thumbnail Halo,

Dani Alves adalah pemain terbaik ke-31 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Secara konsisten, Dani Alves dianggap salah satu right-back terbaik di dunia saat ini. Setelah menjalani debut mengesankan bersama Barcelona musim 2008/09, serta mengantar Brasil ke podium juara Piala Konfederasi 2009, wing-back petualang ini tenggelam di bawah bayang-bayang Douglas Maicon -- rekan senegaranya.

Seperti kebanyakan attacking full-back, Alves menghabiskan mayoritas waktu pertandingan di wilayah lawan. Di Barca, dia membentuk kemitraan mematikan dengan Lionel Messi, yang secara konstan mengacak-acak pertahanan lawan.

Musim lalu, kolaborasi keduanya berlanjut dan berkembang bersamaan dengan terciptanya aliansi baru dengan Pedro Rodriguez. Dani memapankan diri sebagai salah satu superstar di posisinya, bersama Sergio Ramos, Maicon, dan Philipp Lahm.

Salah satu 'aset terbesar' Dani adalah konsistensinya. Dia jarang mengalami penurunan bentuk permainan dan tingkat kebugaran. Bahkan hampir tidak pernah sama sekali.

Dia mampu secara terus-menerus membombardir pertahanan lawan, membantu rekan-rekannya menyerang, dan dengan cepat kembali ke bawah untuk menunaikan tugas bertahan.

Sepanjang musim 2009/2010, Dani mengoleksi 15 assist dan tiga gol di semua kompetisi klub, sama dengan yang dibuat pada musim sebelumnya. Sepuluh assist-nya di La Liga adalah yang terbaik kedua pada musim lalu. Ia hanya dikalahkan oleh rekan setimnya; Xavi Hernandez, yang mengoleksi 14 assist.

Jika Messi memukau fans dengan kejeniusan dribbling, dan Xavi kerap mendapat tepuk tangan penonton dengan kecerdasan passing serta umpan terobosan, Dani adalah paduan sempurna keduanya. Ia figur yang mampu memukau kerumunan dengan kemampuan menerobos pertahanan lawan, dan mengirim umpan vital yang menentukan hasil akhir pertandingan.

Dialah yang mengirim umpan silang untuk dimanfaatkan Zlatan Ibrahimovic menjadi gol tunggal dalam laga El Clasico melawan Real Madrid di Camp Nou, November 2009. Dia pula yang memberi Messi umpan matang untuk dikonversi menjadi gol ke gawang Estudiantes di final Kejuaraan Dunia Antarklub 2009.

Dani Alves
Momen Musim Ini

Membantu Barcelona meraih Piala Dunia Antarklub FIFA dengan assist kemenangan di laga final.
Dia membuat fans Stuttgart terpana ketika umpan tumitnya dimanfaatkan Messi menjadi gol, saat Barcelona menang empat gol tanpa balas di Liga Champions.

"Tak diragukan lagi, dialah ahli waris saya di Selecao karena kami memiliki gaya bermain sama," ujar Cafu, salah satu legenda Brasil.

Kendati diakui sebagai salah satu sensasi Barcelona, Dani Alves harus berjuang keras mengatasi dominasi Maicon di posisi right-back tim nasional Brasil. Pelatih Carlos Dunga kerap memilih Maicon, dan Dani Alves harus duduk di bangku cadangan. Atau, keduanya turun bersama, dengan Dani Alves bermain lebih ke tengah.

Dani merasa nyaman bermain di posisi barunya bersama timnas Brasil. Ia menjadi starter tiga kali di posisi ini akibat cedera yang dialami Elano, tapi tak terlalu mengesankan.

Pergantian pelatih Selecao, menyusul kegagalan Brasil di Piala Dunia 2010, membuat Dani Alves boleh berharap dirinya akan bisa menduplikasi performanya di Barcelona saat mengenakan warna Canarinha.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Dani Alves sudah sesuai?

Terkait