masih 21 tahun kala itu, dia menunjukkan potensi yang luar biasa lewat kemampuan dan tekniknya mengolah bola. Label bintang pun disematkan untuknya.

Namun kemudian petaka dialaminya. Cedera demi cedera yang memaksanya absen di sejumlah laga. Robben pun dikenal sebagai pemain sepatu kaca, mudah retak.

Pada Agustus 2009, setelah menjalani masa singkat bersama Real Madrid, Robben bergabung dengan Bayern Muenchen. Keputusan transfer yang dilakukan raksasa Bundesliga Jerman itu dinilai berisiko, mengingat Robben banyak dan sering mengalami cedera. Namun perjudian Bayern terbayarkan.

Pada laga pertamanya, Robben langsung mencetak dua gol di paruh kedua sebuah pertandingan. Dua gol itu menandakan jika Bayern tak salah berinvestasi padanya.

Namun petaka kembali menghinggapinya. Dia mengalami masalah cedera lutut saat tampil di Liga Champions melawan Juventus. Robben pun harus absen sebulan sebelum kemudian tampil selama 90 menit melawan Hertha Berlin 5-2.

Setelah jeda musim dingin, Robben menunjukkan performa terbaiknya. Dalam 23 penampilan, dia mencetak 18 gol, enam assist dan secara berkala menjadi pemain terbaik di setiap laga Bayern. Bahkan Robben menjadi salah satu penampil paling efektif, dengan mengikuti jejak Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, namun dengan gayanya sendiri.

Arjen Robben
Momen Musim Ini

Tendangan voli yang membuahkan gol ke gawang Manchester United untuk membawa Bayern lolos ke semi-final Liga Champions.
Menurut direktur olahraga Bayern Christian Nerlinger, Robben mampu memenuhi ekspektasi klub dengan memberikan lebih banyak tenaga di sektor depan. Ketika timnya tak mampu menembus jajaran pemain belakang lawan, Robben dengan kecerdikan, kemampuan individu dan tendangan keras jarak jauh bisa menjadi penentu kemenangan atau hasil positif bagi timnya.

Pentingnya peran Robben sangat terlihat ketika tampil di Liga Champions, kala Bayern menghadapi Fiorentina dan Manchester United, juga Olympique Lyon. Dia membuat gol penting di momen yang menentukan untuk mengantar Bayern melangkah ke final.

Di final, Inter bisa meredam ketangguhan Robben. Tapi tidak di final Piala Jerman. Tak salah jika kemudian Robben mendapat penghargaan sebagai Pemain Terbaik Bundesliga Musim Lalu.

Bersama Belanda di Piala Dunia 2010, kontribusi Robben juga sama besarnya saat berada di Bayern. Namun dia sempat terancam tak ambil bagian di Afrika Selatan karena cedera yang dialaminya, walu akhirnya bisa tampil dan mengantar Oranje ke final Piala Dunia 2010 untuk menghadapi Spanyol. Akan tetapi, petualangannya tidak berakhir manis karena dia dan Belanda takluk di tangan Spanyol. Meski begitu, Robben layak dinobatkan sebagai pemain terbaik keempat GOAL.com.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Arjen Robben sudah sesuai?

Terkait