thumbnail Halo,

Walikota Surabaya Tri Rismaharini berharap tidak ada lagi korban yang jatuh dari suporter sepakbola.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan keprihatinannya atas insiden yang terjadi di Gelora 10 Nopember di mana satu orang Bonek, pendukung Persebaya, tewas usai menyaksikan laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) antara Persebaya IPL menjamu Persija IPL.

"Kami sangat prihatin dengan peristiwa ini. Kenapa sampai timbul korban? Semoga ini tidak terjadi lagi," ujar Tri Rismaharini.

Seperti yang diketahui, Purwo Edi Utomo meninggal karena terinjak-injak oleh ratusan suporter lainnya yang berebut keluar dari stadion, setelah polisi menembakkan gas air mata ke tribun.

Walikota Surabaya tersebut berpesan agar semua pihak saling mengendalikan diri dan tidak mudah terpancing dengan insiden yang terjadi agar tidak ada korban-korban lain yang berjatuhan.

Menurut paman korban, Setyo Waluyo, semasa hidup korban dikenal pendiam dan tidak banyak tingkah. Bahkan setiap pergi, korban selalu pamit ke orang tuanya.

"Semua harus bisa menahan diri dan jangan sampai terpancing. Sebab kalau tidak, imbasnya akan meluas dan kita semua tidak ingin hal itu terjadi," tutur Risma.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini."



Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait