thumbnail Halo,

Mark Van Bommel adalah pemain terbaik ke-33 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Mark van Bommel menegaskan statusnya sebagai Machiavellian sepakbola Eropa sepanjang musim 2009/10. Kepemimpinan otokratisnya, performa yang menggigit dan ketahanannya, mengubah Bayern yang kaya bakat tapi relatif tak berpengalaman menjadi juara Bundesliga dan DFB Pokal. Kemampuannya memimpin lapangan tengah Oranje membuat Belanda mencapai final Piala Dunia 2010.

Van Bommel telah berusia 33 tahun. Ia sekian lama menjadi gelandang paling dihormati, tapi juga dibenci. Ia salah satu central defender paling agresif, yang membuatnya hanya sedikit mendapat simpati saat cedera retak tulang kering memaksanya absen dalam laga melawan Hoffenheim, Agustus 2009. Tanpa skipper gigih ini, Bayern harus susah payah memenangkan laga, atau menghindari kekalahan.

Ketika Van Bommel kembali berlaga pertengahan Oktober 2009, Bayern menang atas Freiburg 2-1. Louis van Gaal, pelatih baru Bayern saat itu, mulai bisa meninggalkan performa buruk timnya. Namun sejak saat itu Van Gaal takut kehilangan Van Bommel.

Segalanya menjadi buruk bagi Van Gaal dan diputinya sebelum istirahat musim dingin, tapi setelah itu Bayern menjadi lebih baik. FC Hollywood mencatat serangkaian kemenangan beruntun terpanjang sepanjang musim dingin dan musim semi. Pencapaian serupa dibuat Belanda di kualifikasi Piala Dunia.

Van Bommel menjadi pemain kunci sukses itu. Ia tak tergantikan di timnas Belanda di bawah asuhan mertuanya, Bert van Marwijk. Ia tampil di tujuh dari delapan laga Belanda, dan semuanya berakhir dengan kemenangan. Belanda meraih tiket ke Afrika Selatan sebagai favorit.

Van Bommel ditakdirkan untuk menjadi bagian sukses sepanjang musim, dan Bayern cukup beruntung mencapai final Liga Champions di Santiago Bernabeu. Ia menjadi bagian penting Bayern di babak penyisihan grup, serta saat menang dengan agregat gol saat menghadapi Fiorentina, dan Manchester United, serta menang mengesankan ketika menghadapi Lyon.

Mark Van Bommel
Momen Musim Ini

Mengangkat titel Bundesliga.
Di Artemio Franchi, kandang Fiorentina, Van Bommel membuat gol away krusial untuk Bayern. Pengalamannya membantu Bayern meraih gelar Bundesliga ke-22, dan gelar DFB Pokal ke-15.

Bundesliga cukup menderita dengan agresivitas dan sifat mudah marah Van Bommel. Dalam 25 laga terakhir Bundesliga, Van Bommel mengemas 11 kartu kuning. Akibatnya, sportivitas Van Bommel sepanjang musim menjadi tak terlihat.

Dunia sedikit ragu pemain bertipe seperti ini mampu memenangkan Piala Dunia 2010. Namun Bert van Marwijk justru membangun tim yang kuat dengan basis dua pemain berkarakter agresif pada diri Van Bommel dan Nigel de Jong.

Mantan pemain PSV itu menjadi sekeping pantomim penjahat. Komentator dan fans menangkap trik-trik Van Bommel, yang luput dari pengamatan wasit.

Kalah di final Liga Champions dan Piala Dunia mungkin akan dilihat sebagai utang yang harus dilunasi pemain Belanda ini, setelah sepanjang musim bermain dengan gertakan dan menakuti lawan. Meski demikian pengaruh Van Bommel tak terbantahkan. Metode kepemimpinan dan gaya bermainnya mengundang kritik keras, tapi membawa sukses.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Mark Van Bommel sudah sesuai?

Terkait