thumbnail Halo,

Antonio Di Natale adalah pemain terbaik ke-43 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Udinese nyaris terperosok ke jurang degradasi musim kemarin. Tetapi, berkat kegemilangan seorang pahlawan yang bisa menghadirkan perbedaan di tubuh Zebrette, mereka akhirnya finis di urutan 15. Adalah Antonio Di Natale, pemain yang menyelamatkan muka tim dari kehancuran, berkat gol demi gol gentingnya ke gawang lawan hingga akhirnya tim bisa menghela nafas lega.

Pasca kepergian bintang klub Fabio Quagliarella untuk bergabung dengan Napoli di musim panas kemarin, menjadikan tanggung jawab besar dalam urusan bobol membobol gawang lawan sontak diemban 'Toto', demikian julukan Di Natale. Tetapi sang bomber pun menjalankan tugasnya dengan gagah. Total 29 gol pun berhasil ia raup, setingkat lebih bagus dari torehan musim sebelumnya, yakni hanya 17 gol.

Tak heran bila GOAL.com menamakan pemain berusia 30 tahun ini ke dalam skuad Pemain Terbaik Serie A berkat performa stabil serta ketajamannya dalam menceploskan gawang lawan.

Kiprah sang kapten mungkin bakal terus melekat diingatan fans Zebrette, sebab prestasinya melampaui catatan topskor sepanjang sejarah Udinese, Lorenzo Bettini. Bahkan Toto menasbihkan diri sebagai pengemas 100 gol di ajang Serie A Italia dengan mencetak dua gol kala bermain seri 3-3 dengan Bari.

Antonio Di Natale
Momen Musim Ini
Gol ke-100 Toto di Serie A yang menyamakan kedudukan dalam pertandingan melawan Bari
Meski tak satupun gelar dihadirkan di lemari markas Udinese, mantan pemain Empoli ini masih bisa mencetak tiga gol di ajang Coppa Italia membawa tim melenggang hingga semi-final sebelum akhirnya disisihkan AS Roma.

Harapan satu-satunya melahirkan gelar melalui campur tangannya adalah dengan membela panji timnas Italia di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Sayang ekspektasi tingginya pun kandas. Pelatih Marcello Lippi lebih mengedepankan striker Alberto Gilardino dan Vicenzo Iaquinta ketimbang bintang Udinese itu. Di Natale mesti rela memendam hasratnya tampil di gelaran prestisius sepakbola sejagat itu hingga laga pamungkas grup dirinya akhirnya diturunkan.

Nahas, keterlambatan Azzurri mempercayainya harus dibayar mahal saat Italia harus pulang kampung dengan kepala tertunduk kala ditaklukkan Slowakia 3-2. Namun perlu diingat, satu gol Azzurri lahir dari kaki Di Natale dan gol tersebut pun seakan menggambarkan penyesalan mendalam bagi kubu Italia yang tidak mempercayainya sejak awal turnamen.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Antonio Di Natale sudah sesuai?

Terkait