thumbnail Halo,

Hari keempat di Yangon, GOAL.com terpukau pada Kyi Lin, menikmati "Indochina Clasico", dan memburu waktu menyaksikan El Clasico yang sebenarnya.

GOAL.com Indonesia   CATATAN
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
AGUNG HARSYA

Begitu saya berjalan santai menuju gedung federasi sepakbola Myanmar untuk memperoleh media pass permanen, saya diarahkan ke meja tempat saya bekerja pada malam sebelumnya. Seolah-olah tempat itu memang sudah disediakan khusus untuk tamu istimewa dari GOAL.com.

Saya sangat senang bisa menerimanya serta mendapati terpaan udara dingin dari AC ke tubuh saya. Apalagi mengingat apa yang sudah menunggu saya, berada dua jam di bawah teriknya matahari untuk memotret pertandingan Myanmar-Timor Leste.

Rompi fotografer yang harus dikenakan setiap fotografer menciptakan semacam efek rumah kaca di tubuh saya. Ketika saya memotret gambar demi gambar, akhirnya saya menyiramkan kepala dengan air di dalam botol yang diam-diam saya selundupkan.

Posisi terbaik fotografer untuk menyaksikan pertanidngan adalah berada di belakang gawang. Berada di tengah-tengah para karakter utama, yaitu suporter dan para pemain, kita bisa merasakan energi pertandingan secara penuh. Para pemain Timor Leste lebih vokal daripada tuan rumah, tapi sebagai balasan, fans sangat bersemangat dan akhirnya bersorak gembira ketika pahlawan lokal Kyi Lin melesakkan gol melalui sundulan kepala.

Pertandingan yang sangat baik, antara dua tim teratas yang sejauh ini saya lihat di Yangon. Di babak kedua setelah kebobolan melalui serangan balik, Myanmar menuntaskan pertandingan lagi-lagi berkat sentuhan magis Kyi Lin. Gol keduanya tercipta selayaknya momen-momen terbaik di sepakbola dunia. Waktu seolah berhenti. Usai lolos dari perangkap off-side dan menjinakkan bola yang dilambungkan membelah pertahanan Timor Leste, pemain 22 tahun ini berhadapan satu lawan satu dengan Emerson, kiper raksasa tim lawan.

Dalam sedetik, terasa seperti selamanya, Kyi Lin menemukan cara untuk mencetak gol. Dia melesakkan bola di sela-sela kaki penjaga gawang. Pertandingan berakhir 2-1 dan kurang lebih 5.000 pendukung Myanmar pulang dengan perasaan bahagia karena mereka sukses mengemas enam poin dari maksimal enam serta setengah langkah menuju Bangkok.

Pada pertandingan kedua, yang saya anggap "Indochina Clasico" tapi tak berhasil saya tularkan ke para jurnalis lokal, Laos menghadapi Kamboja. Pertandingan tak berjalan sebaik yang pertama. Laos menciptakan gol di babak pertama sementara tetangga mereka gagal memanfaatkan semua peluang yang didapat selama 90 menit.

Kejutan sebenarnya adalah usai pertandingan begitu saya menyadari pelatih Laos adalag Kokuchi Kimura, yang pernah menangani Yokohama F Marinos pada 2008 dan 2009. Kami pernah bersilang jalan ketika saya masih menjadi reporter J-League dan nasib mempertemukan kami lagi, dari segala tempat di dunia, di Myanmar. Saya putuskan untuk memaksanya menerima wawancara khusus merayakan pertemuan kami di tempat eksotik ini. Jadi tunggu saja hasilnya.

Setelah semuanya selesai, saya tak bisa lolos dari keramahan staf federasi Myanmar. Kali ini Zarny dan Myo membawa saya ke kawasan Pecinan untuk menikmati daging asap dan bir. Kami sampai tepat waktu untuk mengagumi gol Tim Cleverley ke gawang Newcastle United di sebuah televisi analog yang kecil. Mungkin saya cuma minum sedikit, tapi saya memuji pemain muda Inggris itu dengan pujian tertinggi yang bisa saya berikan kepada seorang pemain, "Itu momen Del Piero!"

Sepakbola tidak pernah berhenti. Saya harus berpisah dengan teman-teman baru saya untuk segera kembali ke hotel karena saya ingin menyaksikan El Clasico, kali ini yang sesungguhnya, antara Barcelona dan Real Madrid. Takut tertinggal kick-off, saya melaju dengan kecepatan Messi, memburu masuk kamar dengan kewaspadaan Sergio Ramos, melempar sepatu ke pojok kamar dengan presisi umpan Xabi, terbang ke tempat tidur selayaknya Casillas, lalu saya raih remote control, dan...

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait