thumbnail Halo,

Diego Forlan adalah pemain terbaik keenam musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar...

Mungkin orang terganggu dengan isi komentar pengamat selama Piala Dunia 2010 Afrika Selatan yang menyebutkan Diego Forlan sebagai "pemain Manchester United yang gagal". Ya, Forlan sulit mengerahkan kemampuan terbaik pada 2002 ketika Sir Alex Ferguson memberinya kesempatan mencicipi sepakbola Eropa. Namun, justru setelah mampu mengatasi kesulitan tersebut Forlan menjadi salah satu pencetak gol ulung. Sejak dari Inggris, dia berkembang menjadi salah satu pemain lini depan paling mematikan. Selama musim 2009/10, andalan Uruguay ini begitu instrumental dan menjadi teladan baik bagi klub maupun timnas.

Forlan, setelah sukses merebut Pichichi kedua sepanjang karier berkat 32 gol dalam 33 penampilan untuk membawa Atletico Madrid lolos ke Liga Champions, menjadi target transfer Real Madrid dan Barcelona, tapi memutuskan setia bersama Los Colchoneros. Keputusan ini tampak gamang mengingat pelatih Abel Resino hanya mampu memetik satu kemenangan dalam 11 pertandingan liga. Tapi Atletico pelan-pelan mampu merebut gelar juara Liga Europa meski gagal memenangi satupun laga mereka di Liga Champions.

Musim itu sudah selesai. Kedatangan bekas bos Valencia, Quique Sanchez Flores, menjadi katalis yang melontarkan klub menuju sukses. Forlan pun memberikan pengaruhnya.

Di liga domestik, Atletico harus bertarung mencegah nasib buruk terdegradasi yang pernah menimpa mereka sepuluh tahun silam. Di kompetisi piala, Atletico menjadi salah satu tim yang menjulang. Tekad dan semangat juang ditambah kesuburan gol Forlan mengantarkan Atletico ke final Liga Europa dan Copa del Rey. Atletico sukses menjuarai Liga Europa, meski dikalahkan Sevilla di final Copa del Rey. Gelar Liga Europa merupakan yang pertama mampu mereka raih sejak sukses menggondol gelar ganda di kancah domestik pada 1996. Forlan memegang peranan kunci atas kesuksesan tersebut.

Kekuatan dua kaki penyerang berusia 31 tahun itu berhasil menyingkirkan Liverpool di semi-final Liga Europa. Tak terhenti hingga di situ, Forlan mencetak dua gol untuk menaklukkan Fulham di laga puncak. Inilah bukti yang diberikan Forlan kepada publik Inggris bahwa dirinya bukanlah pemain yang gagal.

Diego Forlan
Momen Musim Ini

Meraih Bola Emas atau pemain terbaik Piala Dunia 2010 dengan torehan lima gol.
Pembuktian itu dipandang penting. Meski kalau diingat lagi, Forlan pernah mencetak gol penting bagi United ke gawang Chelsea dan Liverpool. Kalaupun masih ada keraguan, Afrika Selatan menjadi panggung pembuktian berikutnya.

Uruguay tampil sebagai sebuah kesatuan yang memadukan kualitas para pemainnya. Forlan malahan tampil selayaknya Diego Maradona yang tampil "sendirian" mengangkat Argentina pada 1986. Perbandingan itu muncul setelah kehadiran Forlan membangkitkan semangat dan kepercayaan diri rekan-rekan setim berkat keteladanan serta kemampuannya mencetak gol.

Gawang Jerman, Belanda, Ghana, dan Afrika Selatan merasakan kedahsyatannya mencetak gol dengan penuh kekuatan serta akurasi. Forlan dianggap sebagai pemain yang mampu menjinakkan Jabulani, bola "aneh" yang memicu kontroversi tersendiri di kalangan pemain sepanjang Piala Dunia. Segera saja sang bola menjadi senjata utama Forlan dalam mencetak gol demi gol ke gawang lawan. Tiga dari lima gol yang dicetak Forlan di Piala Dunia tercipta dari luar kotak penalti.

Lima gol dan sebuah penghargaan Bola Emas -- betapa sebuah pengakuan luas yang diperoleh Forlan atas pencapaian yang diukirnya di Piala Dunia. Meski penampilan wakil-wakil Amerika Selatan, yang awalnya sempat mendominasi, gagal berbuah manis ditambah insiden handball Luis Suarez, Forlan memercikkan kisah positif yang terekam dalam buku sejarah Piala Dunia.

Penghargaan sebagai Pemain Terbaik FIFA dalam turnamen membawa Forlan sejajar dengan para pemain legendaris lainnya. Roberto Baggio, Johan Cruyff, serta Maradona adalah sedikit dari banyak pemain itu. Mudah-mudahan saja ketika penggemar sepakbola mengenang Piala Dunia 2010, nama seorang striker istimewa dengan sentuhan yang tak kalah hebatnya mampu menyihir dunia dengan penampilannya di atas lapangan hijau -- Diego Forlan.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Diego Forlan sudah sesuai?

Terkait