thumbnail Halo,

Andres Iniesta adalah pemain terbaik ketujuh musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar...

Andres Iniesta mulai mengemuka sejak mampu menembus skuad utama Barcelona tahun 2002. Musim lalu, Iniesta membuktikan di atas segalanya dirinya adalah pesepakbola sejati. Memiliki etika tim tanpa pamrih yang menjadi teladan bagi para pesepakbola, terutama ketika dirinya melambungkan kemenangan bagi Barcelona. Hal tersebut ditunjukkan lewat fakta kala dirinya tanpa kompromi melakoni final Liga Champions UEFA 2009 di mana saat itu dirinya berisiko memperburuk cedera yang sedang membebatnya. Namun demi mempertaruhkan martabat tim, untuk pertama dan terakhir, ia rela berkorban untuk keberhasilan tim.

Saat muncul pembicaraan akan adanya kontrak baru pada awal musim lalu baginya, pemain berusia 25 tahun yang dinekal rendah diri ini menegaskan, ia sama sekali tak akan pernah menuntut klub Katalan itu untuk membayarnya tinggi, sebab Barcelona sudah menjadi sebuah kebahagian dan mimpinya.

Sayang cedera berlarut-larut pasca kemenangan atas Manchester United di final Liga Champions menyeret gelandang dinamis itu tak bisa turut andil bagi timnas Spanyol di Piala Konfederasi. Alhasil, tim Matador pun tak bisa berkata-kata saat tersisih di fase semi-final. Pelatih Pep Guardiola berupaya menempatkan Iniesta jauh dari risiko yang berdampak pada kebugarannya dengan harapan sesegra mungkin fit. Hasilnya, musim Iniesta terbilang tersendat-sendat dan ia pun tan bisa bermain penuh sepanjang 90 menit hingga Oktober. Perhitungannya juga terbagi untuk mengembalikan dirinya bisa berkancah bagi Spanyol di kualifikasi Piala Dunia.

Pada bulan Desember, Iniesta berhasil mengukuhkan enam gelar bagi Barca dalam semusim, dan setelah jeda natal, dirinya mulai memperlihatkan peran 'kembalinya sang pahlawan' untuk tim dengan membawa Barcelona maraup tujuh kemenangan dalam delapan laga di Primera Liga Spanyol yang membuat perburuan titel gelar domestik bersama rivalnya Real Madrid memanas.

Andres Iniesta
Momen Musim Ini

Mengukir sejarah di final Piala Dunia 2010.
Namun kembali mimpi buruk menyertainya. Di paruh kedua musim, cedera berkelanjutan kembali memaksa pemain asli asal Fuentealbilla ini berjuang keras pulih. Walau demikian, Iniesta hebatnya masih bisa tampak batang hidungnya di lapangan sebanyak 42 kali di semua kompetisi yang dilakoninya bersama Barca serta mempertahankan titel jawara domestik. Dalam kontribusinya di musim lalu dengan mengemas delapan asis serta satu gol bagi Barca, hal itu seolah telah menggambarkan betapa gigihnya Iniesta bersikukuh mengabdi bagi tim kendati kondisi yang terseok-seok yang membuatnya menonjol dari pemain lainnya.

Di sisi yang sama, Iniesta juga membidik kesuksesan bersama timnas Spanyol. Sembari berjuang dari kemelut cedera di awal-awal turnamen Piala Dunia 2010 usai bermain habis-habisan membantu klub meraih gelar prestisius, Iniesta mengikuti setiap instruksi dokter medis yang membenahinya. Dan akhirnya, saat tiba waktunya, pemain mungil itu sukses mempersembahkan gelar historis Piala Dunia untuk kali pertama bagi La Furia Roja.

Memang momok cedera tak serta merta berhenti menghantuinya, saat kekalahan memalukan Spanyol dari Swiss, dirinya tak bisa berbicara banyak dan harus ditarik keluar lapangan. Usai di laga berikutnya kontra Honduras ia hanya duduk manis di bangku cadangan, ia pun segera kembali masuk dalam jajaran starting eleven kala berhadapan dengan Cili, yang menjadi laga terakhir sekaligus penentu nasib Spanyol. Tak bisa dibantah, gol kedua Spanyol lahir dari kaki Iniesta yang menamakan dirinya di pertandingan tersebut sebagai man of the match.

Dari situlah titik keemasan Iniesta bersinar terang hingga laga final. Sempat membuat kontroversi saat Johny Heitinga diusir wasit akibat aksinya, tetapi sebelum akhirnya dirinyalah yang menjadi penentu kemenangan Spanyol atas Belanda di partai puncak Afrika Selatan pada menit 116. Lagi-lagi sikap bersahaja dipertontonkan Iniesta dalam gol tersebut dengan selebrasi penghargaan terhadap Dani Jarque yang ditulisnya sebagai legenda sepakbola Spanyol selayaknya.

Meskipun musimnya didominasi oleh permasalahan cedera, Iniesta tetap menunjukkan tajinya yang membuat GOAL.com mencantumkannya di urutan ketujuh megingat akan dedikasi yang telah diberikan seorang pahlawan Iniesta.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Andres Iniesta sudah sesuai?

Terkait