thumbnail Halo,

Jesus Navas adalah pemain terbaik ke-42 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Bagi Jesus Navas, musim 2009/2010 merupakan periode keemasannya. Kepiawaian pemain berusia 24 tahun ini dalam mengolah si kulit bundar serta gocekan-gocekan mautnya, menjadikannya sebagai salah satu winger paling diperhitungkan di dunia. Namun, inkonsistensi plus penyakit "rindu rumah" berlebihan menghambat terasahnya potensi yang dimilikinya sampai saat ini.

Kampanye Sevilla musim kemarin memang berantakan, beruntung keterpurukan tersebut tidak merambat pada Navas. Hampir sepanjang kompetisi yang dilakoninya membuahkan penampilan elok. Ia mengemas enam gol dan membuat tiga asis di semua kompetisi dalam kurun waktu dua bulan pertama dan di pertengahan musim, termasuk gol pertamanya di Liga Champions menghadapi Vfb Stuttgart.

Satu momen paling mengesankan ketika Navas membawa timnya menorehkan kemenangan emosional 2-1 atas Real Madrid. Gol tandukan mautnya mengundang decak kagum fans yang dinlai mereka sebagai gol termashyur musim itu. Los Blancos pun pulang gigit jari.

Memasuki pertengahan musim, jelang persiapan menyongsong Piala Dunia 2010, suara-suara dorongan agar pelatih Spanyol Vicente Del Bosque mempertimbangkan memanggil winger berbakat itu untuk berkesempatan tampil di timnas kali pertama pun mulai berdatangan.

Namun untuk menarik hati sang pelatih, Navas perlu membuktikan kapasitasnya sebagai pemain yang layak unjuk gigi di level internasional dengan melalui 'tes kelayakan'. Di sinilah ujian berat harus dihadapinya. Navas dikenal punya tingkat kegelisahan tinggi bila jauh dari rumah [homesickness] dan ia pun diharuskan bisa menaklukkan permasalahan pribadinya itu bila menatap skuad timnas. Sebab perjalanan panjang keluar dari tanah sendiri sudah pasti dilalui tim dalam periode yang cukup lama.

Dua laga persahabatan kontra Argentina dan Austria pada November lalu akan menjadi pembuktian bagus sekaligus tes awal, hasilnya sang pemain bisa melaluinya dengan sempurna.

Jesus Navas
Momen Musim Ini

Debut untuk tim nasional Spanyol melawan Argentina pada November 2009
Partai pemanasan lainnya pada Februari tahun ini kontra Prancis menjadi tes terakhir bagi Navas untuk menegaskan kesiapannya melanglang buana mengemban tugas timnas dengan mengenyahkan 'penyakit' gelisah akan jauh dari rumah. Sang winger akhinya berhasil mengatasinya.

Navas pun kini hanya butuh sikap kekonsistenan di sisa ajang domestik demi menyegel satu tempat di skuad timnas La Furia Roja agar dirinya siap lahir batin diterbangkan ke Afrika Selatan. Terbukti, ia pun tak mengecewakan publik Spanyol. Grafik performanya terus meningkat. Navas semakin telaten dalam memainkan peranya sebagai pemain sayap dan kini ia telah piawai dalam urusan bola-bola crossing.

Tak pelak saat berakhirnya musim kemarin, Navas menandainya dengan torehan 13 assist serta 11 gol di semua ajang yang dimainkan Sevilla yang merupakan kampanye paling produktifnya selama berkarir.

Pembuktian diri Navas layak berada dalam skuad final Spanyol di Piala Dunia 2010 kian mantap kala dirinya menciptakan debut gol bagi timnas sekaligus penentu pembawa kemenangan Spanyol atas Korea Selatan di laga ujicoba.

Selama di Afrika Selatan, ia hanya sekali menjadi starter dan dua kali sebagai pemain pengganti, namun Navas mampu berkontribusi lewat satu asisnya, termasuk saat dirinya bermain sebagai pemain pengganti di laga final Piala Dunia 2010. Gol penentu kemenangan Spanyol atas Belanda tak lain buah dari kreasi serangan balik yang dikomandoi Navas sebelum Andres Iniesta menjaringkan bola sekaligus gol tersebut menutup laga bagi kemenangan bersejarah La Furia Roja.

Titel Piala Dunia kini menyertai karir Navas sebagai pemain sensasional musim lalu.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Jesus Navas sudah sesuai?

Terkait