thumbnail Halo,

Angel Di Maria adalah pemain terbaik ke-44 musim 2009/10 versi GOAL.com.

Inilah GOAL.com 50! Dalam edisi khusus ini, seluruh tim editor GOAL.com dunia memilih 50 pemain top sepanjang musim 2009/10. Kami menghitung mundur pengumuman pemenang hingga 10 Agustus dengan menampilkan profil setiap pemain yang masuk dalam daftar 50 besar.

Di Maria memulai musim 2009-10 dengan ribuan pertanyaan yang menyertai langkahnya karena di tahun sebelumnya di bawah pelatih Quique Flores, Di Maria berada di balik bayang-bayang pemain pinjaman Jose Antonio Reyes. Aksi fenomenal Di Maria di putaran final Piala Dunia U-20 tahun 2007 seakan lenyap tak berbekas hingga penggemar Benfica tidak ragu mempertanyakan kebijakan klub menggelontorkan dana 8 juta euro ketika mendatangkannya.

Kehadiran Jorge Jesus sebagai pelatih Benfica sontak mengubah peruntungan klub. Di Maria dengan cepat beradaptasi pada skema 4-4-2. Dia menjadi inspirator si Elang saat meraih gelar tertinggi Liga Utama Portugal dan menjadi pengumpan terbanyak dengan catatan tujuh asis dari 26 pertandingan. Di kancah Liga Europa, pemain dengan talenta tinggi dari Argentina itu memberikan warna lain. Sebanyak 13 pertandingan kompetisi Eropa dilahapnya dan hal tersebut lebih dari cukup bagi Di Maria untuk membuat klub-klub besar Eropa menoleh dan mengirimkan pemandu bakat untuk memantaunya lebih dekat lagi.

Di Maria menjadi sosok penting di Benfica bukan karena golnya, musim lalu dia hanya mengemas sepuluh gol. Tetapi dia memiliki kemampuan istimewa dalam menyodorkan bola-bola manja bagi lini depan dan ditambah kualitas teknik di atas rata-rata membuatnya sukses membawa si Elang menambah gelar Piala Portugal dan menembus babak perempat-final Liga Europa.

Angel di Maria
Momen Musim Ini
Mencetak hat-trick ketika Benfica menggilas Leixoes pada 27 Februari 2010.
Meski demikian, Di Maria bukannya tanpa cacat. Dalam beberapa kesempatan dia diusir wasit dari tengah lapangan dan kemampuannya saat berhadapan dengan media, jauh dari bijaksana. Tetapi hal tersebut tidak menghentikan pujian yang mengalir dari legenda sekaligus bos Argentina Diego Maradona yang memprediksi Di Maria sebagai pemain yang akan bertransformasi menjadi "idola dunia."

Penampilan menawan Di Maria bersama Benfica tidak saja membawanya ke Afrika Selatan bersama skuad Argentina, tetapi juga mengantarnya ke Real Madrid dengan kontrak bernilai besar.

Tanpa pengalaman bermain di Liga Champions, kini waktunya bagi pemain yang baru menginjak usia 22 tahun tersebut untuk melangkahkan kaki lebih jauh dan memberikan bukti pada dunia jika seorang bintang baru telah lahir.

Kualitas Di Maria memang tidak diragukan, tetapi jika Jose Mourinho ingin mengorek kemampuan terbaiknya, pelatih asal Portugal itu harus memperbaiki mental Di Maria terlebih dahulu.

Tendangan Bebas

Menurut Anda, apakah peringkat Angel Di Maria sudah sesuai?

Terkait