thumbnail Halo,

Nasib mempertemukan Cesare Polenghi dengan klub favorit barunya di Myanmar, Yangon United FC!

GOAL.com Indonesia   CATATAN
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
AGUNG HARSYA

Menghabiskan hari tanpa pertandingan, saya menelusuri jalan Alan Pya Pagoda, salah satu jalan arteri di Yangon. Saya menaiki sebuah jembatan penyeberangan untuk melihat potongan kota ini dengan baik, karena entah kapan saya bisa kembali ke sini, dan pemandangannya sungguh berbeda.

Di sebelah stupa Buddha bersepuh emas berukuran besar di ujung jalan, dan gedung apartemen sederhana yang mungkin sudah melalui sejarah sejak masa pendudukan Inggris, perhatian saya tersita pada sebuah panel vertikal raksasa yang mengiklankan toko resmi Yangon United FC.

Saat saya berjuang menyeberangi jalan raya (sama seperti negara Asia Tenggara lain, lalu lintas Myanmar seperti hiasan urban penuh warna ketimbang sebuah keteraturan), saya memutuskan dalam hati untuk menjadikan Yangon United sebagai klub favorit saya di negara ini.

Itu keputusan yang tepat! Begitu mengobrol dengan Phya Phya Aung dan Toe Toe Win, dua gadis ramah yang bekerja di toko, saya segera menyadari ada nasib yang membuat saya menjadi fans tim juara bertahan ini! Lebih baik lagi, saya juga baru tahu YUFC merupakan klub tempat bernaung Kyi Lin yang memikat saya (dalam aspek sepakbola) pada pertandingan kemarin.

Seiring berjalannya obrolan dan bertambahnya pengetahuan saya tentang liga nasional Myanmar (MNL), saya sudah mengenakan seragam hijau tim favorit baru saya setelah memeriksa sejumlah pilihan. Kostum yang saya pilih, seperti yang dijelaskan, dibuat di Thailand. Tipe dry-fit yang biasanya dijual tiga kali lebih lipat daripada yang dibuat produsen lain di Cina.

Setelah menghabiskan sejumlah kyat untuk membeli memorabilia sepakbola yang sebenarnya tak saya butuhkan, tapi sangat saya sukai, dan setelah menikmati sunset sambil memberi makan anak kucing di Pagoda Sule, saya kembali ke hotel dengan niat membekali diri dengan pengetahuan tentang klub baru saya dan liganya. Saya menemukan beberapa temuan menarik.

Sepakbola Myanmar baru berangkat profesional pada 2009. Permulannya mirip dengan J-League. Pertama-tama, liga dimulai dengan sebuah turnamen pemanasan pada musim pertamanya, seperti yang dilakukan Jepang pada 1992. Kedua, liga nasional Myanmar dimulai dengan jumlah kecil yang kemudian tumbuh tahun demi tahun. Hanya delapan klub yang bertanding pada 2009, kemudian menjadi 11 pada 2010, 12 pada 2011, dan sekarang menjadi 14 pada 2012. Tidak diketahui jumlah klub yang akan berkompetisi musim 2013, tapi ada rencana memberlakukan sistem promosi dan degradasi mulai 2014.

Perubahan sistem profesional pada 2009 menyebabkan pembubaran liga lokal yang sebelumnya, seperti kebanyakan negara Asia Tenggara, didominasi klub-klub pemerintahan. Dengan segala hormat, menyeramkan bagi saya begitu mengetahui ada klub dengan embel-embel "Police" atau "Army". Namun, segalanya berjalan lebih baik di Myanmar. Klub yang tadinya bernama "Finances and Resources FC" kemudian berganti menjadi "F&R".

Situs Yangon United (yang juga tersedia dalam bahasa Inggris, klub-klub J-League tolong catat ini!) masih memuat soal kejayaan terakhir mereka, yaitu kemenangan 4-0 di kandang sendiri dan keunggulan satu poin di klasemen akhir atas Kanbawze FC, klub dari kota Taunggy yang ditangani pelatih asal Singapura bernama "S.Sivaji".

Menelusuri riwayat sang juara, pemain yang paling menyita perhatian saya adalah Ikechukwu Charles, pemain Nigeria berusia 27 tahun yang menjadi topskor MNL 2011. Dia mungkin tidak banyak berganti klub seperti misalnya Zlatan Ibrahimovic, tapi dia bisa bermain di tempat yang lebih eksotik dibanding striker Swedia itu.

Sebelum bergabung ke YUFC, "Obi" berada di tempat yang jauh, yaitu Kepulauan Faroe. Klub-klub lain yang pernah dihuninya adalah Flamurtari di Albania, Doza Katocopia di Siprus, Pollokerho 35 di Finlandia, dan juga satu musim di Portugal bersama Boavista. Entah di mana dia bermain sekarang, tapi kalau Anda tahu, beritahu saya. Kalau boleh menebak, mungkin sebuah klub di Pulau Paskah atau mungkin di tim cadangan Udinese.

Setelah penyelidikan ini dan sebuah makan malam ala Korea, saya siap mengakhiri hari di depan TV menyaksikan West Ham United-Arsenal. Tapi, babak pertama baru saja berakhir dan semua yang bisa saya saksikan di layar bertuliskan, "Service is not running or scrambled!"

Untungnya, keesokan hari saya kembali ke stadion Thuvunna YTC untuk pertandingan seru AFF Suzuki Cup berikutnya dan tentu lebih banyak cerita lagi dari Yangon.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Tendangan Bebas

Siapakah yang akan lolos dari kualifikasi AFF Suzuki Cup 2012?

Terkait