thumbnail Halo,

Winger asal Wales ini terbang ke peringkat ke-19 GOAL.com 50 berkat permainan mengilapnya bersama Spurs di ajang domestik dan Eropa.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Merapat ke Tottenham dari Southampton pada 2007, Gareth Bale melalui 24 laga Liga Primer tanpa mencicipi satu pun kemenangan dengan jersey Spurs. Selalu absen tiap kali kubu White Hart Lane mengemas tripoin selama dua tahun pertamanya di klub, istilah 'kutukan Bale' membuat publik menilai pemuda Wales itu membawa sial meski sangat bertalenta.

Seiring bergulirnya waktu, klub yang sekarang dikomandoi oleh Harry Redknapp itu berubah dari tim yang tak bisa menang dengan keberadaan pemain 22 tahun itu dalam skuad menjadi tim yang susah berjaya tanpanya.

"Telah sejak lama dia memiliki potensi untuk bersinar, tapi tahun ini dia berhasil meningkatkan permainannya ke level yang lebih tinggi... Saya senang melihatnya tampil sangat baik."

- Punggawa Manchester United, Ryan Giggs

Dengan segala potensi nyata Bale di musim-musim sebelumnya, baru pada kampanye 2010/11 youngster kelahiran Cardiff itu mendapatkan atensi sekaligus pengakuan dunia atas kehebatannya. Di bawah gemerlapnya sorotan di ajang Liga Champions, winger kiri itu tak hanya membuktikan kapabilitas menyuguhkan performa ciamik di panggung terakbar kompetisi antarklub Eropa, tapi juga sanggup melakoni peran utama dengan mudah.

Memulai musim dengan baik, melesakkan sepasang gol saat away ke Stoke di matchday 2 Liga Primer, Bale terus berkembang setiap pekan, mendominasi sisi sayap kiri dengan konsistensi tinggi yang sangat berperan mengangkat moral timnya yang sempat menelan kekalahan dari Wigan dan West Ham di fase awal kampanye.
MOMEN TERBAIK 2010/11

 LIGA CHAMPIONS
INTER 4-3 TOTTENHAM
Spurs boleh kalah di San Siro, tapi dengan mengukir hat-trick ke gawang sang jawara bertahan, nama Bale akhirnya menjadi buah bibir di seantero Eropa.

Ironisnya, melesatnya nama Bale ke puncak juga terjadi ketika timnya menerima kekalahan. Tertinggal 3-0 dengan seorang pemain dikartu merah kala menghadapi jawara Eropa, Inter, Spurs seperti harus pasrah menerima cap anak bawang di level benua.

Namun, Bale punya ide lain. Ia berulang kali mengecoh dan meninggalkan Maicon, yang disebut La Gazzetta dello Sport "membatu", dan mengemas salah satu hat-trick terdahsyat di turnamen tersebut. Wakil Italia itu tetap menang 4-3, tapi seorang bintang telah lahir di San Siro.

The Welshman lantas menunjukkan magi serupa pada pertemuan kedua di White Hart Lane dua pekan berselang, mengirim dua assist yang mengantar Spurs menang 3-1 dan memastikan kelolosan ke babak knock-out.

Serangkaian penampilan cemerlang pun menyusul di Premier League, melawan Newcastle dan Blackburn, pun dengan permainan inspirasionalnya yang berbuah kemenangan perdana di kandang rival mereka sesama penghuni London Utara, Arsenal, dalam 17 tahun terakhir. Catatan istimewa Bale juga membantu langkah pasukan Redknapp mengangkangi Liverpool dalam perebutan tiket Liga Europa.

12 gol serta tiga assist yang diukir Bale musim lalu mungkin bukan angka yang terlalu istimewa. Meski begitu, kontribusinya bagi Tottenham dan permainan olah kulit bundar di edisi 2010/11 tersebut amat layak diapresiasi tinggi.

Lagipula, rasanya menakar gairah dan antusiasme yang muncul dengan menyaksikan penampilan calon superstar dengan angka-angka bukanlah hal yang relevan. Bale mungkin tergolong standar bagi para pencatat statistik, tapi tak demikian bagi fans.

Begitu pun di mata rekan-rekannya sesama pesepakbola profesional, yang pada April silam memilih eks prodigy Southampton itu sebagai PFA Player of the Year. Bale menjadi pemain keempat asal Wales yang meraih penghargaan tersebut setelah Ian Rush, Mark Hughes, dan Ryan Giggs.

"Di bawah gemerlapnya sorotan di Liga Champions, Bale tak hanya membuktikan kapabilitas menyuguhkan performa ciamik di panggung terakbar sepakbola Eropa, tapi juga sanggup melakoni peran utama dengan mudah."

Sebagai pesepakbola, nama terakhirlah yang paling sering dikomparasikan dengan Bale, dan punggawa Manchester United itu pun tak menutupi kekagumannya terhadap sang youngster. Giggs mengatakan, "Telah sejak lama memiliki potensi untuk bersinar, tapi tahun ini dia berhasil meningkatkan permainannya ke level yang lebih tinggi. Sebagai winger dan sebagai orang Wales yang bangga terhadapnya, saya senang melihatnya tampil sangat baik."

Kini, Bale telah kembali ke kebugaran penuh dan setelah menandatangani konrak baru yang mengikatnya di White Hart Lane hingga 2015, bek-bek Liga Primer akan merasa jeri karena harus berhadapan dengan sang winger di kampanye 2011/12.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait