thumbnail Halo,

Bayern dan BVB mengirim total 13 pemain dalam daftar terbaik Goal tahun 2013, unggul jauh atas La Liga yang hanya punya tujuh utusan. Tapi akankah pergeseran supremasi ini awet?


GOALANALISIS   BEN HAYWARD     PENYUSUN   DEDE SUGITA    

Arah angin berganti pada 2012/13. Meski sepasang raksasa Spanyol Barcelona dan Real Madrid mengemuka sebagai duo favorit di Liga Champions, final kompetisi terelite antarklub Eropa itu ternyata menjadi duel sesama tim Jerman: Bayern Munich melawan Borussia Dortmund. Pada akhirnya Bayern yang memenangi semuanya, menundukkan BVB di Wembley untuk melengkapi treble historis, sementara Barca dan Madrid terkapar.

Jerman berada di puncak musim lalu, dan kendati bintang brilian Barca Lionel Messi menyabet penghargaan Goal 50 sebagai pesepakbola terbaik sepanjang musim, presensi Bundesliga dalam daftar tersebut meningkat tajam dibandingkan seleksi tahun sebelumnya.

Hanya lima pemain berbasis di Jerman yang menembus lis Goal 50 pada 2012, dengan penggawa BVB Marco Reus menjadi pemain dengan posisi tertinggi di urutan ke-22 dan Mario Gomez (peringkat 28) adalah satu-satunya personel Bayern yang masuk, sementara 17 bintang yang berkarier di Spanyol mendominasi daftar dan enam di antaranya berada di sepuluh besar: Sergio Ramos (Real Madrid, peringkat 10), Xavi, Andres Iniesta, dan Lionel Messi (seluruhnya Barcelona; masing-masing di peringkat 7, 4, dan 3), Iker Casillas (Madrid, 2), dan sang pemenang Cristiano Ronaldo (juga Madrid).

Namun, kali ini perputarannya sungguh dramatis. Sama sekali tak ada Xavi, tak ada Ramos, ataupun Casillas dalam daftar terbbaru ini, sementara Iniesta anjlok ke posisi 19 dan merupakan satu dari hanya dua pemain Barca yang masuk bersama Messi (Neymar juga tercantum di peringkat 14 tapi baru saja bergabung dengan klub Catalan itu dari Santos). Seperti juga Isco di Madrid, yang perwakilannya hanya Ronaldo (kali ini di peringkat ketiga) dan bek Prancis Raphael Varane (37). Termasuk Isco, yang musim lalu bermain di Malaga, ada tujuh pemain dalam seleksi tahun ini yang merumput di Spanyol selama 2012/13.

LESATAN BUNDESLIGA

13 bintang Bundesliga di Goal 50, lebih banyak dari kombinasi utusan La Liga dan Premier League

Kontras dengan Spanyol, Jerman kali ini mengutus 13 pemain ke dalam lis Goal 50, termasuk runner-up Franck Ribery, Thomas Muller (4), dan Arjen Robben (5). Mereka adalah tiga dari sembilan bintang Bayern yang menembus seleksi akhir dan empat pemain BVB (termasuk Lewandowski di peringkat 15 dan si ranking 26 Mario Gotze, yang telah menyeberang ke Allianz Arena).

Tahun lalu, dominasi Spanyol terbantu oleh kejayaan mereka di Euro 2012, sementara Real dan Barca melakoni musim kuat. Madrid pimpinan Jose Mourinho merebut titel La Liga dan Barca besutan Pep Guardiola menambahkan empat trofi dalam koleksi silverware mereka pada 2011/12 sebelum pentas internasional di musim panas (Euro) kian mengukuhkan reputasi sebagian besar pemain dari kedua klub. Di lain pihak, Bayern mengakhiri musim tersebut tanpa trofi.

Musim 2012/13 berbeda. Madrid dilanda huru-hara memasuki pengujung kampanye seturut rezim kekuasaan Mourinho yang ditutup dengan episode kontroversial dan meskipun Barca mengumpulkan rekor 100 poin di La Liga, menyamai Madrid musim sebelumnya, tersungkurnya The Catalans di tangan Bayern di semi-final Liga Champions tampaknya menjadi faktor negatif untuk mereka dalam daftar ini. Barca takluk 7-0 secara agregat dari The Bavarians dan kalah jumlah 9-2 dari sang perengkuh treble winners dalam seleksi Goal 50 tahun ini.

Performa buruk Spanyol di final Piala Konfederasi (kalah 3-0 dari Brasil) juga turut berkontribusi dalam menyusutnya jumlah representatif La Liga dalam lis terbaru ini.

Sang pemenang Messi memang berbasis di Spanyol, tapi Franck Ribery dari Bayern hanya kalah sangat tipis darinya dan ia boleh jadi bakal unggul dalam penghargaan Ballon d'Or Januari tahun depan. Mantan penggawa Prancis, PSG, dan Tottenham David Ginola mengatakan kepada Goal: "Ribery memiliki musim fantastis dengan Bayern Munich, mungkin musim terbaiknya sejauh ini. Dia memenangi trofi-trofi, menjadi bagian dari sukses tersebut, mengontribusikan begitu banyak, dan sangat konsisten. Saya menyukainya caranya terlibat dalam tim, bertahan dengan baik, menyerang dengan baik, mencetak gol, membuat assist."

"Saya rasa dia tak perlu memikirkan tentang Ballon d'Or. Dalam kehidupan terkadang hal-hal datang begitu saja. Maksud saya adalah ketika Anda terlalu memikirkan tentang sesuatu, kadang Anda tak pernah mendapatkannya. Jangan terlalu memikirkan soal itu dan Anda akan mendapatkannya."


Dansa Polandia | Lewandowski memborong empat gol dalam kemenangan BVB 4-1 atas Madrid musim lalu

Tetapi bisakah presensi Jerman dalam daftar ini ditransfer ke musim depan dan seleksi Goal 50 berikutnya, atau akankah raihan Spanyol yang di bawah standar dapat dilihat hanya sebagai kemerosotan sesaat pada 2014 nanti? Dan apakah Bundesliga kini lebih baik ketimbang La Liga?

"Saya tak akan mengatakan Jerman telah mengambil alih posisi Spanyol, tapi mereka kini sejajar," ucap eks gelandang Jerman dan Liverpool Dietmar Hamann kepada Goal. "Saya akan berhati-hati untuk langsung mengambil kesimpulan berdasarkan hasil Liga Champions musim lalu, tapi dua klub top Jerman saat itu jelas jauh lebih baik ketimbang dua tim top Spanyol."

Terlepas dari kekalahan kontra Dortmund yang masih terlihat kuat akhir pekan lalu, skuat Bayern telah terbangun sangat kokoh dan dengan Guardioola di bangku pelatih plus rekrutan musim panas dalam diri Mario Gotze dan Thiago, The Bavarians bahkan bisa dipandang lebih kuat di 2013/14, hal yang tentu tak menyenangkan di mata semua rival mereka.

"Bayern sangat kuat," ujar mantan gelandang Villarreal Marcos Senna kepada Goal. "Mereka memiliki tradisi untuk mencapai laga-laga final dan mereka menikmati akhir luar biasa musim lalu, merengkuh semua tiga titel. Saya pikir dengan para pemain dan juga sang pelatih yang mereka miliki, mereka akan kembali berjuang meraih semua trofi mayor dan saya yakin mereka akan memenangi lebih banyak lagi."

Kendati begitu, pria kelahiran Brasil yang menjadi salah satu pilar Spanyol yang mengalahkan Jerman di final Euro 2008 itu percaya representatif La Roja bakal bangkit di 2013/14. "Ini hanya sebuah momen," kata Senna. "Orang-orang percaya bahwa siklus Barca telah habis musim lalu, tapi saya tak mempercayainya. Mereka masih kuat, Madrid juga kuat dan mereka berdua dapat bersaing merebut titel-titel, sementara timnas Spanyol, bersama Brasil, akan menjadi favorit untuk menjuarai Piala Dunia tahun depan."

Baik Madrid maupun Barca akan mengawali kampanye mendatang dengan pelatih baru dan dipenuhi optimisme. Secara teori, kedua tim seharusnya menjadi lebih kuat.

Madrid telah menambah kualitas skuat dengan merekrut Isco, juga membenahi problem di sektor bek kanan dengan mendatangkan kembali alumnus Castilla, Dani Carvajal, serta mengangkut talenta muda Spanyol Asier Illarramendi guna memperkokoh lini tengah. Target utama Gareth Bale tampaknya juga akan datang dari Tottenham, sementara striker baru (kemungkinan Luis Suarez dari Liverpool) boleh jadi bakal bergabung, yang berarti pelatih baru Carlo Ancelotti punya skuat sangat mumpuni untuk dimaksimalkan.

Bos anyar Barca Gerardo Martino juga dapat mengandalkan skuat kuat yang telah terdongkrak oleh rekrutan musim panas nan spektakuler Neymar plus kehadiran seorang bek tengah baru yang nyaris pasti datang untuk memperbaiki masalah di lini belakang The Catalans, yang kerap membuat mereka terekspos di laga-laga besar musim lalu. Dalam diri Martino, Barca juga akan menuai keuntungan dari seorang pelatih yang bakal berada dalam basis full-time setelah musim lalu dilanda situasi kurang menguntungkan dengan perawatan kanker Tito Vilanova yang memaksanya absen di fase krusial.

Seperti yang diutarakan Senna, sukses Spanyol di level internasional dalam beberapa tahun terakhir berarti mereka akan berada di antara kandidat utama untuk menjadi jawara di Brasil musim panas tahun depan. Sementara itu, Jerman juga bakal menjadi salah satu favorit, tapi pasukan Joachim Low barangkali kurang begitu dijagokan untuk benar-benar dinobatkan sebagai kampiun di Maracana pada 2014.

La Roja juga tetap lebih kuat ketimbang Jerman di tingkat junior dan telah kembali memenangi Kejuaraan Eropa U-21 belum lama ini, jadi meskipun kebrilianan Bundesliga tampak bakal bertahan selama beberapa waktu ke depan, sukses Spanyol terlihat akan sama langgengnya dengan tim nasional mereka mengincar tambahan trofi usai mengklaim trofi Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro lagi tahun lalu. Dengan Barca dan Madrid juga tampak siap menandingi Bayern di Eropa musim depan, dominasi Jerman agaknya tak akan begitu kentara dalam tempo 12 bulan mendatang dan kilau La Liga mestinya dapat mengantar Spanyol bangkit pada 2014.

.


LIHAT DAFTAR SELENGKAPNYA DI SINI
GOAL 50 2013


GOAL 50 GAME
Tidak setuju dengan pilihan Goal 50 kami? Tentukan pilihan 10 besar Anda di sini!


Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID

Terkait