thumbnail Halo,

Xabi Alonso adalah pemain terbaik ke-35 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Pemain yang pernah menolak tawaran dari Real Madrid saat masih bermain di Real Sociedad. Padahal, saat itu Madrid bernafsu mendapatkan Alonso.

Namun, ia justru memilih bergabung dengan Liverpool pada 2004. Alonso menjadi bagian dari revolusi di Anfield yang dipimpin manajer Rafael Benitez. Dengan dukungan armada Spanyol, Liverpool kembali menjadi penguasa Eropa setelah memenangi Liga Champions 2005.

Setelah lima musim merasakan kerasnya Liga Primer Inggris, Alonso akhirnya menerima pinangan dari Madrid pada musim 2009/10. Wajar bila Madrid bersabar menunggu kedatangan gelandang bertahan berusia 28 ini. Dirinya langsung menjadi penopang utama kekuatan Los Merengues.

Pemain yang mendapat sebutan La Barba Roja atau The Red Beard (Si Janggut Merah) oleh media Spanyol dan fans Madrid ini berperan sebagai penghubung antara lini belakang dan depan tim. Alonso adalah sosok sentral yang memang sangat dibutuhkan untuk memulihkan Madrid setelah mengalami keterpurukan selama bertahun-tahun belakangan ini.

Perannya yang sangat vital menjadikan Alonso sebagai nafas bagi Madrid maupun tim nasional Spanyol. Karena itu, ia mendapat julukan sebagai 'Paru-paru' alias The Lung atau El Pulmon.

Alonso merupakan tipikal gelandang bertahan yang jago mengatur permainan tim. Ia memiliki kelebihan dengan umpan panjang dan akurat. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti kerap mengancam gawang lawan. Umpan sekali sentuhan Alonso juga di atas rata-rata.

Xabi Alonso
Momen Musim Ini

Alonso menerima tendangan keras ke dadanya, tapi kembali pulih untuk membantu La Furia Roja meraih titel Piala Dunia.
Keistimewaan itu menjadikan pemain yang mencetak tiga gol untuk Madrid ini selalu sebagai starter di pertandingan La Liga Spanyol maupun Liga Champions.

Kehadiran Alonso juga menjadikan pertahanan Madrid lebih solid. Ia memudahkan pekerjaan rekan-rekannya di belakang karena hampir sebagian besar serangan lawan sudah bisa dihentikannya di lapangan tengah.

Meski gagal mengantarkan Madrid meraih titel La Liga karena hanya mampu menduduki peringkat dua, namun pencapaian los Blancos tak mengecewakan. Mereka membuat rekor dengan meraih 96 poin. Alonso juga diyakini tetap menjadi kepercayaan pelatih anyar, Jose Mourinho.

Hanya, ia baru belakangan menjadi pilar kekuatan timnas. Saat memenangi Piala Eropa 2008, Alonso lebih sering menjadi pemain pengganti karena pelatih Luis Aragones lebih memilih Marcos Senna. Namun, saat pemain inti diistirahatkan, dirinya menjadi kapten tim.

Saat pelatih Vicente del Bosque menggantikan Aragones, ia langsung menjadi tulang punggung la Furia Roja. Di final Piala Dunia 2010 melawan Belanda, Alonso menjadi pusat perhatian karena sempat terkapar setelah mendapat tendangan karate dari Nigel de Jong. Rasa sakit di dagu dan dadanya akibat tendangan itu terbayarkan karena Spanyol menjadi juara dunia untuk pertama kalinya setelah menang 1-0.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Xabi Alonso sudah sesuai?

Terkait