thumbnail Halo,

Thomas Mueller adalah pemain terbaik ke-15 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar...

Dari pemain cadangan Bayern Muenchen hingga meraih gelar ganda, dari finalis Liga Champions hingga meraih penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia 2010, hebatnya semua ini diraih Thomas Muller dalam tempo satu tahun; sebuah pencapaian luar biasa dari seorang pemain muda sepanjang musim 2009/10.

Muller sebenarnya menjadikan musim lalu sebagai batu pijakan sebagai bagian dari proses pematangan panjang untuk menjadi seorang pemain serba bisa, Müller malah bertransformasi menjadi salah satu komoditi paling panas di Eropa setelah musim lalu menyelesaikan 52 pertandingan dengan 19 gol di semua kompetisi.

Di musim 2008/09, pemain belia yang baru berusia 20 tahun itu sempat mencicipi indahnya bermain bersama tim utama Bayern, dia bermain di empat laga Bundesliga dan mempersembahkan satu gol di Liga Champions. Meski demikian, Muller harus menunggu kedatangan Louis van Gaal untuk mengeluarkan bakat yang selama ini terkunci. Ketika kesempatan itu datang, Muller langsung muncul sebagai salah satu pilar dominasi FC Hollywood.

Pelatih jenius asal Belanda itu menaruh kepercayaan pada pemain muda dan tidak membuang waktu untuk mengangkat status Holder Badstuber dan Muller ke tim inti di musim panas. Aksi keduanya pun tidak mengecewakan hingga keberadaan pemain baru seperti Edson Braafheid, Danijel Pranjic dan Alexander Baumjohann tidak terlalu dibutuhkan tim.

Produk asli Bayern itu memperlihatkan diri sebagai pemain serba bisa sepanjang musim karena tampil di semua laga Bundesliga di sejumlah posisi yang berbeda, Muller pun sukses meraih status sebagai top skor DFB Pokal.

Muller mengawali kisahnya saat mengambil peran sebagai pemain pengganti kala Bayern menghadapi rival Borussia Dortmund pada September tahun lalu yang langsung mengantarkannya menjadi pemain reguler. Muller mengakhiri kiprahnya di bulan September dengan merebut penghargaan sebagai Pemain Terbaik Bundesliga bulan tersebut. Saat Bayern mulai menemukan momentum, Muller semakin menancapkan diri sebagai sosok penting dan menjadi pemain kunci di susunan pemain. Satu-satunya laga yang gagal diikutinya sepanjang musim adalah ketika Bayern meladeni tantangan raksasa Prancis Bordeaux di Liga Champions karena mendapat sanksi larangan bermain.

Saat itu kiprahnya di Liga Champions memang kurang trengginas. Muller hanya mencetak dua gol dari 12 pertandingan; keduanya berkat kesalahan rutin tim sekelas Maccabi Haifa. Namun beberapa pengalaman melawan tim-tim terbaik dataran Eropa hanya mempercepat proses kematangannya. Akan tetapi, dia dipastikan menyesali kegagalannya mencetak gol ke gawang Inter di final Liga Champions yang sebenarnya bisa membangkitkan semangat Bayern kala itu.

Thomas Mueller
Momen Musim Ini

Mencetak dua gol untuk membantu Jerman menang atas Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2010.
Lain lagi kisahnya bersama Bayern di Jerman yang terbilang istimewa. Bayern hampir tak tersentuh oleh para pesaing untuk menggapai gelar Bundesliga ke-22 sepanjang sejarah. Muller mengemas gol penting ke gawang Werder Bremen dan Schalke untuk membawa Die Roten ke puncak klasemen. Kematangannya terdeteksi Joachim Low yang kemudian membawanya ke dalam skuad Jerman di bulan November dan Maret untuk menghadapi laga persahabatan melawan Argentina. Aksinya Muller saat itu sebenarnya kurang impresif dan Jerman mengakhiri pertandingan dengan mimpi buruk.

Setelah tugasnya bersama Bayern usai dan mendapat penghargaan sebagai anggota skuad terbaik Bundesliga musim lalu, Muller memastikan satu tempat dalam skuad Low di Piala Dunia dan meneruskan tradisi sukses nomor keramat 13 yang pernah digunakan oleh Gerd dan Michael Ballack. Meskipun sempat mengalami kecelakaan saat bersepeda di latihan pra-Piala Dunia, Muller bangkit dan menjadi salah satu starter tim.

Aksi di atas rata-rata dipertontonkannya dengan menyumbang sebuah gol diperlihatkannya kala menghadapi Australia. Tidak berhenti di sana, permainannya bersama Jerman begitu efektif ketika tim Panzer meladeni musuh bebuyutan, Inggris. Kemenangan atas Inggris membawa Muller bertemu dengan Argentina, lagi-lagi dia mencetak sebuah gol kemenangan telak 4-0 atas tim Tango, tetapi sebuah kartu kuning yang diterima memaksanya absen di laga empat besar melawan Spanyol. Andai saja Muller hadir, bukan hal mustahil Jerman menjadi kandidat terkuat meraih Piala Dunia.

Laga perebutan tempat ketiga dilakoninya dengan baik kala menghabisi bola muntah hasil sepakan jarak jauh Bastian Schweinsteiger dan membawa keunggulan bagi Die Elf. Gol tersebut merupakan yang kelima di Afrika Selatan dan membawa Muller sejajar dengan Wesley Sneijder dan David Villa dalam urusan mencetak gol, namun dengan tiga asisst yang dikemas membuatnya berhak meraih penghargaan bergengsi Sepatu Emas. Muller juga sukses menyisihkan Andre Ayew dan Giovani Dos Santos untuk mengklaim gelar Pemain Muda Terbaik.

Secara fisik, Muller masih menyimpan banyak waktu menuju kesempurnaan; Saat ini dia terlihat kaku dan kurus, tetapi tidak seorangpun meragukan potensi besarnya. Matang di usianya, Muller menikahi teman masa kecil, Lisa, bulan Desember lalu. Pertanyaan apakah dia berlutut saat meminta Lisa menikah, hanya akan membawa Anda memahami sikap seorang yang memiliki kemampuan belajar dengan cepat dan bermental juara. "Anda hanya berlutut ketika mencetak gol." Kita bisa berharap menyaksikan Muller berlutut lebih banyak lagi musim depan.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Thomas Mueller sudah sesuai?

Terkait