thumbnail Halo,

WAWANCARA - Radamel Falcao: Nominasi Ballon D'Or Berkat Kerja Keras Saya

Striker Atletico Madrid itu bersaing dengan pemain top seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dan berterima kasih kepada rekan-rekannya yang membantu dia meraih nominasi.


EKSKLUSIF   MARTIN LANGER     PENYUSUN   TEGAR PARAMARTHA    
Dinominasikan untuk Ballon d'Or karena jumlah golnya yang hanya dilampaui oleh dua pesaingnya di Primera Liga Spanyol, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam 12 bulan terakhir, striker Atletico Madrid Radamel Falcao dapat dimaafkan karena membiarkan ketenaran masuk ke dalam kepalanya.

Pemain berusia 26 tahun tersebut telah mencetak gol dalam jumlah yang cukup fantastis dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 100 gol untuk mantan klubnya Porto dan Atletico, tetapi Falcao tetap gelisah bila ada perbandingan antara dirinya dengan Messi dan Ronaldo.

Kerja keras, dedikasi dan ketekunan bersatu dengan bakat untuk berada di tempat dan waktu yang tepat, menjadi kunci dari rekor pemain asal Kolombia tersebut sejak hengkang dari Porto ke Atletico menyusul  keberhasilannya meraih gelar juara Liga Europa 18 bulan silam dan tidak ada jumlah pujian yang akan dapat mengubah pendekatannya.

"Saya menanggapinya santai. Saya tidak berpikir ini adalah waktu khusus bagi saya. Saya tetap memiliki ambisi, keinginan dan kemauan yang sama dibandingkan ketika saya tidak bermain di Eropa," ujar Falcao kepada GOAL.com.

"Saya tidak berubah. Saya tahu saya dalam performa bagus tetapi saya tidak membebani diri saya sendiri. Saya tidak berpikir mengenai [membandingkan] kompetensi yang saya miliki  dengan pemain lain. Saya tidur dengan nyenyak, percayalah."

"Saya merasa bahagia dan bangga. Nominasi merefleksikan semua kerja keras yang saya lakukan selama bertahun-tahun. Ini berarti banyak untuk saya karena saya bekerja keras untuk membuat tim ini memiliki peran besar di luar sana."

"Hasil bagus memperluas popularitas saya dan membuat kinerja saya dikenal dengan baik. Saya berterima kasih pada Tuhan, kerja tim telah menuntun saya ke nominasi Ballon d'Or."

"Untuk dinilai sangat tinggi oleh beberapa pelatih sepakbola dan rekan seprofesi adalah kenikmatan yang besar. Ini juga mendatangkan tanggung jawab besar mengingat banyak striker bagus saat ini. Ini berarti banyak untuk dapat menjadi di antara yang terbaik."

Performa gemilang Falcao terlihat saat Atletico memenangi gelar Liga Europa musim lalu, ia mencetak 12 gol untuk membawa tim ke final. Striker Kolombia tersebut juga mengangkat trofi Piala Super Eropa setelah ia mencetak hat-trick ke gawang Chelsea sehingga Atletico menang telak 4-1.

Ketika reputasi Falcao di Eropa meningkat, reputasinya di tingkat global juga akan semakin mengkilap jika ia terus membawa Kolombia tampil impresif dan lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil.

Skuat asuhan Jose Peckerman tersebut menduduki peringkat ketiga di klasemen Conmebol, empat angka di bawah pimpinan klasemen Argentina dengan sisa satu pertandingan. Dengan munculnya ujung tombak ganas Falcao dan didukung dengan dua penyerang Porto yang sangat berbakat, Jackson Martinez dan James Rodriguez, Kolombia tampak sangat berbahaya, tetapi striker andalan mereka mengatakan masih jauh bagi negaranya untuk memimpikan kesuksesan di Piala Dunia.

"Saya, saya merasakan [Kami sedang berkembang]. Kami telah mengalami perkembangan dalam hasil akhir. Sejak pengangkatan Jose Pekerman kami telah membebaskan pikiran kami. Kami merangkak naik di klasemen kualifikasi Piala Dunia berkat beberapa kemenangan penting," lanjut Falcao.

"Setelah mengatakan ini, perjalanan kami masih panjang dan ada beberapa pertandingan krusial yang tersisa. Kami harus terus mempertahankan ini dan jika kami terus mendapatkan poin, semuanya akan berakhir dengan nyaman. Tetapi kami tidak boleh bersantai."

"Kami fokus pada kualifikasi. Beruntung kami memiliki beberapa pemain luar biasa yang juga penting untuk klub mereka. Jika kami lolos ke Piala Dunia ini akan menjadi waktu yang tepat bagi kami terkait dengan usia."

"Kami memiliki kepercayaan dan tekad. Kami tidak ingin membatasi diri kami. Pertama-tama, saya berharap kami lolos ke Brasil 2014 dan setelah itu kami akan bermimpi tentang Piala Dunia."

Di samping kesuksesannya di Eropa dan kekayaan yang pasti akan mengikutinya jika ia menuntaskan transfer ke salah satu klub raksasa Liga Primer Inggris, Falcao akan tetap setia pada akar Kolombia dan latar belakang yang sederhana, sebuah fakta yang dapat dilihat dari komitmennya terhadap program PASS Wester Union, sebuah inisiatif di mana setiap umpan di Liga Europa diubah menjadi pendanaan untuk satu hari sekolah.

Skemanya adalah berniat untuk menciptakan [pendanaan untuk] satu juta hari sekolah dalam tiga tahun ke depan dan dibangun di atas perusahaan yang telah membantu pendidikan secara global.

"Skema itu telah membuka mata dan pikiran saya. Pemain sepakbola dan memberi kontribusi dan PASS adalah contoh sempurna dari hal ini. Saya berharap PASS dapat sukses dan aya harap banyak anak-anak dapat pergi ke sekolah berkat program ini," ujar Falcao.

"Saya akan memberi kontribusi dengan banyak hari sekolah untuk anak-anak yang tidak memiliki kesempatan belajar. Menjadi bagian dari proyek ini membuat saya bangga. Saya ingin menyebarkan ini agar anak-anak dapat pergi ke sekolah."

"Saya mendapatkan pendidikan yang bagus dari keluarga dan lingkungan sekitar. Itu membantu saya menyerap beberapa konsep dan prinsip yang saya implementasikan dalam karir saya. Sekarang saya sangat bersyukur dengan pendidikan yang telah saya terima."

 

Radamel Falcao berbicara sebagai duta Western Union PASS yang akan berjalan selama tiga tahun ke depan dengan tujuan mendapatkan pendanaan untuk satu juta hari sekolah untuk anak-anak.

Terkait