thumbnail Halo,

Serangkaian cedera serta minimnya waktu persiapan menjadi problem utama Myanmar di AFF Cup. Namun, sang pelatih optimistis timnya bisa meraih semi-final.


OLEH   DEWI AGRENIAWATI     Ikuti @dewidesanton di twitter
Nama mantan arsitek Korea Selatan U-20 Park Sung Hwa mulai diperhitungkan setelah membawa timnya menyabet gelar AFC Youth Championship pada 2002 dan 2004, serta melaju ke FIFA World Youth Championship dua kali beruntun, 2003 dan 2005.

Sejak menukangi tim nasional Myanmar yang dimulai tahun lalu, Park bekerja keras mendorong pengembangan sepakbola Myanmar.

Namun, dia menghadapi beberapa problem sebelum turnamen AFF Suzuki Cup digelar akhir bulan ini. Kepada GOAL.com, Park mengungkap apa yang menjadi masalah tim serta bagaimana peluang The White Angels di kompetisi terakbar se-Asia Tenggara.

GOAL.com: Myanmar lolos sebagai juara grup di babak kualifikasi AFF Suzuki Cup 2012. Sekarang, Anda menyiapkan Myanmar untuk tampil di putaran final. Apakah Anda memiliki waktu persiapan yang cukup?

Park Saung Hwa: Bagi saya, saya tak mendapat cukup waktu untuk sesi latihan. Piala Liga Lokal berakhir pada 31 Oktober. Timnas Myanmar memulai latihan pada 5 November, karena sang juara Piala Liga Lokal, Ayeyawady United, mengadakan selebrasi di rumah mereka. Kami memiliki empat pemain di klub ini. Pemain KBZ FC [runner-up Piala Liga Loka] baru bergabung dengan timnas 3 November. Jadi, kami punya waktu dua pekan untuk latihan. Inilah problem pertama saya. Vietnam dan Thailand memainkan banyak laga persahabatan, tapi saya hanya punya dua laga ujicoba dengan klub J-League 2 [Fagiano Okayama]. Hanya diberi waktu dua pekan, kami tak bisa mendapat penampilan terbaik.

GOAL.com: Myanmar masuk dalam grup maut AFF Suzuki Cup 2012. Tuan rumah Thailand dan Vietnam adalah tim terkuat di Asia Tenggara, sementara Filipina mengalami perkembangan signifikan. Seluruh lawan lebih kuat dari Myanmar. Apakah Anda yakin Myanmar bisa mencapai semi-final?

Park: Tentu, Grup A adalah grup sulit untuk Myanmar. Pemain Vietnam sangat cepat dan memiliki skill, demikian pula dengan Thailand. Ketika kami bermain di kualifikasi, saya ingin kami finis sebagai runner-up, bukan juara grup. Opini saya, grup B lebih muda untuk melaju ke semi-final. Vietnam tanding persahabatan dengan Malaysia. Jadi, persiapan Vietnam sangat bagus. Thailand adalah tuan rumah, jadi mereka punya keuntungan kandang dan memiliki banyak pemain bertelante. Tim lain, Filipina, memang bukan favorit di Grup A tapi sepakbola di negara mereka berkembang sangat cepat. Jadi, kami akan kesulitan meraih semi-final. Target utama saya adalah mencapai semi-final. Tapi, kami akan konsentrasi satu per satu pertandingan.

GOAL.com: Anda merilis 25 pemain pada 31 Oktober, tapi kemudian melakukan sejumlah perubahan, mengapa? Apakah ada masalah dengan tim?

Park: Masalah terbesar bagi saya adalah banyak pemain cedera. Kyaw Ko Ko, Yan Aung Win, Kyaw Zeyar Win, Yan Paing dan Aung Thike mengalami cedera di Liga Nasional. Mereka pilihan utama saya dan cedera mereka melemahkan Myanmar. Saya selalu pusing menghadapi ini. Jadi, dengan cepat kami memanggil gelandang Hantharwady United, Aung Myint Tun dan striker KBZ M.A Naing. Saya akan merilis skuat final pada 20 November.

GOAL.com: Di AFF Suzuki Cup 2010, Myanmar kalah telak 7-1 dari Vietnam. Myanmar akan kembali jumpa Vietnam di laga pembuka. Apa persiapan Anda untuk laga ini?

Park: Laga pertama akan sulit, tapi kami akan mencoba. Lima pemain penting keluar dari skuat lantaran cedera. Pemain back-up butuh pengalaman. Sekarang, saya mewaspadai taktik Vietnam. Setelah menyelesaikan pertandingan persahabatan, akan ada diskusi lebih detil. Di kompetisi tahun lalu, Myanmar kalah dua kali dan sekali imbang kemudian berakhir di posisi buncit klasemen grup. Tapi, sekarang pemain kami memiliki semangat juang. Semua pemain bertekad memenangi laga pembuka. Jadi, saya percaya pemain akan melakukan yang terbaik dan mendapat tiket ke semi-final.

GOAL.com: Menurut Anda, apa kekuatan dan kelemahan Myanmar?

Park: Menurut saya, semangat juang kami adalah kekuatan terbaik dan jika lima pemain bintang tidak cedera kami bisa menyegel satu tiket semi-final. Tapi, sekarang kami akan mencoba meski harapan sangat kecil. Tapi, Anda tahu dalam sepakbola apa pun bisa terjadi. Kami akan berjuang hingga akhir demi 60 juta orang. Tim kami masih lemah baik di lini belakang mau pun depan. Jadi, saya akan mencoba meningkatkan performa kami di kedua sisi.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!


Terkait