thumbnail Halo,

Hari kedua di Yangon, GOAL.com terpesona dengan penampilan kuda hitam Timor Leste dan tuan rumah Myanmar.

GOAL.com Indonesia   CATATAN
CESARE POLENGHI
ALIH BAHASA
AGUNG HARSYA

5 Oktober, Hari Kedua.

“Apakah kamu akan pergi menonton pertandingan malam ini?” saya tanya ke pengemudi taksi. “Cannot, cannot, sir... Must work,” jawabnya. Myanmar barangkali negara Asia lain yang gila sepakbola, tapi bisa dimaklumi kalau orang-orang biasa di Yangon masih punya banyak hal lain yang dipikirkan ketimbang bagaimana caranya tim mereka lolos ke putaran final AFF Suzuki Cup 2012.

Dari semua orang yang saya ajak bicara hari ini, mulai dari pengemudi taksi tadi sampai teman-teman baru di federasi sepakbola Myanmar, membicarakan negara yang “baru” dengan penuh antusias. Masa depan cerah. Tapi mereka juga sadar beban perubahan terletak pada bahu generasi yang memimpin sekarang.

Stadion Thuwunna, yang dengan optimistis diberi nama baru Youth Training Center Stadium, adalah metafora sempurna dari perubahan Myanmar. Bangunan beton raksasa yang dibangun pertengahan 1980-an dan membutuhkan pembenahan. Dari luar stadion tampak lebih buruk daripada stadion Expo 70 di Osaka. Tangga stadion yang curam dan gelap mengingatkan saya pada penjara.

Begitu masuk, perasaan saya berubah. Di bawah langit biru yang membentang luas, hijaunya rumput berbentuk persegi panjang bersinar di sore hari. Meski tampak kuno, pengerjaan untuk SEA Games 2013 tampak menjanjikan. Saya kemudian menempati bangku kayu tribun media selama lima jam, seiring bergulirnya sore hari, dan empat tim nasional turun bertanding.

Pertama, Timor Leste. Ya, mereka punya timnas sepakbola dan yang saya lihat jauh berbeda dari sejauh ini yang saya saksikan di Asia Tenggara. Saya rasa maksud saya dapat dijelaskan dengan nama-nama para pemain: Adelino, Dos Santos, Pinto, De Almeida, Pereira, Barbosa… Dengan nama-nama sepakbola yang seksi, saya rasa mereka setidaknya pasti bakal membukukan lima gol melawan Kamboja yang malang. Mereka melakukannya. Pertandingan berakhir 5-1.

Kuda hitam Timor Leste memang beringas di atas lapangan, tapi pelatih Emerson merupakan pria ramah yang bisa Anda jadikan pelatih anak-anak Anda. Begitu semua bla-bla-bla saat konferensi pers berakhir, dia mengatakan sesuatu yang sangat dia jaga: "Tim saya seperti keluarga". Terdengar klise, tapi saya yakin dia tulus mengatakannya.

Menu utama petang itu adalah Myanmar menghadapi Brunei Darussalam. Keduanya dilatih veteran Korea Selatan dan pertandingan berjalan seru. Tuan rumah bermain dengan cepat berkat kemampuan teknik serta taktik di luar fisik yang tidak mendukung. Tim tamu membalasnya dengan tampil disiplin, pertahanan yang sangat rapi, dan serangan balik yang tajam.

Myanmar keluar sebagai pemenang berkat gol di pengujung laga dari salah satu pemain muda mereka, bek Yan Aung Win yang kerap maju menyerang. Perhatian tercuri pada penampilan rekan setimnya, Kyi Lin, gelandang 22 tahun yang membikin saya heran kenapa pemain sepertinya lolos dari pengamatan para pemantau bakat. Teknik, kreativitas, dan keinginan untuk memenangkan pertandingan. Dia punya itu semua! (Itulah tip pertama saya dalam pemantauan bakat…)

Saat semua orang pulang dan hari mulai gelap, taksi menghilang di senja Yangon. Mendadak saya sendirian dengan membawa tas besar berisi kamera berjalan di lapangan parkir stadion. Dua orang humas federasi sepakbola Myanmar kemudian menjemput saya dengan mobil lusuh mereka dan mengajak saya makan.

Saya tahu ini klise lagi, tapi saya terkagum-kagum bagaimana sepakbola bisa menyatukan orang. Saya baru kenal Tun Tun dan Okocha beberapa jam lalu, tapi dalam segera kami menjadi teman. Membicarakan pemain favorit, perkembangan ekonomi sepakbola Asia, ponsel pintar, dan pernikahan.

Sudah pukul 1:20 pagi saat saya menuliskan kalimat terakhir ini di kantor mereka di sebelah stadion. Saya di sini menjadi tamu, duduk di meja kosong di sebuah sudut, dan memanfaatkan koneksi internet terbaik yang saya temukan sejak mendarat di Myanmar. Di tengah malam begini, seperti yang saya lihat, mereka dengan tekun mengerjakan pamflet untuk salah satu dari beberapa pertandingan berikutnya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Tendangan Bebas

Siapakah yang akan lolos dari kualifikasi AFF Suzuki Cup 2012?

Terkait