thumbnail Halo,

Philipp Lahm adalah pemain terbaik ke-25 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Tak pernah ada keraguan tentang kemampuan tentang salah satu bek sayap terbaik dalam generasi ini, namun musim ini sungguh menjadi pembuktian apa yang bisa diraih pemain kunci Bayern Munich dan Jerman Philipp Lahm, dan mengapa ia bermain hampir di setiap menit dalam setiap pertandingan bagi klub dan negaranya.

Meskipun rekor golnya terbilang rendah di kancah domestik, karena hanya mampu mencetak gol dan menyerahkan tanggung jawab dari sayap yang sama untuk Arjen Robben, 12 assist dalam satu musim layak diacungi jempol. Di ajang internasional, bek berusia 26 tahun itu juga hanya mengemas satu gol, meskipun itu mungkin menjadi gol terpenting dalam karirnya, yang akan kita bahas nanti.

Setelah dipindahkan dari sisi kiri ke kanan sejak Louis van Gaal mengambilalih Allianz Arena pada Juli 2009, banyak pihak yang tak yakin terhadap posisi baru Lahm setelah ia berhasil membuktikan berkali-kali, mencetak gol saat menusuk ke dalam dari sayap kiri adalah sesuatu yang mudah baginya. Tetapi, duetnya dengan Robben terbukti produktif, dan berperan penting memberikan gelar domestik ganda dan penampilan di final Liga Champions.

Penampilan bagi klub juga ternyata memberikan berkah lain karena cedera yang dialami Michael Ballack membuat pelatih timnas Jerman Joachim Low harus memilih kapten baru. Saat mengenakan ban kapten pertama kali bagi Die Mannschaft dalam partai pemanasan terakhir menjelang Piala Dunia, tekanan pun sangat besar, terutama setelah mantan rekan setim dan kapten Jerman Oliver Kahn menyatakan keraguannya terhadap keputusan Low memberikan ban kapten bagi pemain semuda itu.

Philipp Lahm
Momen Musim Ini

Lahm mencetak gol indah dalam ujicoba terakhir sebelum Piala Dunia.
Dan beberapa hal tak mendukungnya, ketika pertandingan baru berlangsung 15 menit, pertahanan Jerman berusaha membuang bola ke daerah Bosnia Herzegovina, tetapi bola justru bersarang di gawang mereka sendiri karena membentur Edin Dzeko, dan kapten Jerman baru itulah yang berusaha membuang bola.

Namun, Lahm berhasil bangkit dengan kaki sendiri setelah jeda. Seperti yang biasa ia lakukan, meskipun kali ini dari sisi kanan, Lahm menusuk ke dalam dan melesakkan bola dari luar kotak penalti ke pojok kiri gawang Bosnia.

Setelah semangat mereka terangkat dari contoh kaptennya, Jerman pun mengakhiri pertandingan dengan skor 3-1, dan yang lebih penting, mereka berhasil mendapatkan kepercayaan diri yang sangat mereka perlukan untuk akhirnya berprestasi setinggi itu di Piala Dunia 2010.

Lahm kemudian membuat sejarah sebagai pemain termuda yang menjadi kapten Jerman di ajang Piala Dunia. Saat memimpin salah satu tim termuda di Afrika Selatan 2010, bek sayap mungil itu mengangkat timnya hingga semi-final dan kemudian menjadi peringkat ketiga, dan memberikan hiasan indah di akhir musim yang luar biasa dan memberikan peringatan ke setiap orang untuk bersiaga menghadapi tim Jerman yang berbahaya ini.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Philipp Lahm sudah sesuai?

Terkait