thumbnail Halo,

Nama Persema tidak tercantum dalam uraian delapan tim yang disebut tidak siap oleh LPIS. Namun Persema menjelaskan jika mereka sudah siap.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM     DARI  MALANG    
PT Liga Prima Indonesia Sportindo [LPIS] nampaknya bakal menunda kompetisinya, hal ini dilakukan setelah dari 16 tim yang menjadi peserta, hanya delapan saja yang siap yaitu Semen Padang, Pro Duta, Persiba Bantul, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, PSIR Rembang, Persepar Palangkaraya, dan Persibo Bojonegoro.

Salah satu nama tim yang belum dianggap siap adalah Persema. Tim berjuluk Laskar Ken Arok ini tidak disebut oleh Widjajanto CEO LPIS, padahal tim ini sejak sebulan lalu sudah melakukan persiapan intensif menyambut kompetisi.

Persema sendiri nampaknya kecewa dengan tidak tercantumnya nama Persema sebagai tim yang sudah siap, menurut Dito Arief, beberapa tim yang disebut LPIS malah melakukan persiapan yang sedikit dibawah Persema.

Namun, Dito juga tidak menampik jika untuk urusan administrasi pemain. Persema memang belum sepenuhnya siap.

"Ada beberapa pemain yang menang belum kami kontrak, namun mereka sudah setuju sodoran draft kontrak yang sudah kita berikan," Kata Dito

Dari 22 pemain, Persema sendiri sebelumnya memang belum mengontrak 14 pemain. Sebab, seluruhnya dari pemain itu adalah pemain amatir yang berada di klub binaan pengcab PSSI Kota Malang. Belum keluarnya surat alih status pemain dari amatir ke profesional yang ditandatangani Pengcab PSSI Kota Malang membuat kontrak itu sedikit terganjal.

"Kita dan klub internal PSSI Kota Malang sudah melakukan pertemuan, dalam pertemuan itu juga sudah dibicarakan tentang besarnya tali asih yang selayaknya kita berikan kepada klub lamanya, sehingga saya berharap masalah ini sudah selesai minggu ini karena pemain sudah menyetujui draft kontrak dan mereka tinggal tanda tangan saja," kata asisten manajer Persema Dito Arief.

Hal senada juga diunggkapkan oleh Haris Tofly, sebagai sekretaris pengcab PSSI Kota Malang mengatakan jika dirinya membenarkan adanya surat yang belum ditandatangani kemarin, alasannya, klub internal meminta tali asih sebagai ikatan antara Persema dengan klub. Namun sejauh ini masalah ini sudah dibereskan.

"Saya justru bangga pemain kami dipakai oleh Persema, karena wujud dari pembinaan internal bisa bermuara dan pemain bisa beralih status menjadi pemain profesional," kata Haris.

Selain itu, Arief menjelaskan jika untuk kesiapan tim berlaga, termasuk membentuk tim panpel setiap laga home yang digelar di Gajayana. Sedang untuk kesiapan tim, Persema juga sudah melakukan ujicoba dengan berbagai lawan.

"Pemain juga meningkatkan progress bagus dan mereka layak berkompetisi," tuturnya.

Tentang pendanaan, Dito Arief tidak menjelaskan secara detail. Dirinya meminta GOAL.com Indonesia untuk menghubungi CEO Persema Didied Affandi. Tetapi secara garis besar, sudah ada investor yang menanggung pendanaan Persema.

"Yang saya ketahui adalah kostum musim ini untuk Persema dan tim junior akan disuplai oleh Stobi [Apparel dari Australia], bisa jadi Stobi juga akan membantu dari segi pendanaan, namun untuk lebih jelas silahkan bertanya kepada pak Didied," tutupnya.

Didied Affandi sendiri masih belum menjawab pesan Blackberry Messangger yang dikirimkan, statusnya masih terkirim dan belum dibaca. (gk-48)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait