thumbnail Halo,

Gerard Pique adalah pemain terbaik ke-16 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar...

Konsep bek tengah dengan penguasaan bola yang menawan tidak lagi ditemukan sejak legenda Franz Beckenbauer pensiun. Keelegannya, dan keinginannya mendominasi, berlawanan dengan kemampuannya keluar dari pertahanan dan menjadi pembantu playmaker.

Dalam diri Gerard Pique, Barcelona memiliki stopper yang menikmati kesamaan gaya dengan legenda Bayern Munich itu. Tidak keliru jika fans La Blaugrana menyebutnya 'Piquebauer'. Sepanjang musim 2009/2010, Pique sangat cocok mendapat julukan yang super berat itu.

Sejak memutuskan berpisah dari Mancheser United pada musim panas 2008, Pique berkembang dari pengganti Rio Ferdinand menjadi pemain penting bagi Barcelona. Di tahun 2009, setelah membantu Barcelona meraih tiga gelar, Pique memapankan posisinya sebagai partner Carles Puyol di Barcelona dan timnas Spanyol.

Sebagai pasangan, keduanya menuai keuntungan, yang dikuantifikasi oleh sukses terus menerus di lapangan. Keduanya saling mengisi, dengan Pique sebagai pemiliki kecepatan, dan kemampuan membaca pertandingan.

Gelar kedua Primera Liga yang diraih Barcelona diperoleh berkat kehebatan lini belakang La Blaugrana. Dalam semusim, Barcelona hanya kebobolan 24 gol, terendah dibanding yang dialami seluruh klub-klub elite Eropa.

Gerard Pique
Momen Musim Ini

Ikut membantu Spanyol meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.
Kendati terlempar dari Liga Champions akibat dikalahkan secara kontroversial oleh Inter Milan di bawah Jose Mourinho, Pique mencetak gol dengan gaya kebanyakan striker. Ia tidak langsung menembak, tapi memutar badan unguk mengecoh pemain belakang lawan, sebelum menceploskan bola ke gawang Julio Cesar.

Sebagai bocah yang lahir di jantung Catalunya, Pique mungkin yang paling kecewa dengan kekalahan itu. Meski demikian, Pique mampu mengobatinya saat pesta sukses menjuarai Piala Dunia 2010. Bersama Puyol, Pique menjadi bagian penting sukses Spanyol.

Bersama Puyol, Pique bermain hampir di seluruh menit Piala Dunia. Ia sukses mengatasi ancaman Cristiano Ronaldo, menahan serangan Jerman dan Belanda, dan mengantar Spanyol mencetak sejarah.

Ketika Puyol naik menyerang, Pique menjalankan fungsinya sebagai pemain bertahan. Ia melepas umpan-umpan panjang, seraya melihat momentum untuk memberi tekanan ekstra kepada lawan, yang membuat Xavi menjadi lebih bebas bergerak.

Pique masih berusia 23 tahun, tapi telah memperlihatkan kedewasaan. Ia mengembangkan potensinya untuk menyejajarkan diri dengan pemain besar Barcelona; Ronald Koeman, Miguel Angel Nadal, Abelardo Fernandez, dan Puyol.

Di bawah asuhan Pep Guardiola, Barcelona memiliki potensi untuk mendominasi Eropa selama satu dekade dengan bakat-bakat luar biasanya. Meski Pique lahir di Spanyol dan berkembang di Inggris, dia tidak bisa meninggalkan akar La Masia-nya. Pique tahu kemampuannya tumbuh kali pertama di Barcelona.

Dengan trofi Piala Dunia, Liga Champions, dan dua gelar Primera Liga Spanyol di tangan, Pique telah mencapai semua yang diimpikan banyak pemain sepakbola, pada usia masih sangat muda.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Gerard Pique sudah sesuai?

Terkait