thumbnail Halo,

Sepakbola adalah minatur kehidupan masyarakat Asia Tenggara yang sedang melangkah maju.

GOAL.com Indonesia   OLEH
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
AGUNG HARSYA

Hal terhebat dari Asia Tenggara adalah tarif taksi di sini terjangkau. Mereka membawamu dari A ke B dengan cepat, efektif, dan murah. Kamu bisa menumpang sambil mengantuk atau karena kebanyakan minum bir. Kalau sabar, kamu akan mendengar cerita-cerita si pengemudi dan banyak yang bisa dipelajari dari sana.

Hari ini, taksi yang mengantar saya ke stadion kuno di Yangon terjebak di sebuah kemacetan jalan raya. Penyebabnya, empat mobil dengan anehnya saling menutupi satu sama lain di sebuah persimpangan. Sebelum mereka sempat mundur dan menyelesaikan "kerusuhan" ini, tiga mobil lain menumpuk di belakang, kemudian sepuluh mobil lagi, kemudian 100. Pengemudi taksi saya berjalan keluar, melihat sekeliling dengan pasrah dan bilang, "Tidak ada lampu merah, tidak ada polisi". Dia kemudian bersandar di taksinya dan menyalakan rokok.

Baru setengah jam lalu lintas bergerak. Saya menggunakan kesempatan itu untuk tidur siang. Begitu bangun, kemacetan sudah terurai dan jalan mencapai tujuan terbentang sudah.

Setengah mengantuk, saya mencoba memahami. Kejadian barusan seperti metafora kawasan ini dan begitu pula sepakbolanya. Perkembangan kawasan ini sudah terhambat selama bertahun-tahun akibat kebingungan pascakolonial, eksperimen politik, dan kemiskinan yang berasal dari banyak kegagalan.

Ketika taksi saya berhasil keluar dari jebakan yang selamanya membingungkan itu, begitu pula Asia Tenggara yang sudah beberapa tahun mulai melangkah maju. Myanmar menjadi negara terbaru yang bergabung dengan perubahan. Ya, mungkin kelihatannya masih tak ubahnya seperti rongsokan daripada sebuah model baru, tapi mereka bergerak dan satu persatu mencapai tujuan masing-masing.

Apa hubungannya dengan sepakbola? Tentu saja karena sepakbola adalah permainan terbaik yang pernah diciptakan manusia atau setidaknya paling populer. Dan tentu saja sepakbola merupakan semesta kecil tempat negara-negara dan masyarakatnya mengukur diri sendiri.

Di antara dua pertandingan hari ini, selama setengah jam saya menjadi tamu Tuan Soe Moe Kyaw, direktur media dan komunikasi federasi sepakbola Myanmar. Kami mengobrol dengan asyik di dalam ruangannya yang berpendingin udara di stadion Thuwunna, bertukar pendapat tentang sepakbola lokal dan Asia secara umum.

Saya tidak terkejut mendengar liga lokal diinspirasi kesuksesan J-League dan Myanmar menganggap Jepang sebagai negara sepakbola. Siapa yang tidak setuju? "Kalau ada sesuatu hal yang membaik di Jepang hari ini, pastilah sepakbola," saya bilang.

Kami berpisah dan berjanji akan saling berhubungan serta bekerja sama untuk mengembangkan sepakbola di kawasan ini. Terutama dari aspek sepakbola, saya makin merasa saya berada di tempat yang tepat dan momen yang tepat. Inilah tahun-tahun untuk ide-ide baru yang berani, atas nama tantangan besar, dan menikmati serunya olahraga yang berkembang pesat di Asia. Kenapa tidak?

Stadion melompong hari ini karena Myanmar tidak bertanding. Teman saya Zarni bilang mungkin ada 300 petugas keamanan, 200 sukarelawan, dan 100 penonton. Beberapa di antaranya sekelompok kecil suporter Brunei yang saya rasa bekerja di Kedubes setempat. Mereka menyaksikan tim mengalahkan Kamboja 3-2 dalam sebuah pertandingan yang menghibur.

Begitu senja datang, pertandingan kedua terasa lebih "dekat". Kami bisa mendengar dengan jelas suara para pemain. Ketika Timor Leste menjaringkan gol kedua ke gawang Laos (berakhir dengan kemenangan Timor Leste 3-1), kiper mereka bertanya ke pemain belakangnya, "Hey, siapa yang mencetak gol?" Kami pun bisa mendengar sorakan bergembira dari bangku cadangan ketika pertandingan berakhir.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, pelatih Emerson sangat bangga atas hasil terebut. Beberapa hari lalu timnya mampu memenangkan pertandingan pertama di kompetisi ini. Sekarang, timnya sejengkal lagi menuju hasil bersejarah: lolos dengan meyakinkan ke AFF Suzuki Cup.

Saya bertanya ke Emerson apa artinya kemenangan ini untuk mereka. Jawaban sederhana darinya melengkapi lingkaran metafora dan mega-teori dari kehidupan dan sepakbola Asia. "Kemenangan ini sangat penting bagi masyarakat kami dan dapat memotivasi Timor Leste sebagai sebuah negara. Mungkin sebanyak 70 persen populasi masyarakat menyaksikan kami bertanding. Sepakbola bisa membantu hidup masyarakat lebih baik dan saya percaya hari ini kami membuat negara kami bahagia," tukasnya.

Saya jawab, "Amin".

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Tendangan Bebas

Satu setengah bulan jelang bergulirnya AFF Suzuki Cup 2012, bagaimana Anda menilai persiapan timnas indonesia hingga saat ini?

Terkait