thumbnail Halo,

GOAL.com terpaksa mendekam seharian di dalam kamar hotel dan memanfaatkannya untuk meninjau sejarah turnamen.

GOAL.com Indonesia   CATATAN
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
AGUNG HARSYA

Hanya masalah waktu sampai "dewa porselain" Myanmar menyapa saya. Harus diakui saya bangga dengan enam hari yang saya habiskan di sini dengan menyantap makanan lokal dan tetap mempertahankan ketahanan perut. Tapi memasuki hari ketujuh, untungnya hari tanpa pertandingan, saya habiskan dengan bolak-balik mengunjungi fasilitas hygienis ruangan hotel.

Sungguh frustrasi menghabiskan waktu di sana sementara saya bisa menulusuri kota dengan segala denyut kehidupannya, tapi ini memberikan saya kesempatan untuk mengambil nafas dan meninjau sejarah turnamen yang sedang saya liput dari kursi hotel. Jujur, sebenarnya saya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat duduk yang lain.

Saya memanfaatkan jiwa sejarawan yang saya punyai (ijazah master, izinkan saya sedikit pamer di hari yang penuh kepasrahan ini), dan membahas kilasan ringkas dari kompetisi ini. Poin pertama dalam menjualnya adalah inilah satu-satunya turnamen dengan banyak negara peserta yang berpeluang menjadi juara saat ini atau dalam waktu dekat.

Tidak bisa dimungkiri 11 negara ASEAN punya riwayat sepakbola yang lumayan baik. Kalau tidak salah ingat, satu-satunya negara Asia Tenggara yang pernah berpartisipasi di putaran final Piala Dunia adalah Indonesia, yatiu 1938. Dulu bernama Hindia Belanda, mereka menghadapi Hongaria dan kalah 6-0 sehinga langsung tersingkir.

Bertolak ke Piala Asia, turnamen yang diikuti seluruh negara Asia, hasil terbaik adalah posisi kedua yang ditempati Myanmar (dahulu Burma) selama periode kejayaan mereka pada 1960-an.

Pada 1972, Thailand dan Kamboja menempati peringkat ketiga dan keempat. Sejak saat itu, meski menjadi tuan rumah pada 1984 (Singapura) dan 2007 (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam secara bersama-sama), tidak ada negara Asia Tenggara yang mampu mendekati final.

Kejuaraan AFF digelar mulai 1996 dan langsung diikuti sepuluh negara ASEAN (waktu itu Timor Leste masih menjadi bagian dari Indonesia) yang berlaga di Singapura. Kejuaraan pertama dimenangi tim Thailand, yang lantas mendominasinya beberapa tahun kemudian, yaitu tiga dari empat turnamen edisi awal.

Kompetisi digelar secara rutin dua tahun sekali, sampai sponsor utama Tiger Beer menarik diri setelah 2004. Tahun itu juga menandakan debut Timor Leste yang tidak bisa dibilang membanggakan. Sebagai negara termuda di dunia ketika itu mereka kebobolan 18 gol dan kalah di semua empat pertandingan.

Selanjutnya turnamen memperkenalkan putaran kualifikasi yang diikuti lima tim berperingkat terendah sejak 2008. Sistem yang digunakan sampai saat ini.

Singapura menjuarai edisi 2007 dengan mengalahkan Malaysia melalui final dramatis yang ditentukan melalui adu penalti. Itu merupakan kemenangan ketiga bagi The Lions, yang seperti Thailand, mengumpulkan tiga dari enam turnamen. Bintang turnamen adalah Noh Alam Shah, saat itu 26 tahun, dan hari ini masih aktif sebagai pemain di tengah kariernya yang terbilang penuh kontroversi.

Perusahaan otomotif Jepang menjadi sponsor utama turnamen sejak 2008. Sejak itu digunakan formula baru dengan putaran final dimainkan di dua negara. Semi-final dan final dimainkan secara kandang tdan tandang. Juara 2008 dan 2010 merupakan juara baru, Malaysia dan Vietnam.

Maju ke babak kualifikasi hari ini di Yangon: kecuali Kamboja, yang sudah kalah tiga kali dalam pertandingan dan sudah tersingkir, laga Jumat dan Minggu menyisakan harapan bagi Myanmar, Laos, Brunei, dan Timor Leste untuk bergabung dengan Thailand, Vietnam, dan Filipina di Bangkok; atau Malaysia, Indonesia, dan Singapura di Kuala Lumpur untuk mengikuti putaran final.

Setelah melakukan penghormatan kepada dewa porselain Myanmar, saya harap bisa berada di stadion Thuwunna untuk menyaksikan empat laga terakhir dan menyelesaikan drama di antara mereka.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Tendangan Bebas

Satu setengah bulan jelang bergulirnya AFF Suzuki Cup 2012, bagaimana Anda menilai persiapan timnas indonesia hingga saat ini?

Terkait