thumbnail Halo,

GOAL.com menghabiskan hari kedua tanpa sepakbola dengan mengunjungi penginapan tim dan bangunan paling terkenal di kota Yangon.

GOAL.com Indonesia   OLEH
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
AGUNG HARSYA

Hari kedua tanpa pertandingan dimulai dengan bangun pagi dan menaiki taksi menuju Yangon Hotel di 8th Mile. Saya tidak yakin apa itu karena menghormati Eminem, rekan-rekan muda, tapi itu menjelaskan nama tempat menginap empat tim tamu yang mengikuti kualifikasi AFF Suzuki Cup.

Saat taksi saya melintasi jalan-jalan ibukota Myanmar dengan santai, saya melewati taman-taman dan situ-situ, sampai akhirnya mendekati tujuan, dan saya mengenali siluet yang familier, yaitu para pemain Timor Leste sedang berjalan-jalan pagi.

Di lobi hotel, saya bertemu dua figur yang telah membuat hari-hari sepakbola di Yangon berlangsung menarik: Emerson, pelatih Timor Leste; dan Kimura-san, yang baru saja meninggalkan tempat tinggalnya di Yokohama pindah ke Vientiane untuk menangani timnas Laos. Selain kontingen Timor Leste yang baru saja tiba di hotel, ruangan dipenuhi para peamin Laos, Kamboja, dan Brunei yang saling menyapa satu sama lain. Ini mengingatkan saya pada turnamen SMA di Jepang.

Kedua pelatih itu dengan ramah memberikan saya waktu luang dan keduanya punya cerita hebat untuk disampaikan: dua film perjalanan sepakbola, dengan sejumlah sesi latihan dan pertandingan di segala penjuru dunia, yang akan membawa mereka esok (hari ini bagi para pembaca) ke tempat kedua klasemen. Imbalannya, tiket putaran final ke Kuala Lumpur.

Wawancara mereka akan terbit di GOAL.com secara utuh dalam waktu dekat, tapi saya harus garisbawahi keduanya berinteraksi dengan kejujuran, keberanian, dan kedekatan dengan para pemain. Messi tersenyum kepada kami dari papan reklame di seberang jalan, tapi di balik sepakbola modern yang glamor, ada sebuah pertandingan yang layak pula dicintai dan disajikan oleh orang-orang seperti Emerson dan Kimura. Selamat buat mereka.

Ketika hari ketiga dari lima hari pertandingan berlalu, itu menandai setengah perjalanan turnamen. Saya memutuskan untuk menghabiskan sore untuk melakukan pembersihan racun dan dengan sembarang saya berkeliling kota tanpa tujuan. Sudah gelap ketika akhirnya saya pulang ke hotel dan teman-teman lokal baru saya menjemput untuk melakukan tur malam di kota. Zarni, yang paling sering mengobrol, membawa saya ke bangunan paling terkenal di kota ini, Pagoda Shedagon.

Saat melewati koridor yang diisi dengan toko-toko suvenir Buddha, kami berputar mengelilingi stupa emas raksasa ini. Kami asyik membahas tentang hubungan hidup dan sepakbola yang menjadi metafora sempurna bagi surga dan bumi sehingga membuat saya kehilangan kesadaran tentang waktu dan tempat.

Selama setidaknya sepuluh menit berselang saya tidak sadar saya sedang berada di salah satu tempat paling menakjubkan di dunia. Mendadak, seolah-olah mengalami kebangkitan dalam skala kecil, saya tersadar. Saya menemukan diri sendiri di tengah-tengah Kota Emas, ketika keluarga Myanmar berbondong-bondong datang berziarah di sekeliling bangunan megah ini dengan dipandu suara gong yang ritmik dan bebauan dupa.

Sisa malam itu diimbuhi kebingungan paduan cita rasa, bebauan, dan suara-suara. Tipikal ketika kita baru tiba di sebuah kota baru. Saya tersesat, tapi segalanya kembali normal begitu semesta sepakbola bergulir lagi dengan keberanian Emerson dan Kimura untuk menulis bab baru dalam karier kepelatihan mereka yang cemerlang.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Tendangan Bebas

Satu setengah bulan jelang bergulirnya AFF Suzuki Cup 2012, bagaimana Anda menilai persiapan timnas indonesia hingga saat ini?

Terkait