thumbnail Halo,

Iker Casillas adalah pemain terbaik ke-21 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Awal musim 2009/10, Iker Casillas mengemban dua misi penting: merebut gelar Liga Champions di kandang Real Madrid dan mengangkat Piala Dunia bersama timnas Spanyol.

Tugas itu terjawab awal bulan ini ketika Casillas berhasil merebut gelar paling prestisius di dunia sepakbola.

San Iker sudah pernah merasakan dua gelar Liga Champions, salah satunya ketika masih berusia 19 tahun. Banyak medali juara sudah dikoleksinya sepanjang 11 tahun karier bersama Madrid, itupun masih mungkin bertambah karena kariernya diperkirakan masih panjang.

Musim yang janggal bagi Casillas dan Madrid. Mereka mencetak rekor baru klub dengan memenangi 18 kemenangan dalam 19 partai di kandang sendiri di Primera Liga Spanyol musim lalu, tapi mereka dikalahkan Barcelona dalam perebutan gelar juara. Misi merebut Liga Champions di Santiago Bernabeu pun gagal total.

Di tingkat individual, Casillas menerima sejumlah kritik karena melakukan kesalahan. Tapi itu semua dapat dilupakan berkat konsistensi penampilannya, seperti menumpulkan peluang Diego Perotti dan Renato ketika menghadapi Sevilla Oktober silam, atau aksinya yang berulang kali menggagalkan serangan Lionel Messi dalam El Clasico.

Lagi pula Casillas mengawal gawang Madrid 299 kali dalam 304 penampilan terakhir di liga, sehingga cercaan terhadap penampilannya seperti tak layak dialamatkan.

Beda cerita di tingkat internasional. Meski tampil mengecewakan di Piala Konfederasi setelah dikalahkan Amerika Serikat, Spanyol mampu menjawab keraguan dengan merebut Piala Dunia bermodalkan rekor kemenangan sempurna dalam sepuluh laga kualifikasi. Rekor Casillas masih panjang.

Iker Casillas
Momen Musim Ini
Mengangkat trophy Piala Dunia 2010 untuk Spanyol.

September lalu, Casillas melampaui rekor tak kebobolan Andoni Zubizaretta dari 56 menjadi 65 pertandingan. November, dia menjadi pemain ketiga Spanyol yang mencapai 100 kali penampilan. Kini, dia tinggal berjarak 15 partai untuk menyamai rekor penampilan Zubizaretta, 126 pertandingan. Selama Casillas masih memangku jabatan sebagai penjaga gawang timnas dan mengingat faktor usianya, bukan mustahil rekor tersebut terlampaui.

Kepiawaian Casillas juga terbukti. Posisi di timnas tetap tak tergoyahkan meski terancam sukses Victor Valdes yang membukukan dua gelar Zamora beruntun dan keberhasilan Pepe Reina memperoleh empat Sarung Tangan Emas Liga Primer Inggris dari lima kesempatan terakhir.

Meski melakukan kesalahan dalam laga pembuka Piala Dunia melawan Swiss, Casillas mampu bangkit dan membimbing Spanyol menuju sejarah baru. Sang kiper sekaligus kapten hanya kebobolan satu gol tambahan sepanjang turnamen serta membukukan lima kali tak kebobolan, serta penyelamatan atas eksekusi penalti penyerang Paraguay Oscar Cardozo dan dua kesempatan satu lawan satu dengan pemain Belanda Arjen Robben di final.

Artinya, inilah musim terbaik Casillas, setelah rekor 111 penampilan di pentas internasional dan 518 kali tampil untuk Madrid.

Selanjutnya apa, San Iker? Dengan usia 29 tahun, masih banyak waktu meraih gelar berikutnya.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Iker Casillas sudah sesuai?

Terkait