thumbnail Halo,

Samuel Eto'o adalah pemain terbaik ke-30 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Musim lalu, Samuel Eto'o menjalani peran baru di tim baru, namun sukses yang diperoleh tetap sama; tiga gelar dalam satu musim. Sukses itu yang kali kedua berturutan.

Eto'o seperti ditakdirkan untuk meninggalkan Barcelona, setelah membantu klub masyarakat Katalan meraih gelar Primera Liga Spanyol, Piala Raja, dan Liga Champions. Dia bergabung dengan Inter Milan lewat transfer spektakuler sepanjang massa.

Tergiur dengan Zlatan Ibrahimovic, La Blaugrana menawarkan pertukaran Eto'o plus €46 juta kepada Inter Milan, Juli 2009. Nerazzurri tak keberatan. Di akhir musim, dunia menyaksikan siapa lebih diuntungkan dari pertukaran itu.

Ibra kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain Barcelona. Eto'o nyaris tak kesulitan menjalankan peran barunya. Presiden Massimo Moratti menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Eto'o, atas upaya kerasnya.

Eto'o mengawali karier bersama Nerazzurri dengan baik. Ia mencetak sejumlah gol di paruh pertama musim, yang membuatnya layak menjadi kandidat penerima Ballon d'Or. Dalam voting, Eto'o berada di urutan kelima. Lionel Messi dianggap lebih layak memenangkan penghargaan itu.

Namun performa Eto'o mulai mandeg sepulang dari liburan. Di Piala Afrika 2010, Eto'o juga tidak bisa berbuat banyak untuk Kamerun.

Eto'o harus menghadapi persaingan ekstra keras dengan Diego Milito, Mario Balotelli, dan pemain yang baru dibeli; Goran Pandev, di dalam sistem 4-2-3-1 yang disukai Jose Mourinho.

Sebagai juara sejati, Eto'o -- peraih medali emas Olimpiade 2000 Sydney -- tak perlu waktu lama untuk mendapatkan kembali perannya sebagai penyerang yang beroperasi di kanan. Ia menjadi bagian dari kesatuan skema permainan serangan balik, bersama Wesley Sneijder dan Maicon.

Samuel Eto'o
Momen Musim Ini

Mencetak gol penentu kemenangan Inter di Stamford Bridge di babak 16 besar Liga Champions.
Tidak lagi menjadi striker murni, dan lebih banyak menjadi pemain pendukung, membuat Eto'o populer sebagai pemain serba bisa. Ia bisa dengan cepat masuk ke kotak penalti lawan, tak tak keberatan berkorban demi kesuksesan tim.

Ketika musim mendekati tahap menentukan, permainan energetik Eto'o menjadi bagian penting sukses Inter Milan di Serie A dan Coppa Italia. Ia menjadi perancang sejumlah gol dalam perjalanan Inter ke podium juara.

Bukti kecerdasan Eto'o terlihat ketika mencetak gol brilian di Stamford Bridge. Ia mengeksploitasi kecepatannya untuk menaklukan perangkap offside Chelsea, menerima umpan Sneijder, dan menaklukan penjaga gawang The Blues. Gol itulah yang menjadi tiket Inter ke perempat-final.

Ia mewarnai perjalanan Inter sampai ke final Liga Champions, dan memenangkannya. Bagi Eto'o, mengangkat trofi Liga Champions adalah yang kali ketiga sepanjang kariernya.

Sialnya, Piala Dunia 2010 menjadi cerita buruk bagi Eto'o. Ia gagal meloloskan Kamerun dari penyisihan grup. Kamerun dikalahkan Belanda, Jepang, dan Denmark, tapi Eto'o masih bisa mencetak dua gol. Sebagai pemain yang banyak meraih kemenangan, pulang lebih awal dari Afrika Selatan merupakan saat paling mengecewakan bagi Eto'o.

Kini, Eto'o telah berusia 29 tahun. Ia masih punya kesempatan melakukan yang terbaik; untuk klub dan negaranya.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Samuel Eto'o sudah sesuai?

Terkait