thumbnail Halo,

Luis Suarez adalah pemain terbaik ke-20 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Terserah mau bilang apa saja buat striker kontroversial ini dan hampir dapat dipastikan pendapat negatif akan dikeluarkan para pendukung Ghana, tapi soal mencetak gol Suarez tak boleh diragukan. Musim 2009/10, hanya ada sedikit pemain yang mampu lebih baik ketimbang pemain berusia 23 tahun ini.

Suarez sudah dikenal rajin mencetak gol sejak memperkuat Nacional, dilanjutkan dengan bermain untuk FC Groningen, dan begitu pula dengan dua musim pertamanya bersama Ajax Amsterdam. Bayangkan 48 gol dalam 84 pertandingan diukirnya bersma Ajax dan muncul lah angka rata-rata satu gol dalam setiap dua pertandingan.

Namun, masih ada sedikit keraguan. Beberapa orang menganggapnya hanya mampu memborong gol ketika menghadapi tim-tim lemah di Eredivisie Belanda, tapi melempem ketika menghadapi pertandingan penting dan di Eropa. Kritik ini terjawab pada musim ketiga Suarez.

Pemain internasional Uruguay ini menciptakan rekor mengagumkan, 49 gol dalam 48 pertandingan. Jumlah itu mencakup 35 pertandingan di liga meski Ajax gagal memastikan gelar juara Eredivisie dan mencetak total 106 gol sepanjang musim. Suarez menciptakan enam gol ketika menghadapi tim amatir WHC di Piala Belanda. Ajax menang besar 14-1 kala itu. Suarez pun dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dan menjadi pemain ketiga peraih Sepatu Emas di belakang Lionel Messi dan Wayne Rooney.

Di Piala Dunia, Suarez memperoleh perhatian luas dunia. Sang penyerang membentuk kombinasi mematikan bersama Diego Forlan dan Edinson Cavani. Kekuatan ini dipadukan ketangguhan lini belakang yang mendorong Uruguay mencicipi semi-final pertama mereka dalam 40 tahun terakhir.

Luis Suarez
Momen Musim Ini
Mencetak dua gol ke gawang Korea Selatan untuk membawa Uruguay lolos ke perempat-final Piala Dunia 2010.

Gol kedua dan ketiga Suarez menyisihkan Korea Selatan di babak 16 besar, tapi kontribusi di perempat-final yang membuatnya dikenang. Ketika Uruguay tertahan 1-1 menghadapi Ghana, sebuah ancaman dari pemain lawan ditepis Suarez dengan menggunakan tangan. Dari penalti yang dihasilkan, Asamoah Gyan gagal menentukan kemenangan dan Uruguay malah keluar sebagai pemenang di babak adu penalti. Lakon anti-pahlawan yang bakal dibicarakan sepanjang masa.

Ulah itu tak pelak disebut-sebut sebagai "tangan Tuhan yang baru". Bagi Uruguay, mereka memperoleh tokoh idola baru, meski bagi masyarakat Afrika merasa kemenangan dirampok dari tangan mereka untuk menuju catatan bersejarah tampil untuk kali pertama di empat besar Piala Dunia.

Tanpa Suarez, Uruguay dikalahkan Belanda, tapi pemain Ajax ini dan segenap anggota tim disambut selayaknya pahlawan nasional di Montevideo karena mampu mengembalikan kebanggaan negara yang telah lama hilang. Cinta atau benci, hanya sedikir pemain yang bisa tampil lebih baik ketimbang Luis Suarez musim lalu dan atas dasar alasan inilah, dia layak masuk daftar ini.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Luis Suarez sudah sesuai?

Terkait