thumbnail Halo,

Menjadi pelatih lokal terakhir yang menukangi Singapura, 14 tahun lalu, Vincent membahas peluang pelatih dalam negeri lain untuk mengikuti jejaknya.


GOAL.com Indonesia   EKSKLUSIF
BHAS KUNJU
ALIH BAHASA
DEWI AGRENIAWATI

Radojko Avramovic akan memimpin tim nasional Singapura di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk melakoni ajang AFF Suzuki Cup 2012 untuk kelima kalinya dan mungkin menjadi yang terakhir.

Periode panjang yang dijalani pelatih asal Serbia yang memasuki masa akhir sebagai arsitek The Lions, fans mulai menyerukan kandidat suksesor Avramovic. Syarat utamanya, harus pelatih lokal.

Terakhir kali orang asli Singapura yang membesut timnas adalah P.N Sivaji, itu pun hanya sebagai caretaker, sebelum perekrutan Avramovic. Sementara untuk posisi permanen, kita harus melihat lebih jauh ke belakang dan dia adalah Vincent Subramaniam.

Vincent mengawali karier kepelatihannya bersama Singapore Armed Forces FC (SAFFC) dan sukses membawa The Warriors mendominasi kompetisi sepakbola lokal dengan meraih gelar back-to-back pada 1997 dan 1998.

Kesuksesannya berlanjut di AFF Cup 1998, ketika menjadi asisten pelatih Barry Whitbread, yang membawa The Lions menyabet gelar internasional pertama.

Kekosongan kursi pelatih timnas meyusul kepergian Whitbread menjadi peluang untuk Vincent membuktikan diri. Namun, tiga tahun menduduki kursi panas, pelatih usia 43 tahun ini mengalami momen sulit.

Kepemimpinan Vincent mendapat sorotan media dan fans, terutama karena ekspektasi membumbung tinggi setelah sukses kejutan di AFF Cup 1998. Suporter lantas berharap Singapura bisa melaju ke putaran final Piala Dunia 2010.

Sayang, ambisi tersebut urung menjadi kenyataan. Gagal di AFF Cup 2000, dimana Singapura yang berstatus sebagai juara bertahan, tersingkir di babak penyisihan grup. Vincent mundur dan posisinya digantikan Jan Poulsen dari Denmark.

"Tidak ada waktu yang mudah ketika Anda menjadi pelatih tim nasional," ujar Vincent dalam wawancara eksklusif dengan Bhas Kunju, Chief Editor GOAL.com Singapura.

"Fans ingin tim menang. Saya sukses di klub karena memiliki waktu untuk bekerja dengan pemain. Anda tak punya banyak waktu dengan timnas. Ini rintangan terbesar untuk saya."

"Sekarang, saya paham mengapa Raddy meminta waktu yang dia butuhkan dan dia berhak diberikan, namun pada periode saya klausul FIFA diterapkan dan mereka benar, tapi pada akhirnya mereka sekarang menyadari realitas berbeda antara Asia dan Eropa."

Setelah menjalani petualangan hingga ke India bersama Churchill Brothers SC, Vincent mini menjabat double job sebagai FIFA Technical Development Officer for FIFA Development Office di Delhi dan Direktur Teknik Regional AFC.

Dua pekerjaan tersebut menuntut pria 57 tahun ini fokus di kawasan Asia Tenggara dan Vincent bicara soal kemungkinan pelatih lokal mengikuti jejaknya sebagai arsitek timnas.

"Apakah kita berinvestasi dan mengorbitkan orang lokal untuk menjadi pelatih timnas?" tanyanya.

"Lihat model pemerintahan kita tentang bagaimana mereka mengidentivikasi calon potensial [untuk kantor] - melatih mereka, berinvestasi, membimbing mereka, memberikan bimbingan ahli, melampirkan mereka untuk mentoring dan ketika siap mereka menunjuk dia atau dia dan kita semua yakin mereka akan siap."

"Anda tak bisa memilih satu orang dan menaruh harapan. Kita berpikir Sundram siap, sebagian lagi berpikir Pathma [Terry Pathmanathan] siap, yang lainnya mengatakan Kadir [Yahya] harus diberi kesemparan dan gosip akan terus merebak."

"Robin Chitrakar sangat menjanjikan selama kursus AFC 'A' yang saya adakan, tapi sejak saat itu apa yang kami lakukan untuk membimbing dan mendidik dia untuk merealisasikan potensinya?"

"Sekarang, saya bisa sangat percaya diri memberi pelajaran tentang bagaimana melatih pemain muda dan apa yang kami butuhkan untuk mengembangkan pelatih hebat tapi itu karena FIFA/AFC terus memberikan saya kesempatan untuk menghadiri kursus, seminar, workshop dan beberapa hal lain."

Lebih lanjut, Vincent membahas kemungkinan Richard Bok sebagai candidate utama pelatih timnas. Keduanya pernah bekerja sama saat Bok masih aktif sebagai pemain.

"Richard dulunya pemain hebat. Saya beruntung memilikinya. Dia telah membuktikan dan menunjukkan kemampuan mengendalian dire sendiri. Dia harus memikirkan ini secara serius, tapi apakah dia punya hasrat untuk itu?"

"Richards harus melangkah dan saya yakin FAS akan memberikan pertimbangan serius," pungkasnya.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait