thumbnail Halo,

Sang pemenang Goal 50 mungkin bukanlah yang terbaik sepanjang masa, tetapi adakah pemain lain yang memiliki kombinasi sempurna antara teknik dan fisik seperti dirinya?


GOALOLEH   MARK DOYLE            PENYUSUN   SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter

Ketika secara terang-terangan menyatakan preferensinya kepada Lionel Messi ketimbang Cristiano Ronaldo pada tahun lalu, Sepp Blatter kembali mengeluarkan opini pribadi bahwa sang megabintang Barcelona itu adalah “seorang pria baik sehingga membuatnya begitu populer.”

Tanpa disadari, presiden FIFA itu menjadi seorang humas dari Messi. Ronaldo mungkin adalah dambaan para pengiklan, tetapi dia sudah kalah dalam adu pendapat mengenai siapa pemain sepakbola terbaik di abad 21 ini. Dan para analis sepakbola juga sepakat, lawan terbesar Ronaldo adalah bahwa dirinya bukanlah Lionel Messi.

Bahkan ketika kita diminta untuk membandingkan kemampuan keduanya di lapangan, sering disebutkan bahwa sang pemain Argentina itu juga lebih unggul karena punya ‘faktor x’ yang misterius. Bulan lalu, Diego Maradona menuliskan begini, “Cristiano bisa melakukan apa yang dilakukan Lionel Messi. Well, sebenarnya hanya hampir” – tanpa mengklarifikasi dengan jelas apa yang tidak bisa dilakukan oleh Ronaldo.

Namun, anggapan bahwa pemain kelahiran Madeira itu tak punya ‘faktor x’ tersebut menjadi tampak menggelikan setelah ia mengakhiri musim lalu dengan catatan 51 gol – 11 di antaranya dilakukan menggunakan kepala dan kaki kiri yang merupakan ‘weaker foot’-nya. Ia juga meraih trofi Liga Champions dan juga Ballon d’Or 2013.

Ya, kita sedang membicarakan seorang serial winner yang juga merupakan spesimen sempurna pesepakbola. Dia memiliki kombinasi sempurna antara teknik dan fisik, pemain yang memiliki baik gaya maupun substansi bermain. Seperti yang dikatakan Michael Owen: Ronaldo punya segalanya.

“Sebagai seorang pemain komplet. Ya, saya anggap dia yang paling komplet sepanjang masa. Dia cepat, mampu mencetak gol dengan kedua kakinya dan kepalanya, punya skill, kuat dan bisa bermain di setiap pertandingan. Seorang pemain yang tahan banting. Tak ada hal yang tidak bisa ia lakukan,” ujar Owen kepada Goal.

Tentu saja, menjadi pemain kompet tidak selalu berbanding lurus dengan menjadikan dirinya sebagai pemain terbaik sepanjang masa. George Best suatu hari pernah mengklaim, “Saya lebih baik dari Pele karena saya bisa menendang dengan kedua kaki sama baiknya.” Ada yang menganggap eks sayap Manchester United itu lebih berbakat ketimbang sang legenda Brasil, namun tidak ada yang mengklaim jika Best pantas berada dalam daftar pemain terbaik di dunia, yang memiliki mental dan fisik kuat serta punya karier cemerlang.

Bakat bukan hanya faktor untuk menentukan bahwa seorang pemain dikatakan hebat atau tidak. Faktor lain seperti kemampuan fisik, mentalitas, cakap dalam berbagai hal, kecerdasan bermain juga harus dipertimbangkan. Betapa pun, Ronaldo tak dapat disangkal memiliki semua faktor yang disebutkan di atas itu.

Secara fisik, dia tiada bandingannya. Dengan tinggi 1,85 meter dan berat 80 kilogram, dia sanggup mengombinasikan kekuatan dan kecepatan secara optimal layaknya seorang petinju super-middleweight. Kekuatan tubuh bagian atasnya sudah terbentuk sedemikian rupa, sementara otot pahanya yang seperti seorang sprinter tidak hanya menghasilkan tembakan eksplosif melalui kedua kakinya, tetapi juga memungkinkan untuk meloncat tinggi dan menggantung di udara selama beberapa detik. Hal itu pula yang membuat sundulannya tak tertandingi. Ditambah lagi, ia juga punya kekuatan mental, yakni dedikasi tinggi terhadap profesi ini.

Tanpa perlu dibantah, Ronaldo punya bakat dari Tuhan dan dia memanfaatkan setiap elemen bakatnya itu ke level maksimal. Thierry Henry mengakui bahwa “Lionel Messi adalah pesepakbola terbaik di dunia, tetapi saya respek terhadap kerja keras yang dilakukan Cristiano.”

Perjalanan Ronaldo menjadi pemain seperti sekarang ini diawali pada 11 tahun lalu bersama Sporting Lisbon. Dia sudah bukan lagi bocah kurus kering yang menggunakan trik-trik ajaib dan sempat meneror Manchester United dalam sebuah laga persahabatan di Lisbon pada musim panas 2003. Di usianya yang sudah 29 tahun, dia adalah seorang atlet sejati. Kerja keras yang dimaksud Henry itu sudah terlihat dengan gamblang saat ini.

Ketika Ronaldo berselebrasi dengan melepas jerseynya ketika mencetak gol penalti yang sudah tidak menentukan lagi dalam kemenangan 4-1 Real Madrid atas Atletico di final Liga Champions, dia jelas bangga dengan fisiknya. Sampai-sampai eks Mister Universe Arnold Schwarzenegger memujinya, “Dia punya tubuh yang menakjubkan, tak heran mengapa ia adalah seorang pesepakbola hebat.”

Tak sedikit pihak yang menyebut selebrasi topless tersebut menunjukkan kesombongan dan arogansi Ronaldo. Tetapi sulit untuk membantah bahwa kondisi fisik yang baik adalah sumber kekuatan mental, begitu pula sebaliknya. Seperti yang diungkapkan oleh “The Wizard of Dribble”, julukan Stanley Mathhews: “Kebugaran jasmani adalah kepercayaan diri.” Maka, semakin Ronaldo berfisik bagus, semakin baik mentalnya, dan pada akhirnya membuat permainannya semakin baik.

Selama enam atau tujuh tahun berkarier di level tertinggi, Ronaldo tak pernah kehilangan konsistensinya. Tekanan dari berbagai pihak hampir tidak pernah menjadi masalah baginya. Tidak sejak dia dimunculkan pertama kali oleh Sir Alex Ferguson di Manchester United. “Begitu saya bergabung [ke United], manajer menanyai nomor punggung kesukaan saya,” Ronaldo bercerita. “Saya menjawab ‘28’. Tetapi Ferguson berkata, ‘Tidak, Anda akan mengenakan nomor 7’. Dan jersey prestisius itu menjadi sumber motivasi ekstra bagi saya.”

Meski demikian, ketika Ronaldo telah memainkan banyak sekali laga-laga besar bersama United, Madrid, dan Portugal, dia tidak pernah membuktikan mampu menjadi seorang pemimpin permainan timnya yang bisa bermain di banyak posisi sekaligus. Dan itulah salah satu alasan mengapa dia belum bisa dikatakan sebagai pemain paling komplet.

Sebagai perbandingan adalah Johan Cruyff yang merupakan Total Football’s Total Footballer. Seperti Ronaldo, Cruyff adalah seorang winger, tetapi dia lebih dari itu. Cruyff bukan hanya menjadi pemain kunci dalam laga-laga terbesar, dia adalah seorang sutradara. Begitu dalam Cruyff memahami waktu, ruang, dan pergerakannya sampai-sampai dia disebut sebagai “seorang pecatur jagoan yang mampu bermain dalam 20 pertandingan secara bersamaan” dalam buku berjudul “Brilliant Orange”.

Cruyff adalah produk dari sebuah filosofi sepakbola revolusioner yang berakar bahwa setiap pemain bisa bermain di posisi apapun. Bahkan Alfredo Di Stefano sudah melakukan hal tersebut 20 tahun sebelumnya. “Secara bersamaan, dia adalah jangkar di lini belakang, playmaker di lini tengah, dan pemain depan paling berbahaya,” jelas pelatih legendaris Helenio Herrera mendeskripisikan Si Panah Pirang, julukan Di Stefano.

Sulit untuk membayangkan Ronaldo mampu bermain dalam sebuah taktik disiplin dan bermain di berbagai posisi. Akan tetapi, rasa lapar tiada henti dari seorang Ronaldo untuk terus mengembangkan diri akan menjadi pemicunya untuk lebih baik lagi di masa mendatang. Pekan lalu, dia sudah menyatakan ambisinya untuk bermain hingga tahun 2021.

Apakah rentang waktu tersebut cukup untuk membuktikan bahwa dirinya adalah pemain paling komplet sepanjang masa? Siapa tahu? Tapi satu hal yang jelas bahwa dia tidak akan pernah berhenti mencoba.

 

Klik DI SINI untuk melihat daftar lengkap Goal 50 2014.


SAMPAIKAN PANDANGAN ANDA

Apakah Anda setuju dengan daftar 50 pemain terbaik di dunia untuk musim 2013/14?

Mari terlibat melalui section Goal 50 pada bulan ini, berikan kami semua pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini, dan silakan meramaikan di Facebook dan Twitter dengan menggunakan hashtag #Goal50.



Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID


Terkait