thumbnail Halo,

Jeerasak Caroenchan kini sudah tidak memikirkan hasil apa pun yang diraih Thailand di dua laga sisa.


GOALLIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   GRESIK 


Usai menelan kekalahan 2-1 dari Malaysia dalam laga ketiga mereka di Piala AFF U-19, Thailand memilih untuk mengalihkan konsentrasi menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 yang berlangsung awal Oktober.

Dengan hanya mengemas tiga poin, Thailand berada di posisi lima klasemen sementara Grup B, dan cukup berat untuk lolos ke semi-final. Meski demikian, pelatih Thailand Jeerasak Charoenchan tak terlalu memperdulikannya, karena target utama mereka bukan di Piala AFF kali ini, melainkan Piala Asia U-19.

“Kami menggunakan Piala AFF ini sebagai pemanasan sebelum bertanding di kualifikasi Piala AFC yang sebentar lagi akan dimulai. Kami sendiri tidak terlalu kecewa dengan hasil ini, sebab tim ini terbentuk hanya dua minggu sebelum Piala AFF digelar. Target kami sebenarnya bukan di sini, tapi di Piala Asia. Thailand akan mulai memainkan pertandingan di kualifikasi Piala AFC, 6 Oktober mendatang,” tutur Jeerasak kepada Goal Indonesia.

Saat disinggung mengenai keseriusan timnya dalam menghadapi duel melawan tim nasional Indonesia U-19, Senin (16/9), Jeerasak mengatakan, tetap akan menurunkan skuat utama, dan tidak terlalu mempedulikan skor akhir.

“Menghadapi Indonesia, kami tetap akan bermain dengan kekuatan penuh dan pastinya kami tetap akan serius. Walau peluang kami berat, namun kami ingin mendapat pengalaman bertanding sebanyak-banyaknya sebelum kualifikasi Piala Asia digelar mulai bulan depan,” kata Jeerasak.

Mengenai duel melawan Malaysia, Jeerasak menilai para pemain banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Para pemain banyak melakukan kesalahan yang seharusnya tak perlu dilakukan. Kami sebenarnya mempunyai peluang mengakhiri laga dengan raihan poin. Hanya saja, anak-anak kembali melakukan kesalahan usai mencetak gol balasan,” ucap Jeerasak.

“Mental pemain kami sempat drop, dan tak percaya diri begitu gawang kami dibobol Malaysia di babak pertama. Tapi saya berhasil meyakinkan mereka untuk bisa mengejar ketinggalan saat jeda pertandingan. Gol balasan berhasil tercipta, hanya saja kesalahan kembali terjadi, sehingga Malaysia kembali mencetak gol. Kami kesulitan untuk bangkit, usai gol kedua Malaysia itu,” papar Jeerasak. (gk-43)

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League

Terkait