thumbnail Halo,

Sukses di Piala Konfederasi dan kepindahan bintang Santos ke Barcelona membantu mendorong sepakbola Brasil ke garis depan.


GOALEKSKLUSIF   KRIS VOAKES     PENYUSUN   DEWI AGRENIAWATI


Hanya enam bulan lalu, sepakbola Brasil menjadi bahan tertawaan, tapi masuknya tujuh pemain Canarinha di Goal 50 edisi 2012/13 dan kembalinya rasa lapar mengukir sejarah mengembalikan kedigdayaan Selecao.

Menjadi tuan rumah dan status lima kali juara dunia, negara paling sukses ini harus benar-benar difavoritkan di Pila Dunia 2014 sejak mereka diumumkan menjadi penyelenggara event empat tahunan tersebut. Tapi, fakta yang terjadi sebaliknya, sebelum akhirnya benar-benar mereka kembali diperhitungkan sebagai kandidat juara di rumah sendiri.

Kekalahan dari Belanda di Piala Dunia terakhir, gagal memenangkan satu pun pertandingan di Copa Amerika yang digelar di Amerika dan hasil negatif di laga persahabatan membuat Brasil terperosok ke peringkat 22 versi Fifa, peringkat terendah mereka sepanjang sejarah. Yang terpenting, rangkaian hasil buruk juga memaksa Brasil mendepak Dunga dan Mano Menezes dari jabatan pelatih timnas.

Tapi, dalam beberapa bulan terakhir sesuatu telah berubah, yang ditandai dengan kejayaan di Piala Konfederasi dan tujuh pemain yang masuk daftar Goal 50.

  TUJUH BINTANG SAMBA
di Goal 50

8 Thiago Silva
12 Paulinho
13 Fred
14 Neymar
18 Dante
38 Willian
46 Fernandinho
Di luar level timnas, beberapa penggawa Brasil juga meraih prestasi cemerlang bersama klub, di mana Thiago Silva, Paulinho dan Fernandiho menyabet gelar liga sementara Dante dan Luiz Gustavo lebih memukau, treble winners dengan Bayern Munich. Lalu di musim panas, mereka menunjukkan kepada dunia bahwa Selecao adiktif terhadap kemenangan. Respons pemain sendiri cukup jelas. Bagi meeka, Brasil diantara para tim raksasa di pertandingan.

"Kami tidak di belakang siapa pun," tegas Fred, pencetak lima gol di Piala Konfederasi dan peringkat 13 di Goal 50.

"Kami selalu menjadi sekolah, tempat didikan untuk pemain hebat. Setiap hari Anda memiliki pemain baru di Brasil, itu luar biasa. Ini bukan kejutan bahwa tim Eropa datang ke sini untuk mencari bakat kami."

"Nominasi di Goal 50 menunjukkan itu dan kemenangan di Piala Konfederasi serta kontrol klub Brasil di Copa Libertadores juga menjadi titik sukses."

Ucapan Fred diamini bintang Anzhi Makhachkala Willian, yang kesulitan memberi pengaruh jangka panjang di timnas tapi menembus posisi 38 di Goal 50 dan tetap menjadi salah satu striker top Eropa.

"Brasil selalu memiliki pemain top dan setiap momen ada prospek baru terlihat di mana-mana. Selecao tampil luar biasa di Piala Konfederasi dan tim meningkat belakangan ini. Saya yakin kami akan terus menempa pemain besar," kata Willian kepada Goal.

Kemampian untuk terus memproduksi pesepakbola dengan kelas dan kemampuan atas berarti Brasil memiliki banyak hal untuk ditawarkan di pertandingan, hanya beberapa bulan setelah mereka disebut-sebut hanya akan menjadi tuan rumah yang baik untuk para tamu mereka.

Hampir setiap Anda lihat, klub juara memiliki pengaruh Brasil di dalamnya sepanjang musim 2012/13. Paris Saint-Germain punya Thiago Siva, Alex, Lucas dan Maxwell yang berhasil menjadi kampiun Logue 1, Manchester United memenangkan Liga Primer dengan Rafael dan Anderson di dalamnya, Barcelona merebut kembali La Liga bersama Dani Alves dan Adriano, sementara Luiz dan Rafinha memperkuat raksasa Jerman, Bayern Munich. Bahkan juara Rusia CSKA Moskwa memiliki Mario Fernandes dalam sukses mereka.

"Brasil selalu menjadi sekolah, tempat didikan untuk pemain hebat. Setiap hari Anda memiliki pemain baru di Brasil, itu luar biasa. Ini bukan kejutan bahwa tim Eropa datang ke sini untuk mencari bakat kami.

- Fred

Selain itu, ada Atletico Mineiro yang menjadi juara Copa Libertadores Juli lalu, lalu trofi Copa Sudamericana yang diengkuh Sao Paulo akhir 2012. Untuk pecinta yang masih mencari kehebatan Brasil, ada banyak bukti kebangkitan Brasil sebelum menang di Piala Konfederasi.

Banyak yang mengkritik keputusan pelatih Luiz Felipe Scolari yang tak memanggil pemain berpengalaman di Konfederasi, tapi toh waktu membuktikan bahwa Neymar sudah siap memamerkan potensi tak berujung yang dimilikinya.

Legenda Santos Pele bahkan berani memproklamirkan bahwa pemain 21 tahun bisa lebih baik dari Lionel Messi.

"Saya cinta Messi, saya cinta pemain. Tapi, Neymar sangat berkembang dalam dua tahun terakhir. Dia menggunakan kedua kaki dengan baik dan unggul di udara. Saya pikir Neymar memiliki kemampuan bermain lebih baik dari Messi."

Kepindahan Neymar ke Barcelona berarti dia akan menghadapi sorotan dunia saat dia mencoba mengangkat dirinya ke puncak permainan dan menilai bagaimana cara dia berkembang menghadapi atensi Brasil. Kembalinya Canarinha selalu dibutuhkan dengan kehadiran si No.10 dan sepertinya semua itu ada pada diri Neymar.

Sejauh ini, baru setengah pekerjaan yang dilakukan baik di timnas dan klub. Setiap pemain yang berleha-leha untuk sepuluh bulan ke depan dijamin akan menghadapi persaingan sengit dengan kedalaman skuat yang tersedia untuk Scolari.

Tapi, sinyal yang ditunjukkan membaik. Kepindahan Neymar ke Barcelona menjadi penanda momen menarik akan datang. Baiks secara kolektif maupun individual, sepakbola Brasil tengah membangun kembali ke kekuatan nyata. "Kegagahan" anak-anak Samba sudah pasti kembali.


Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

Terkait