thumbnail Halo,

Sergio Ramos adalah pemain terbaik ke-24 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Pasti ada alasan mengapa Sergio Ramos dinobatkan menjadi penerus tahta Paolo Maldini oleh sang legenda itu sendiri.

Sejak bergabung dengan Real Madrid dari Sevilla pada 2005, Ramos tak berhenti dianggap sebagai salah satu bek sayap terbaik dunia. Dan pada musim 2009/10, kemampuannya sebagai seorang bek diuji secara maksimal karena posisinya sering berpindah-pindah antara bek kanan dan bek tengah sepanjang musim, dan membuktikan betapa Ramos fleksibel dan dapat diandalkan di posisi apapun ia dimainkan.

Cedera saat masa pra-musim membuatnya gagal tampil di tiga minggu pertama musim, tetapi itu seperti menjadi berkah dalam bencana baginya, karena cedera itu memberinya kesempatan untuk beristirahat setelah bermain dalam lebih dari 100 pertandingan yang hampir semuanya sepanjang 90 menit bagi klub dan negaranya. Masa istirahat ini memberinya kesempatan untuk menemukan kembali performa yang ia tampilkan saat pertama kali pindah bergabung dengan Los Blancos.

Di paruh pertama musim, Ramos dipasang sebagai bek kanan, tetapi cedera parah Pepe hingga akhir musim membuat Ramos mau tak mau bergeser ke jantung pertahanan. Meskipun ia terbiasa sering bergerak terlalu jauh ke depan saat menjadi bek sayap, Ramos berhasil menunjukkan kedisiplinannya untuk mengutamakan pertahanan sehingga mampu tampil bagus di tengah.

Sergio Ramos
Momen Musim Ini

Pemain dengan ranking tertinggi dalam Castrol Index setelah membantu Spanyol meraih gelar juara dunia di Afrika Selatan.
Saat tak lagi bertanggung jawab membantu serangan, Ramos akhirnya menunjukkan bakat aslinya sebagai bek tulen, saat berhasil memukau banyak orang dengan antisipasi, tekel, strategi, dan kemampuannya menjadi pelapis saat bek sayap sedang membantu serangan.

Meskipun tak lagi diizinkan membantu serangan sebanyak yang ia suka, pemain asal Andalusia itu tetap saja produktif. Ia berhasil mencetak empat gol, kebanyakan lewat sundulan, dan memberikan lima assist bagi Madrid di La Liga, yang menjadi salah satu rekor terbaiknya hingga kini. Salah satu gol terpentingnya adalah saat menyamakan kedudukan dalam kemenangan 3-2 atas Sevilla, selain memberikan dua umpan jitu saat menaklukkan Mallorca 4-1 saat perebutan gelar mendekati tahap akhir.

Ramos pun membawa keberhasilannya di klub ke timnas Spanyol di Piala Dunia 2010, yang ia manfaatkan untuk menunjukkan kebolehannya. Meskipun lebih sering bermain di jantung pertahanan pada musim lalu, Ramos membuktikan kehausannya untuk membantu serangan sebagai bek sayap bagi La Furia Roja belum terpuaskan, dan seakan menjadi penyerang sayap bagi Spanyol saat ia menghibur fans dengan giringan bolanya yang beberapa kali disertai dengan aksi gocekan bola.

Bukan sesuatu yang mengejutkan jika akhirnya ia melakukan aksi individu terbanyak (31 kali) selama Piala Dunia, dan menghasilkan tembakan paling banyak (11 tembakan) di antara bek-bek lain. Meskipun gagal mencetak gol atau memberikan umpan jitu, Ramos dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di Castrol Index dengan nilai 9,79. Ia pun terpilih masuk tim All-Star FIFA karena berhasil mencegah La Seleccion dari kebobolan dalam lima pertandingan dalam perjalanan menuju gelar Piala Dunia.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Sergio Ramos sudah sesuai?

Terkait