thumbnail Halo,

Ivica Olic adalah pemain terbaik ke-32 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Ketika memutuskan pindah dari Hamburg ke Bayern Munich, banyak pengamat memperkirakan Ivica Olic hanya akan menghangatkan bangku cadangan Allianz Arena. Ia diprediksi tidak akan bisa bersaing dengan Miroslav Klose, Luca Toni, dan Mario Gomez.

Memang Olic, pemain internasional Kroasia, mengawali musim pertamanya bersama Bayern Munich sebagai cadangan, tapi tak lama. Ia menerobos masuk ke tim inti, November 2009, dan membayar kepercayaan pelatih Louis van Gaal dengan beberapa gol vital. Olic membuktikan diri layak mendapat banyak waktu bermain di tim inti.

Meski mencetak 30 gol, Olic tidak pernah tampil cemerlang. Ia mengatasi kekurangan technical skill dengan upaya keras luar biasa. Gaya proletariannya sama sekali tidak cocok dengan cita rasa Van Gaal, tapi kontribusi Olic di tim inti yang tak terbantahkan membuat pelatih asal Belanda itu hanya punya sedikit pilihan. Olic memaksa Van Gaal mengkhianati cita-rasa idealnya, dengan terus memainkannya di tim inti.

Saat berada di lapangan, Olic menggunakan seluruh waktunya tampil habis-habisan sampai ke batas tertinggi; menekan defender lawan, dan mengejar bola yang lepas dari kakinya. Olic mendorong dirinya menjadi pemain sepakbola dengan kategori luar biasa.

Di Bundesliga, Olic mencetak 11 gol dari 29 pertandingan. Di Liga Champions, Olic mencetak tujuh gol dari sembilan laga, hanya satu gol di belakang Lionel Messi.

Ketika mengkaji caranya mencetak gol, siapa pun akan melihat keunikan kualitas Olic. Ambil contoh saat mencetak gol ke gawang Manchester United di leg pertama perempat final Liga Champions. Saat itu laga hanya tersisa beberapa detik. Olic mengejutkan Patrice Evra dan merebut bola, melewati area penalti, dan mencetak gol.

Setelah 90 menit frustrasi, beberapa rekannya kembali fokus, bermain dengan teknik tipuan, berkat energi yang disalurkan Olic. Olic tidak pernah menyerah, dan pantas menghukum Evra atas kecerobohannya.

Momen-moment sebelum babak kedua leg kedua, ketika Bayern tertinggal tiga gol, memperlihatkan kualitas Olic. Ia melewati Michael Carrick sebelum mencetak gol balasan dengan kepercayaan diri yang tinggi. Gol itu membangkitkan kepercayaan diri Bayern. The Bavarians mendominasi seluruh waktu babak kedua, dan lolos berkat tembakan voli Arjen Robben.

Di leg kedua semi-final melawan Lyon, Olic berada di puncak performanya. Ia mencetak hat-trick, dan menempatkan Bayern di final Liga Champions.

"Dia adalah pemain vital bagi Bayern, karena dia pekerja luar biasa, dan tidak menolerir kehilangan bola," ujar Philipp Lahm.

Ivica Olic
Momen Musim Ini

Membawa Bayern Munich ke final Liga Champions dengan mencetak hat-trick ke gawang Lyon.
Thomas Mueller, pertnernya, mengatakan; "Dia pemain bola gila. Dia benar-benar memberikan segalanya untuk tim, dan sesudah laga Olic terlihat sangat kepayahan."

Bayern gagal memenangkan Liga Champions. Di final, klub masyarakat Bavaria itu dikalahkan Inter Milan, tapi memenangkan dua gelar domestik; Bundesliga dan DFB Pokal. Di final DFB Pokal, Olic memperlihatkan dirinya sebagai pemain yang mampu memenangkan laga besar, dengan mencetak gol penting.

Satu hal yang disesali Olic adalah Kroasia gagal ke Piala Dunia 2010. Publik dunia tak menyaksikan keunikannya. Padahal, Piala Dunia itu mungkin turnamen internasional terakhirnya. Jika saja Kroasia lolos ke Piala Dunia, Olic mungkin mampu memimpin negaranya mencapai babak sistem gugur.

Kebangkitan Klose, performa mengesankan Thomas Mueller, dan kedatangan kembali Toni Kroos ke Bayern Munich, akan membuat Olic kembali harus menghadapi persaingan menjadi pemain reguler di Allianz Arena. Olic adalah salah satu aset penting bagi Bayern.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Ivica Olic sudah sesuai?

Terkait