thumbnail Halo,

Sang Kiper sudah melampaui rekor Fabio Cannavaro sebagai pemain dengan caps terbanyak, Jumat (11/10), usai menahan imbang Denmark dan ia berpotensi jadi yang terbaik di dunia.


GOALOLEH CARLO GARGANESE  PENYUSUN YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter

Semua berawal saat seorang pemuda bernama Gianluigi Buffon membuka karir profesionalnya bersama Parma. Kala itu, 19 November 1995, Buffon “dibaptis” oleh AC Milan yang tengah berkuasa di bawah Fabio Capello dan saat itulah jelas terlihat bahwa sebuah fenomena telah lahir. Baru berusia 17 tahun, Buffon membawa Parma imbang tanpa gol dengan penyelamatan kelas dunia dari serbuan pemenang Ballon d’Or [waktu itu] Roberto Baggio dan George Weah, beserta serangan dari striker Marco Simone.

Masih sebagai remaja, kebintangan Buffon semakin diakui saat ia menjalani debut internasionalnya dua tahun kemudian. Gli Azzurri  menantang Rusia dalam leg pertama play-off Piala Dunia 1998 dan cuacanya buruk. Digelar di musim dingin Moskwa yang bersalju, lapangan tertutup salju dan jabut, dan kedua tim bahkan menggunakan bola berwarna oranye agar terlihat.

Di menit 32, kiper Gianluca Pagliuca mengalami cedera. Angelo Peruzzi yang menjadi No.1 pun tak bisa bermain, dan Buffon yang masih 19 tahun akhirnya melangkah masuk ke lapangan penuh salju itu. Hampir semua warga Italia takut akan nasib buruk. Semua seolah menunjukkan bahwa Italia akan kalah: cuaca buruk, rekor buruk Italia di Rusia, dan terutama, masuknya penjaga gawang yang masih hijau.
10 PEMAIN ITALIA DENGAN
CAPS TERBANYAK
NO.  PEMAIN CAPS
  1 Gianluigi Buffon 137
  2 Fabio Cannavaro
136
  3 Paolo Maldini 126
  4 Dino Zoff (above)
112
  5 Andrea Pirlo 104
  6 Gianluca Zambrotta   98
  7 Giacino Facchetti   94
  8 Daniele De Rossi   93
  9 Alessandro Del Piero   91
  10 F.Baresi, G.Bergomi, M.Tardelli   81

Namun Buffon justru menjadi penyelamat dan seluruh dunia menyaksikan rentetan penyelamatan gemilang yang ia lakukan. Bagi seorang yang masih sangat muda, kepribadian dan kepercayaan dirinya bersinar seiring Italia lolos dari kekalahan dan imbang 1-1. Pasukan Cesare Maldini pun akhirnya lolos ke Prancis ’98 setelah memastikan kemenangan 1-0 di Napoli.

Melompat ke 16 tahun kemudian dan Buffon masih digdaya setelah menegaskan dirinya sebagai legenda sepakbola yang tanpa tanding. Ia terdaftar sebagai pemain kunci Italia saat meraih sukses di PD 2006 – di mana ia hanya kebobolan dua kali, satu bunuh diri dan satunya penalti – dan pemain 35 tahun ini juga meraih penghargaan individu plus gelar bersama timnya. Ia meraih enam Scudetti dan sembilan penghargaan Serie A Goalkeeper of The Year.

Saat mengambil posisi, keputusan, kemampuan udara, dan mengatur pertahanan, Buffon adalah yang terbaik yang pernah ada dalam posisinya. Kiper terbaik adalah mereka yang tak perlu melakukan penyelamatan karena mereka mencegahnya sebelum terjadi, bukan mereka yang terpaksa melakukan penyelamatan dramatis karena lambat dalam bergerak atau tak mampu menata pagar betis dengan baik.

Dan penampilan kemarin Jumat (11/10) kontra Denmark di Kopenhagen adalah penampilan ke-137 Buffon bagi Italia, telah melampaui mantan rekan setimnya Fabio Cannavaro sebagai pemain dengan caps terbanyak bagi negaranya.

Ingatlah penyelamatan akrobatik kontra Zinedine Zidane, menghentikan penalti Adrian Mutu dan Ashley Cole, aksi ajaib saat melawan Bulgaria dan Georgia – momen magis Azzurri bagi Buffon tak pernah berakhir.

Sekalipun refleks dan reaksinya tak seperti dulu lagi -saat kesalahan yang ia lakukan dalam laga melawan Bayern Munich- Buffon masih jadi salah satu shot-stopper terbaik di dunia.

Dalam perkara usia panjang, belum ada penjaga gawang yang brilian secara konsisten selama bertahun-tahun. Buffon akan mencatatkan Piala Dunia kelimanya musim panas depan. Hanya dua orang yang pernah mencapai rekor ini – kiper Meksiko Antonio Carbajal antara 1950-1966, dan legenda Jerman Lothar Matthaus dari 1982-1998.

Dan jangan pernah singkirkan Buffon dari penghujung karirnya dengan enam Piala Dunia di 2018 saat ia berusia 40 tahun – usia yang sama saat Dino Zoff [di gambar tabel] membawa Italia berjaya di 1982.

Bersama Lev Yashin dan Gordon Banks, selama bertahun-tahun Zoff telah diakui sebagai salah satu di antara tiga kiper terbaik sepanjang masa. Namun jika nanti Buffon menggantung sarung tangan kipernya, ia amat berpotensi menggeser mereka bertiga. Ia pun siap mengukir legenda baru dalam dunia penjaga gawang, mengingat bahwa kisahnya sendiri masih belum berakhir.

Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID

Terkait