thumbnail Halo,

Carles Puyol adalah pemain terbaik ke-27 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Barcelona tampil luar biasa sepanjang musim 2008/09. Mereka meraih gelar Liga Champions, La Liga Spanyol dan Copa del Rey. Bek tengah andalan mereka Carles Puyol sulit membayangkan kalau timnya bisa meraih hasil lebih lagi di musim 2009/10. Namun pemain berambut panjang ini mampu membawa Barca kembali menambah gelar, yaitu Piala Super Spanyol dan Eropa serta meraih tropi Piala Dunia Antarklub untuk pertama kalinya.

Bersama rekan setimnya Gerard Pique, sang kapten yang tegas ini mampu melakukan tekel pada pemain yang jauh lebih cepat dan muda darinya dan caranya dalam mengorganisir pertahanan terbukti berhasil, sehingga membuat Barca mampu memainkan pola khas mereka, bertahan dengan cara menyerang.

Meskipun Barcelona tidak mampu mempertahankan gelar Liga Champions dan Copa del Rey, Puyol dan timnya berhasil mempertahankan gelar La Liga dengan meraih poin tertinggi sepanjang sejarah Primera Liga. Namun penampilannya bersama timnas Spanyol yang akan membuat namanya abadi. Permainannya di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan akan membuatnya dikenang sebagai salah seorang legenda sepakbola Spanyol.

Carles Puyol
Momen Musim Ini

Tandukannya yang sangat powerful memastikan Spanyol mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Lagi-lagi bersama rekan setimnya di klub Gerard Pique, Puyol mampu menjaga lini pertahanan dengan efektif, hampir selalu bermain sepanjang turnamen dan membawa Spanyol membuat rekor tidak kebobolan terbaik sepanjang sejarah tim mereka; Spanyol tidak kebobolan selama 433 menit setelah terakhir kebobolan saat menghadapi Cili di gim terakhir babak penyisihan grup. Rekor itu menumbangkan rekor sebelumnya yaitu tidak kebobolan selama 282 menit yang sudah bertahan selama 60 tahun (terjadi di tahun 1950, sewaktu Spanyol menduduki peringkat keempat).

Namun bukan reputasinya dalam bertahan sehingga mendapat julukan El Muro (tembok) selama bertahun-tahun, yang membuat Puyol bersinar di Piala Dunia 2010, namun justru keahliannya dalam ikut membantu penyerangan.

Puyol yang tidak dikenal karena kemampuannya membuat gol, mengubah sejarah Spanyol untuk selamanya berkat gol tunggalnnya di menit ke-73 saat timnya menghadapi Jerman di semi-final.

Pemain berusia 32 tahun ini meloncat paling tinggi dalam menyambut tendangan sudut Xavi Hernandez dan melakukan sundulan yang terarah dan bertenaga untuk menjebol gawang lawan dan membawa Spanyol melaju ke final.

Dengan golnya tersebut, kapten Barca ini menjadi salah satu pahlawan yang membuat negaranya larut dalam eforia kemenangan setelah tim La Furia Roja mengalahkan Belanda di final, untuk memastikan gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya. Bagi Carles Puyol, itu jelas momen yang paling dikenangnya selama musim 2009/10.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Carles Puyol sudah sesuai?

Terkait