thumbnail Halo,

Senor Alonso bukanlah pemain yang sering menciptakan momen spektakuler, tapi elegansinya bakal dirindukan oleh sepakbola setelah dirinya gantung sepatu.


OLEH    YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter

"Lived it. Loved it. Farewell, beautiful game."

Itulah pesan yang dilantunkan Xabi Alonso kepada publik sepakbola untuk mengumumkan keputusan pensiunnya. Tidak mengandung banyak gimmick, langsung kepada poin utama, dan berwibawa. Membacanya kembali, pesan itu sangat merepresentasikan kharisma Alonso baik di dalam maupun luar lapangan - begitu pula dengan gaya mainnya.

Gelandang Bayern Munich ini memang bukan pemain yang sering menciptakan momen spektakuler seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Tidak banyak tepuk tangan yang tercipta dari permainannya karena Alonso lebih menyukai permainan sederhana nan efektif. Tak perlu banyak gerakan, cukup satu sentuhan yang mengubah segalanya.

Mungkin karena itulah masih ada beberapa pihak yang menganggap Alonso bukan salah satu gelandang terbaik dunia. Gaya main Alonso bukan salah satu yang paling menonjol, bahkan tidak jarang ia dianggap transparan di lapangan. Tetap saja, ia telah memenangkan semua gelar yang bisa ia menangkan - dan itu berbicara lebih keras daripada kritik.

Xabi Alonso Liverpool 06122009

Spain midfielder Xabi Alonso celebrates

Senor Alonso [yang berarti tuan Alonso, sebutannya di Spanyol karena penampilan dan pembawaan yang elegan] mengawali kariernya di Real Sociedad. Di musim 2002/03, ia berhasil membawa timnya jadi runner-up La Liga dan hanya tertinggal dua poin dari Real Madrid. Tidak heran, Los Blancos langsung mendekati dan berusaha memboyongnya.

Adapun transfer batal terjadi dan Alonso malah pindah ke Liverpool. Tentu sang gelandang kecewa, mengingat dirinya juga menggemari Real Madrid, tapi ia melupakan hal itu dan fokus di Inggris. Melewati lima musim di Anfield, bintang Spanyol itu justru jadi ikon dan idola para fans setelah mempersembahkan trofi Liga Champions serta Piala FA.

Mudah untuk memahami alasan Liverpudlian menyukainya. Gelandang Spanyol itu memiliki visi sepakbola yang istimewa dan akurasi umpan yang jauh di atas rata-rata. Salah satu momen cemerlangnya bahkan masih dikenang hingga saat ini, yakni gol jarak jauh dari setengah lapangan.

SIMAK JUGA - Alonso Gantung Sepatu Akhir Musim Ini

Alonso sendiri tidak menganggap spesial gol tersebut. Walau mencetak gol spektakuler yang ikonik, Alonso mengaku tidak suka ambil risiko dalam bermain. Ia lebih suka bermain dengan cerdas dan karena itulah gol spektakuler tersebut tak terlalu diambil pusing oleh dirinya sendiri.

“Di mana risikonya [ketika menembak sejauh itu]?” tanya Alonso. “Tak ada risiko. Jika tembakan itu tak menghasilkan gol, itu tidak masalah, karena tak ada satu pun yang berharap saya mencetak gol. Dalam situasi gol tersebut, hanya penjaga gawang saja yang terlihat bodoh.”

“Saya tidak suka melakukan hal-hal yang membuat saya terlihat bodoh, karena ada risiko di sana. Berapa kali Anda melihat saya berlari ke kotak penalti dengan membawa bola, mendribel melewati para pemain? Itu sangat tidak wajar karena itu bukan sepakbola saya; itu bukan gaya saya,” ungkap gelandang Spanyol tersebut.

Xabi Alonso | Liverpool - Newcastle

Statistik Xabi Alonso Vaseline

Sayang, sang gelandang Spanyol memaksakan transfer keluar Liverpool setelah konfrontasi dengan manajer Rafael Benitez. Senor Alonso merapat ke Real Madrid dengan tebusan ₤30 juta dan kepergiannya meninggalkan lubang besar di Liverpool. Performa The Reds langsung menukik drastis tanpa kehadirannya.

Hal ini berkebalikan dengan yang dialami oleh Madrid. Kedatangan Alonso memberikan konsistensi pada El Real. Di musim perdananya, ia bahkan masuk ke dalam tim pilihan La Liga sebagai gelandang bertahan. Real memang tak memenangkan apa pun musim tersebut, tapi memecahkan rekor poin dengan meraih 96 poin dalam semusim.

Di tahun yang sama, Alonso turut meraih sukses bersama timnas Spanyol. Ia memang tidak terlalu berperan dalam perjalanan La Roja meraih trofi Euro 2008, tapi ia menjadi metronom Spanyol di Piala Dunia 2010. Berkombinasi dengan Xavi dan Sergio Busquets, Alonso pun sukses menjadi juara dunia.

SIMAK JUGA - Alonso Ungkap Final Champions Idamannya

Musim selanjutnya, hanya gelar demi gelar yang didapatkan oleh Alonso. Perjalanannya berlanjut dengan juara Copa del Rey, La Liga, lalu Liga Champions secara berurutan. Di momen itulah Alonso membocorkan pandangan tentang pandangannya terhadap sepakbola. Kendati berperan sebagai gelandang bertahan, Alonso tidak suka melakukan tekel karena itu bukanlah gayanya.

“Di Liverpool, saya biasa membaca program pertandingan dan Anda bisa membaca wawancara dengan tim dari skuat muda. Mereka akan bertanya tentang usia, pahlawan, kekuatan, dan sebagainya. [Pemuda] akan menjawab menembak dan tekel [sebagai keunggulannya].”

“Saya tidak bisa memahami bahwa perkembangan sepakbola akan mendidik tekel sebagai salah satu kualitas, suatu hal yang dipelajari, diajarkan, dan karakterisitk permainan. Bagaiman mungkin itu menjadi cara memahami sepakbola? Saya tidak memahami hal tersebut,” ungkap Alonso, yang mengklaim tekel bukan sebagai keunggulan, melainkan opsi terakhir.

Xabi Alonso Champions League Final Real Madrid

Xabi Alonso Bayern München Oktoberfest Wiesn 2016

Pernyataan itu memang merangkum segala penampilan #GantengMaksimal yang ia tunjukkan di lapangan hijau. Jika seorang gelandang sampai harus jatuh-bangun melakukan tekel, itu berarti ada kesalahan yang dilakukan. Bagi Senor Alonso, sepakbola adalah soal proaktif dan bukan reaktif, penguasaan dan bukan semangat menggebu.

Dalam lapangan, tugasnya memang bukan jadi penentu, tapi ia selalu mendongkrak penampilan sepuluh pemain di sekitarnya. Di mana pun ia berada, ia selalu membut tim tersebut berkembang tanpa menonjolkan dirinya. Sepakbola memang bukan ditentukan oleh satu pemain, tetapi lebih kepada permainan kolektif - dan di situlah bidang keahlian Alonso.

Sebagai gelandang, Alonso tidak pernah mengalami kekurangan motivasi karena ia selalu menjaga keseimbangan intrapersonal. Konsistensi dan pengendalian diri adalah satu hal yang diunggulkan, walau jarang ada yang memerhatikan. Ketika hal tersebut mulai mengalami penurunan, Alonso adalah orang pertama yang menyadarinya dan ia tak perlu berpikir lama untuk mengambil keputusan.

SIMAK JUGA - Twitter Merekam Jejak Karier Alonso

“[Gantung sepatu] bukanlah keputusan yang mudah untuk diambil, tapi saya pikir inilah momen yang tepat. Saya selalu berpikir bakalan lebih baik untuk mundur dalam waktu dekat ketimbang nanti. Saya masih merasa sehat, tapi saya rasa ini adalah waktu yang tepat,” ungkap Alonso pada laman resmi Bavarians.

“Saya ingin mengakhiri karier saya di level tertinggi, dan Bayern adalah level tertinggi. Saya luar biasa bangga dan bahagia untuk bermain bersama FC Bayern dan menjadi bagian dari keluarga ini,” pungkasnya.

Di sisa waktu bersama Bayern, tentu Alonso bisa menambah koleksi gelarnya. Masih ada LIga Champions, Bundesliga, dan DFB-Pokal untuk dikejar. Jika memenangkan ketiganya, tentu ini bakal jadi perpisahan yang indah untuk Alonso dan sepakbola. Bukan berarti ia membutuhkannya. Apa yang dilakukan oleh Alonso tentu sudah memuaskan dirinya dan publik sepakbola.

Tetap saja, epilog yang elegan bakal menggenapi karier hebat Alonso, yang merupakan perwujudan elegansi sepakbola itu sendiri.

Performa optimal di atas lapangan bisa membuat kusam wajah para pemain, tapi mereka tak perlu lagi cemas soal penampilan. Pasalnya ada Vaseline Men Active Bright Oil Expert Gel Wash yang mengandung Micro-Droplets of Vaseline Jelly yang dapat digunakan usai pertandingan untuk mengembalikan wajah tetap cerah dan #GantengMaksimal walau habis bercucuran keringat.

 

Terkait